Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Michelle Kurisi ”Dihabisi TPN PB Atau TNI-Polri?”
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Siaran Pers > Michelle Kurisi ”Dihabisi TPN PB Atau TNI-Polri?”
Siaran PersTanah Papua

Michelle Kurisi ”Dihabisi TPN PB Atau TNI-Polri?”

admin
Last updated: May 9, 2025 14:36
By
admin
Byadmin
Follow:
2.6k Views
3 years ago
Share
Aparat TNI-Polri Evakuasi Jenazah Michelle Kurisi - Dok
SHARE

Pers Release

Iklan Nirmeke

Penyelidikan kasus pembunuhan Michelle Kurisi perlu dilakukan secara independent dan profesional untuk mengetahui motif dan pelaku pembunuhan yang sebenarnya.

Pembunuhan warga sipil atas nama Michelle Kurisi pada tanggal 28 Agustus 2023, bertempat di Distrik Kolawa, Kabupaten Lanny Jaya, Propinsi Papua Pegunungan tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya dan warga Papua yang peduli terhadap perdamaian di Papua.

Sangat memprihatinkan karena di tengah mobilisasi pasukan TNI dan Polisi di daerah konflik yang jumlah cukup tinggi peristiswa berdarah, masih marak terjadi mulai dari jual menjual senjata dan amunisi antar aparat keamanan dan kelompok sipil bersenjata hingga sandera menyandera, siksa menyiksa, bunuh membunuh setelah itu klaim-mengklaim sebagai pelaku atau yang melakukan di pertontonkan tanpa proses pencegahan atau penyelidikan yang professional untuk mengetahui motif dan pelaku pembunuhan yang sesungguh terjadi di belantara Pegunungan Papua termasuk yang terkini terhadap seorang warga sipil atas nama Michelle Kurisi.

Pasca Peristiwa Pembunuhan tersebut telah beredar luas pernyataan dari Kelompok TPN PB melalui Juru Bicaranya Sebby Sambom bahwa mereka bertanggung jawab terhadap Pembunuhan Michele Kurisi karena keterlibatannya dalam bekerja sama dengan aparat dan kunjungannya ke Nduga dalam rangka mengambil data-data pengungsi sekedar termasuk kegiatan mata-mata untuk pembebasan sandera Warga Negara Selandia Baru.

Klaim tersebut kemudian dengan cepat menjadi alasan pembenar aparat keamanan dengan membangun narasi bahwa Aktivis Perempuan dan Anak tersebut dibunuh oleh Kelompok TPN PB  dan yang bersangkutan bukan intelejen TNI maupun Polri, subtansi dari pengungkapan kasus ini tidaklah menjadi prioritas, yang menjadi prioritas adalah narasi “KAMBING HITAM”  dan Narasi “KAMBING PUTIH.”

Seharusnya yang lebih di kedepankan penyelidikan yang independen mulai dari aktifitas sehari-hari korban, pekerjaannya, relasi dia dalam bekerja termasuk “MISI” yang bersangkutan ke Nduga untuk mengurus pengungsi atas perintah dan kerjasama dengan lembaga atau pihak mana, termasuk siapa yang bersama-sama dengan korban hingga yang bersangkutan di bunuh secara sadis.

Baca Juga:  Belum ada Titik Terang, Pencarian Pilot Susi Air Diperluas ke Yahukimo dan Puncak

Dari pemantauan dan “penelusuran jejak digital” yang dilakukan oleh PAHAM Papua, korban mempunyai relasi cukup dekat dengan beberapa petinggi Polri di Papua, termasuk dalam beberapa konflik di Papua yang bersangkutan secara aktif terlibat dalam aksi-aksi tersebut tetapi tidak tersentuh dalam proses hukum, misalnya dalam peristiwa rasisme 2019, Sdri. Michele Kurisi terlibat dalam Demo Anti Rasisme dengan turut melakukan orasi di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua pada tanggal 19 Agustus 2019 dan kemudian dalam demo tanggal 29 Agustus 2019 yang berbuntut terjadi tindakan anarkhir pembakaran dan pengrusakan sejumlah bangunan di Papua yang bersangkutan juga hadir dalam Demontrasi tersebut namun tidak pernah tersentuh lewat proses hukum baik sebagai saksi biasa maupun tersangka.

