Makassar, nirmeke.com — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia Wilayah Makassar mengecam keras tindakan intimidasi dan teror yang dialami keluarga empat tahanan politik (Tapol) Negara Republik Federasi Papua Barat (NFRPB) yang tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Makassar.
KNPB menilai praktik teror terhadap keluarga para Tapol merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan upaya sistematis untuk melemahkan solidaritas publik terhadap kasus kriminalisasi politik terhadap rakyat Papua.
Ketua I KNPB Makassar, Niswan Wanimbo, menyebutkan bahwa keluarga para tahanan menghadapi tekanan dan pengawasan dari pihak-pihak tertentu sejak persidangan dimulai.
“Keluarga para Tapol mengalami intimidasi dan pengawasan yang menciptakan ketakutan. Ini adalah bentuk penyiksaan psikologis yang tidak bisa dibenarkan oleh hukum maupun nilai kemanusiaan,” tegas Niswan dalam pernyataannya di Makassar.
Kriminalisasi Politik dan Tekanan Psikologis
Menurut KNPB Makassar, tindakan aparat yang terus menunda sidang dan membiarkan adanya tekanan terhadap keluarga menunjukkan bahwa hukum sedang digunakan sebagai alat politik untuk membungkam aspirasi rakyat Papua.
“Penundaan sidang berulang-ulang dan teror terhadap keluarga membuktikan bahwa proses hukum ini bukan untuk mencari keadilan, tetapi untuk mematahkan semangat perlawanan rakyat Papua secara sistematis,” ujarnya.
KNPB juga menyatakan bahwa empat Tapol NFRPB diproses hukum karena membagikan “surat damai” dan menyampaikan aspirasi politik secara damai. Karena itu, KNPB menilai mereka bukan pelaku kriminal, melainkan tahanan politik yang memperjuangkan hak demokratis.
Desakan untuk Hentikan Intimidasi
Atas situasi tersebut, KNPB Makassar menyampaikan empat tuntutan utama kepada aparat penegak hukum dan pemerintah:
- Hentikan segala bentuk teror dan intimidasi terhadap keluarga empat Tapol NFRPB.
- Bebaskan empat Tapol tanpa syarat, karena mereka adalah tahanan politik, bukan pelaku kriminal.
- Akhiri penundaan sidang yang berlarut-larut, dan tegakkan prinsip keadilan yang transparan.
- Usut pelaku intimidasi terhadap keluarga dan pihak solidaritas secara tuntas.
KNPB Siap Lanjutkan Aksi Solidaritas
KNPB menegaskan akan terus membangun solidaritas bersama mahasiswa Papua dan jaringan prodemokrasi di Makassar untuk mengawal proses hukum empat Tapol NFRPB hingga keadilan ditegakkan.
“Kami tidak akan diam menghadapi praktik intimidasi terhadap keluarga. Jika tuntutan kami diabaikan, kami akan melakukan mobilisasi massa dan aksi solidaritas yang lebih besar,” pungkas Niswan Wanimbo.(*)
Pewarta: Grace Amelia
