Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: BEM USTJ–LBH Papua: Deforestasi PSN Perparah Dampak El Nino di Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Lingkungan > BEM USTJ–LBH Papua: Deforestasi PSN Perparah Dampak El Nino di Papua
LingkunganPendidikanTanah Papua

BEM USTJ–LBH Papua: Deforestasi PSN Perparah Dampak El Nino di Papua

Agus Wilil
Last updated: August 31, 2026 11:43
By
Agus Wilil
ByAgus Wilil
Follow:
153 Views
2 months ago
Share
Foto bersama usai Diskusi Publik BEM USTJ Bersama LBH Papua - (Foto: Agus Wilil/Nirmeke)
SHARE

JAYAPURA, NIRMEKE.COM — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua menilai pembukaan hutan dalam skala besar yang berkaitan dengan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) berpotensi memperparah dampak fenomena El Nino dan krisis ekologis di Papua.

Iklan Nirmeke

Pandangan tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “El Nino Bertemu Proyek Strategis Nasional: Pembongkaran Hutan, Hujan Tropis Papua Melahirkan Kekeringan, Gagal Panen, Titik Api di Papua dan Memperparah Krisis Iklim” yang digelar di Aula Gedung Utama USTJ, Jumat (28/8/2026).

Diskusi tersebut menyoroti fenomena kekeringan, berkurangnya sumber air, gagal panen, kebakaran hutan dan lahan, hingga embun beku dan hujan es yang terjadi di sejumlah wilayah Papua.

Menteri Lingkungan BEM USTJ, Rudi Jafata, mengatakan dampak cuaca ekstrem di Papua memiliki karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari wilayah pesisir hingga kawasan pegunungan.

“Dataran rendah dan pesisir mengalami kekeringan, penyusutan air danau, serta kekeringan sumber air bersih warga,” kata Rudi.

Sementara di kawasan pegunungan, menurutnya, masyarakat menghadapi fenomena ekstrem berupa penurunan suhu, embun beku dan hujan es yang berdampak langsung terhadap tanaman pangan.

Rudi mengatakan kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena masyarakat Papua masih sangat bergantung pada sumber daya alam dan sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Deforestasi Dinilai Memperbesar Dampak Kekeringan

Rudi menilai pembukaan hutan dalam skala besar dapat mengganggu fungsi ekologis kawasan hutan, termasuk tata air dan kemampuan tanah menyimpan air.

Menurutnya, ketika fenomena El Nino terjadi, wilayah yang ekosistemnya telah mengalami tekanan akibat perubahan tutupan lahan akan lebih rentan terhadap kekeringan.

“Pembabatan hutan telah merusak tatanan hidrologi dan kemampuan tanah menyimpan air. Ketika fenomena El Nino datang, dampak kekeringan menjadi berlipat ganda karena daya dukung lingkungan alami telah rusak akibat alih fungsi lahan,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Yahukimo Serahkan Dana Hibah Rp1 Miliar untuk Calon Klasis Balim Timur

Ia meminta pemerintah tidak hanya melihat kebakaran hutan, kekeringan dan gagal panen sebagai persoalan cuaca, tetapi juga mengevaluasi aktivitas pembangunan dan pembukaan lahan yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap lingkungan.

Pemerintah Didesak Lindungi Pangan Lokal

BEM USTJ dan LBH Papua juga mendesak pemerintah segera memperkuat penanganan terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan dan kerusakan lahan pertanian.

Rudi meminta pemerintah menyediakan bantuan air bersih, memberikan dukungan kepada petani yang mengalami gagal panen, serta memperkuat perlindungan terhadap pangan lokal.

“Pemerintah wajib hadir memitigasi risiko gagal panen dengan membeli hasil pangan lokal masyarakat guna menjamin ketahanan pangan warga terdampak,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah didorong mengalokasikan anggaran darurat melalui APBN maupun APBD untuk membantu masyarakat terdampak, terutama dalam penyediaan air bersih dan pemulihan ekonomi masyarakat kecil.

Rudi juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap izin penanaman modal dan ekspansi lahan berskala besar yang dinilai berpotensi menyebabkan kerusakan hutan alami Papua.

Mahasiswa Soroti PSN di Merauke

Ketua BEM USTJ, Alex You, mengatakan persoalan krisis iklim di Papua harus dilihat secara lebih luas dengan mempertimbangkan faktor perubahan iklim dan aktivitas manusia yang mengubah bentang alam.

Ia menyoroti pembukaan lahan dan penebangan hutan yang berkaitan dengan pembangunan berskala besar, khususnya di wilayah Merauke.

“Dinamika krisis iklim yang terjadi di Papua hari ini merupakan akibat dari pemanasan global, peningkatan efek rumah kaca, serta penebangan hutan secara masif demi proyek strategis nasional, seperti yang mulai dibuka di Merauke dan beberapa wilayah Papua lainnya,” ujar Alex.

Baca Juga:  Beri Ijin Perusahan Kelapa Sawit, Suku Awyu Gugat Dinas PTSP Provinsi Papua di PTUN Jayapura

Menurut Alex, pembangunan tidak boleh mengabaikan daya dukung lingkungan dan keberadaan masyarakat adat yang kehidupannya bergantung pada hutan dan sumber daya alam.