Korban juga dalam proses hukum terhadap aktifis yang dijerat dengan tuduhan makar setelah peristiwa rasis tahun 2019 baik di Balikpapan dan Jayapura aktif melakukan pemantauan, korban sebelum peristiwa pembunuhan tidak pernah terdengar keterlibatannya sebagai aktifis perempuan dan anak yang mengurus pengungsi dan anak termasuk persoalan perempuan dan anak lainnya, korban juga tidak terdengar keterlibatannya dalam NGO atau organisasi masyarakat sipil yang melakukan advokasi terhadap masalah-masalah perempuan dan anak.

Penyelidikan yang independent dan professional sangat perlu dilakukan secara mendalam dilakukan oleh pihak yang netral sangat penting menghendari klaim mengklaim dengan narasi-narasi yang sarat kepentingan politik, menjadi penting saksi-saksi dan alat bukti yang dapat membantu pengungkapan kasus tersebut adalah jejak digital korban mulai dari aktivitas yang bersangkutan terakhir ini komunikasi dengan pihak-pihak siapa saja dan saat melakukan perjalanan ke Nduga atas perintah dan bersama dengan siapa? Setelah itu baru dilakukan penyelidikan terhadap proyektil yang di pakai menembak di Puslabfor, akan diketahui peluru dan senjata produksi mana? akan ketahuan pihak-pihak yang menggunakannya atau dari kesatuannya.

Baca Juga:  Bunuh Sandera Pilot Philip Mark Marthens

Jejak Digital yang bisa di pakai untuk menelusuri motif pembunuhan yang bersangkutan adalah hadirnya Sdri Michelle Kurisi dalam webinar dalam Paradox yang dibawakan oleh Bishop Joshua Tewuh dengan judul, “INDONESIA WALK OUT WHY?” Dalam acara Paradox tersebut Korban Sdri Michelle Kurisi mengapresiasi delegasi ULMWP dan mendukung perjuangan Papua Menjadi Anggota MSG serta berbalik mengkritisi Pemerintah Indonesia cukup keras, inti pernyataan antara lain : Salut untuk Pemimpin ULMWP yang hadir di Vanuatu, Delegasi Indonesia tidak mewakili Papua, Tidak Mewakili Adat Istiadat Orang Papua, Indonesia Walk Out dari Forum MSG sangat memalukan,  Menteri Luar Negeri Retno Marsudi diminta mengundurkan diri.

Melihat track record korban akhir-akhir ini terdapat berbagai spekulasi tentang pembunuhannya bukan saja korban di bunuh oleh Kelompok TPN PB, tetapi bisa saja sengaja di “hilangkan” oleh kelompok yang sakit hati terhadap pernyataan korban yang kontra dengan kepentingan mereka di Tanah Papua atau sengaja menciptakan narasi konflik Papua dari konflik kekerasan Negara yang dilakukan oleh aparat keamanan ke konflik kekerasan yang dilakukan TPN PB terhadap masyarakat sipil.

Berdasarkan uraian tersebut diatas, untuk pengungkapan kasus terbunuhnya Almarhumah Michelle Kurisi secara Independent, maka Pemerintah Republik Indonesia melalui KOMNAS HAM RI perlu membentuk Tim Independen guna pengungkapan Kasus Pembunuhan diluar hukum (Extra Judicial Killing) dan menghindari klaim mengklaim yang tidak bertanggung jawab baik di kalangan TPN PB maupun TNI Polri yang menimbulkan korban berjatuhan di kalangan masyarakat sipil yang ada di Tanah Papua.

