Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Hari Rekonsiliasi Tak Menenangkan Warga Ibele: Jejak Militer dan Amunisi Ditemukan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Hari Rekonsiliasi Tak Menenangkan Warga Ibele: Jejak Militer dan Amunisi Ditemukan
PolhukamTanah Papua

Hari Rekonsiliasi Tak Menenangkan Warga Ibele: Jejak Militer dan Amunisi Ditemukan

admin
Last updated: August 1, 2025 11:38
By
admin
Byadmin
Follow:
1.9k Views
1 year ago
Share
Laporan penemuan peluru oleh warga Ibele - Dok
SHARE

Wamena, nirmeke.com — Saat ribuan warga Kabupaten Jayawijaya menggelar doa bersama untuk perdamaian dan rekonsiliasi, warga Kampung Ibele di Distrik Ibele justru diliputi kecemasan. Pagi ini, warga setempat menemukan satu butir amunisi kaliber jenis M16 yang diduga milik anggota TNI non-organik.

Iklan Nirmeke

Penemuan ini memperpanjang kekhawatiran warga yang sejak beberapa pekan terakhir melaporkan kehadiran aparat militer di wilayah hutan sekitar kampung mereka. Ini merupakan temuan amunisi kedua dalam beberapa waktu terakhir, setelah sebelumnya kejadian serupa terjadi di wilayah Opatima.

Menurut keterangan warga, sejak Selasa (29/7), sejumlah anggota TNI terlihat memasuki hutan di sekitar Kampung Papisin dan wilayah sekitarnya. Di lokasi tersebut, warga menemukan beberapa jejak keberadaan militer, seperti bekas tempat tidur, bungkus makanan, dan sisa-sisa aktivitas lainnya.

Baca Juga:  Ini Keputusan MRP Tentang Keberpihakan dan Perlindungan Hak Politik OAP Dalam Pemilu Serentak Tahun 2024 di Provinsi Papua

“Tadi pagi ditemukan lagi satu peluru. Warga sempat menyerahkannya kepada anggota TNI non-organik yang tinggal di distrik. Ketika ditanya, mereka membenarkan bahwa amunisi itu milik mereka,” ujar Iberanus Hilapok koordinator Forum Peduli Masyarakat Peleima di Kabupaten Jayawijaya, mewakili  warga.

Warga juga melaporkan adanya dua kendaraan TNI yang keluar dari hutan pada malam hingga dini hari tadi, sebelum penemuan amunisi dilakukan.

Situasi ini membuat masyarakat Kampung Peleima dan sekitarnya merasa terancam, bahkan ketakutan untuk beraktivitas seperti biasa. Mereka menilai kehadiran militer non-organik justru mengganggu ketenteraman dan membuat situasi semakin tidak stabil, terlebih pada momen penting seperti hari doa rekonsiliasi seluruh warga Jayawijaya.

Baca Juga:  Biro Perkauan GKII Wilayah IV Papua Gelar Ibadah Gerbang Natal

“Ini sudah terjadi dua kali. Kami mohon Bapak Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya segera menarik TNI non-organik dari Distrik Ibele. Kami juga mohon kepada Bapak Dandim 1702/Jayawijaya untuk mendengar suara kami,” tegas Iberanus perwakilan warga Peleima.

Warga menyampaikan bahwa gangguan ini telah berlangsung lebih dari satu bulan. Dalam suasana doa dan harapan untuk damai, mereka justru merasa tidak aman di tanah sendiri. (*)

Pewarta: Aguz Pabika

Related

You Might Also Like

Sekolah Adat Santo Yohanes Pembaptis II Diresmikan di Jayawijaya, Wujud Komitmen Pelestarian Budaya Papua

Mahasiswa Nduga di Jayapura Galang Dana untuk Korban Bencana Alam di Kabupaten Nduga

Pesawat Sipil Masih Beroperasi, Egianus Kogoya Warning Pj Bupati dan Pemkab Nduga

Terkait Polemik Kursi Agama MRP, Ini Tangapan Wamendagri Wempi Wetipo

Gubernur Papua Pegunungan Ancam Tempuh Jalur Hukum Terkait Penyalahgunaan Dana Lahan Kantor Gubernur

TAGGED:Doa dan Rekonsiliasi di WamenaForum Peduli Masyarakat Peleima di Kabupaten JayawijayaIberanus HilapokMasyarakat Distrik IbeleTNI Non Organik di Distrik Ibele

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Wakil Bupati Yahukimo Resmikan Puskesmas Dirwemna, Perkuat Akses Kesehatan di Wilayah Terpencil
Next Article Ketua I DPR Papua Pegunungan Terima Aspirasi Perbaikan Jalan dan Jembatan di Lanny Jaya
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Aksi KNPB di Makassar Sempat Ricuh, Massa Kawal Tuntutan Papua Zona Darurat Kemanusiaan
Nasional Tanah Papua
18 hours ago
Tapol Papua Tolak New York Agreement, Soroti PSN dan Dugaan Pelibatan OAP sebagai Informan
Nasional Tanah Papua
18 hours ago
Cipayung Jayawijaya Soroti Operasi Militer, Tolak PSN dan Pertanyakan Program MBG di Papua
Papua Pegunungan Tanah Papua
18 hours ago
Agus Kossay Apresiasi Kapolres Jayawijaya Buka Ruang Demokrasi bagi Massa KNPB
Polhukam Tanah Papua
18 hours ago
Baca juga
Papua PegununganPendidikan

Rekrutmen Honorer K2 Dinilai Sarat Kepentingan, Guru Lama Dikorbankan hingga Palang SD Inpres Muliama

6 months ago
Tanah Papua

Pelayanan, Bukan Jabatan: Pesan Tegas Ketua PGBP di Pengukuhan Jemaat Baptis Toladan

5 months ago
Polhukam

KNPB Konsulat Indonesia Wilayah Gorontalo Resmi Dilantik, Serukan Persatuan dan Referendum Papua

1 year ago
Tanah Papua

80 Anggota Polisi Baliem Selesaikan Pembinaan Fisik dan Karakter, Siap Diterjunkan ke Lapangan

1 year ago
PendidikanTanah Papua

HIPMA-LANI dan Front Anti Investasi Bali Desak Hentikan Operasi Militer di Lanny Jaya

10 months ago
Papua PegununganTanah Papua

Pemkab Yahukimo Gelar Rakor Bersama 517 Kepala Kampung, Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas Daerah

5 months ago
Tanah Papua

Sebulan Lebih Pasca Banjir di Wamena, Warga Masih Butuh Makanan dan Bibit Tanaman

1 year ago
Tanah Papua

Pemuda Jayawijaya: Stop Pertahankan Ego Dualisme Kepemimpinan KNPI, Segera Pikirkan Solusi Rekadernisasi

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?