Ia menyerukan evaluasi terhadap proyek-proyek strategis nasional di Merauke dan wilayah Papua lainnya yang berpotensi berdampak terhadap ekosistem hutan, lingkungan hidup dan ketahanan pangan masyarakat.

Hasil Diskusi Akan Dirumuskan Menjadi Kajian

Alex menegaskan, diskusi publik tersebut tidak berhenti pada forum akademik. BEM USTJ bersama jaringan mahasiswa dan pemuda berencana merumuskan hasil diskusi menjadi dokumen kajian yang dapat menjadi dasar untuk mendorong langkah advokasi berikutnya.

“Konsolidasi mahasiswa dan pemuda tidak hanya berhenti pada pertukaran ide, teori atau perdebatan dalam forum ilmiah. Hasil diskusi ini akan kami rumuskan menjadi dokumen kajian komprehensif yang menjadi landasan langkah selanjutnya,” katanya.

BEM USTJ dan LBH Papua berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah membuka ruang evaluasi terhadap kebijakan pembangunan yang berpotensi memberikan tekanan terhadap lingkungan.

Mereka juga mendesak pemerintah memperkuat mitigasi bencana, perlindungan pangan lokal dan penyediaan bantuan bagi masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem.

Menurut mereka, penanganan krisis ekologis Papua tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi. Pemerintah perlu memperkuat pencegahan sekaligus memastikan pembangunan ekonomi berjalan sejalan dengan perlindungan hutan, lingkungan dan masyarakat adat.

Catatan: Penilaian mengenai deforestasi dan PSN yang memperparah dampak El Nino merupakan pandangan BEM USTJ dan LBH Papua yang disampaikan dalam diskusi publik tersebut. Hubungan sebab-akibat spesifik antara proyek tertentu dan fenomena cuaca ekstrem memerlukan verifikasi serta kajian ilmiah lebih lanjut.[*]

Pewarta: Agus Wilil

Related

You Might Also Like

Setahun Tanpa Kepastian, Mama-Mama Papua Desak Gubernur Papua Selatan Segera Bangun Pasar

Rakyat Intan Jaya Desak Pemerintah Usut Pembunuhan 15 Warga Sipil di Soanggama

Aksi Demo Damai KNPB di Sentani Berakhir Penangkapan dan Pemukulan

Pemerintah Yahukimo Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati dan Wabup Resmikan Gedung Gereja Baptis Dekai

Sekolah Adat Santo Yohanes Pembaptis II Diresmikan: Upaya Menyelami dan Merawat Jati Diri Papua

TAGGED:BEM USTJ JayapuraBencana El Nino di PapuaDeforestasi Hutan Adat PapuaLBH PapuaProyek Strategis Nasional (PSN)

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Kecelakaan Maut Tolikara Diselesaikan Lewat Hukum Adat, Disepakati Rp1, 8 Miliar dan 180 Babi
Next Article HIPMI Dorong KONI Papua Pegunungan Kembangkan Sport Industry Jelang PON XXII
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Lis Tabuni Ajak Generasi Muda Papua Tengah Kokohkan Persatuan Lewat Sosialisasi Empat Pilar
Nasional Papua Tengah Pendidikan
3 days ago
Alpius Yigibalom Serahkan Bantuan Rp100 Juta dari Gubernur untuk Konferensi ke-15 Gereja Baptis West Papua
Papua Pegunungan
3 days ago
Ketua Baptis Misionaris Australia Tiba di Wamena, Siap Ikuti Rangkaian Yubelium ke-70 Tahun
Papua Pegunungan
3 days ago
HMPJ Jayapura Minta Bupati Jayawijaya Hadiri Penerimaan Anggota Baru, 81 Peserta Terdata
Pendidikan
3 days ago
Baca juga
InfrastrukturTanah Papua

PJ Gubernur Papua Pegunungan Dikritik soal Banyaknya Honorer Non Papua

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Penolakan Keanggotaan West Papua oleh MSG dan Jalan yang Harus Ditempuh Oleh Rakyat Papua

3 years ago
PolhukamTanah Papua

Sidang Keempat Kasus Alm. Thobias Silak Digelar di PN Wamena, Hanya Satu Saksi Hadir

1 year ago
Tanah Papua

KNPB Sektor Bokam Sampaikan Materi Sejarah Papua kepada Mahasiswa Oksop di Jayapura

1 month ago
Papua Pegunungan

Pemkab Yahukimo Salurkan Bantuan Beras ke Enam Distrik Terdampak Kekeringan

2 months ago
Pendidikan

Asrama Putri Mahasiswi Tolikara Kota Studi Jayapura Diresmikan, Ini Pesan Pj Bupati

4 years ago
Pendidikan

UNICEF dan Pemkab Yahukimo Kolaborasi Tingkatkan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini

1 year ago
PolhukamTanah Papua

171 Tahun Injil Masuk Tanah Papua, PMKRI Jayapura: Gereja Harus Bersikap untuk Kemanusiaan

9 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?