Demikian siaran pers kami, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima-kasih.

Hormat kami,

Perkumpulan Pengacara HAM Papua

GUSTAF R. KAWER, S.H, M. Si

HERMON SINURAT, S.H;

JAQUALINE KAFIAR, S.H

RAYOLIS KORWA, S.H.

Related

You Might Also Like

Assa Asso Terpilih sebagai Ketua Papuan Voices Nasional Periode 2025–2028

Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026

Janji Manis yang Terancam Pahit: 21 Mahasiswa Kedokteran Jayawijaya Hadapi Ancaman Cuti karena Bantuan Tak Kunjung Turun

Ahli Waris Pasang Spanduk di Lokasi Pusat Pemerintahan Papua Pegunungan, Tuntut Kejelasan Hak Tanah dan DPRK Otsus

Dr. Yunus Wonda: Kami Milik Semua Orang di Kabupaten Jayapura

TAGGED:Konflik Bersenjata di PapuaMichelle Kurisipembebasan Sandera Pilot Susi AirTim Koalisi PAHAM PapuaTPNPB Kodap III Ndugama

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Kenapa Keanggotaan ULMWP di MSG Ditolak?
Next Article Aliansi Masyarakat Adat Wouma-Welesi Beri Surat Kuasa ke PAHAM Papua
3 Comments 3 Comments
  • Siwan says:
    September 2, 2023 at 00:33

    Di wanena saja, banyak pembunuhan Terhadap OAP maupun Non OAP Penegak Hukum hannya malas, trus bedanya apa dgn dia, Apakah yg korban penikam dan Pembunuhan Dgn Alasan Tabrak Lari yg saat ini banyak makan korban di wamena ini bukan manusia ka,

    Reply
  • Pingback: ordering tadalafil online
  • Pingback: custom essay paper writing

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Bupati Lanny Jaya: PGBP dan PGBWP Bersatu, Tanda-Tanda Alam Sudah Ada
Papua Pegunungan
1 week ago
Asisten III Pemkab Jayawijaya Buka Seminar, Launching Website dan MPAB HMPJ di Jayapura
Pendidikan
1 week ago
Ketua PGBP Serukan Umat Baptis Papua Hentikan Perang Suku dan Tinggalkan Panah-Parang
Papua Pegunungan
1 week ago
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Nisel Payage dan Meno Heluka Bukan Anggotanya
Polhukam Siaran Pers
1 week ago
Baca juga
Catatan Aktivis PapuaSiaran Pers

Masyarakat Tiga Aliansi Suku Hubula Butuh Dukungan Semua Komponen Suku di Lapago

4 years ago
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

HIPMI dan KP3 Bersinergi Perkuat Ekonomi Lokal Papua Pegunungan

3 months ago
LingkunganTanah Papua

Sinergi Warga dan Pemerintah: Wamena Bergerak Wujudkan Kota DANI yang Bersih dan Indah

2 years ago
Papua PegununganPendidikanSastra

Akses Pendidikan Terbatas, Sekolah Adat Hugulama dan Sekolah Jarak Jauh Hadir di Itlay Hisage

3 months ago
Perempuan & AnakTanah Papua

Bupati Yahukimo Lantik Pengurus GOW 2025–2030, Dorong Perempuan Aktif Melayani di Berbagai Sektor

12 months ago
Tanah Papua

Wakil Bupati Yahukimo Pimpin Apel Pagi, Tegaskan ASN Prioritaskan Pelayanan Publik

1 year ago
PolhukamTanah Papua

TPNPB: Warga Imigran Indonesia dan Orang Papua Diminta Jaga Jarak dengan Aparat Militer di Wilayah Konflik

3 months ago
PendidikanTanah Papua

Bupati Yahukimo Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah, Simbol Komitmen Pembangunan Pendidikan

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?