Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Bunuh Sandera Pilot Philip Mark Marthens
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Bunuh Sandera Pilot Philip Mark Marthens
Catatan Aktivis PapuaEditorialHeadline

Bunuh Sandera Pilot Philip Mark Marthens

admin
Last updated: May 17, 2023 11:15
By
admin
Byadmin
Follow:
1.5k Views
3 years ago
Share
Foto Penyanderaan pilot Susi Air. ist
SHARE

Oleh: Jefry Wenda

Iklan Nirmeke

Philip Mark Marthens, pilot asal Selandia Baru ditawan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-Kodap III, Wilayah Nduga–Darakma dibawah pimpinan Brigjen Egianus Kogoya, (07/02/2023).

Penyanderaan ini menyebar kilat seperti petir hantam seluruh jagad media mainstream baik di Indonesia maupun internasional. Tak terhitung jumlah media yang menghentakan suara dengan keras di tengah kebisuan pada setiap telinga yang tertutup rapat dari sekian banyak aksi TPNPB sejak 1965.

Hingga saat ini pembahasan mengenai penyanderaan pilot dan perjuangan TPNPB masih jadi isu yang hangat diperbincangkan dimana-mana dengan berbagai macam perspektif.

Nama Brigjend Egianus Kogoya dan TPNPB serta perjuangannya dalam merebut kemerdekaan demi membebaskan rakyat Papua dari cengkraman kolonialisme Indonesia dan Imperialisme dengan metode taktik–gerilya berkibar di hampir seluruh belahan dunia.

Tentu saja TPNPB punya target. Terlepas dari target maksimum merdeka, target minimum kampanye internasional tentang eksistensi perjuangan pembebasan nasional dengan metode gerilya.

Dalam hal ini TPNPB telah berhasil menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa “kami masih ada, perjuangan Papua Merdeka masih hidup dan akan terus bergelora hingga terwujudnya kemerdekaan sejati”.

Nyaris tiga bulan lebih satu minggu tidak ada satu kutubusuk pun yang mampu membebaskan pilot. Pertanyaannya, apakah Operasi Militer akan mampu membebaskan pilot atau oprasi ini hanya di targetkan untuk membunuh pilot dan menuduh TPNPB sebagai pelaku?

Menanggapi penyanderaan ini, sebelumnya Surat Gembala telah dikeluarkan guna meminta Brigjen. Egianus Membebaskan Pilot. Benny Wenda yang mengklaim dirinya Presiden: “mendesak TPNPB membebaskan pilot”. Di panggung lain, Jeffrey Bomanak, Ketua OPM seperti anak kecil berusaha belajar menari-nari cari perhatian diatas panggung channel YouTube PARADOX PAPUA menunjukkan kebodohan serta kekacauan dan mengklaim paling bertanggung jawab atas penyanderaan.

Sebuah usaha konyol tanpa makna. Orang-orang ‘megalomania’ ini hanya melemparkan diri mereka di atas panggung hiburan banyak orang, sok menjadi pahlawan kesiangan bagi tawanan yang pada dasarnya menghilangkan esensi dari tuntutan pokok TPNPB.

Baca Juga:  Genap Satu Tahun, Indonesia Abaikan Pilot Philip Marthens Ditangan Brigjen Egianus Kogeya

Sikap acuh tak acuh terhadap seruan pembebasan yang ditunjukkan TPNPB Kodap III, menjadi tamparan keras kepada Para Gembala, Benny Wenda dan juga Bomanak yang begitu memalukan itu. Sikap ini juga sekaligus menegaskan bahwa TPNPB punya strategi dan taktik (stratak) tersendiri yang tidak dapat diintervensi oleh siapapun.

Selanjutnya, penjajah punya cara tersendiri. Terlihat bahwa tidak ada itikad baik dalam operasi penyelamatan Pilot Susi Air. Hal ini telah ditunjukkan negara dalam menjawab tuntutan TPNPB: Menolak negosiasi dan memilih jalan operasi pembebasan.

Bisa kita lihat dengan pengiriman militer dalam jumlah banyak. Negara elepaskan 1 Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 200 Bakti Negara dari Kodam II Sriwijaya dan Yonif 133/Yudha Sakti dari Kodam I Bukit Barisan di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sumatera Selatan ke Papua (belum termasuk yang terbaru).

Tugas dari batalyon ini menjaga ketat di semua wilayah perbatasan, Jalan perbatasan Papua yang, terdiri 4 dari 13 Pos lintas batas, mulai dari skow, Waris, Yeti, Ubrub, Oksibil, Tanah Merah, Muting, Hingga di Merauke yang jaraknya mencapai 820 KM. Tujuannya agar TPNPB tidak membawa pilot menyeberang Papua New Guinea (PNG).

Selain itu Operasi pembebasan ini berdampak pada penyisiran secara gila-gilaan dilakukan hampir di setiap kampung dan distrik di seluruh wilayah pegunungan: Penangkapan serta penembakan terhadap masyarakat sipil dengan dalil simpatisan TPNPB.

Sayangnya, operasi Pembebasan pilot tidak berjalan baik. Serangan balik “mematikan” pada 15 April 2023, tanpa ampun TPNPB sergap 36 Prajurit di Pos TNI di Mugi-mam kab. Nduga. Serangan ini menyebapkan 9 prajurit TNI gugur, 5 diantaranya telah di evakuasi, 4 hilang tanpa jejak, lainya lari kocar kacir. Dari serangan ini TPNPB berhasil merampas 9 pucuk senjata.

Serangan mematikan Brigjen Egianus seakan menjadi pukulan telak bagi TNI, membuat Panglima TNI Yudo Margono tidak bisa tidur nyenyak, bolak balik jakarta–Papua macam ikan pusing, sampean merubah status operasi penegakan hukum menjadi Operasi siap Tempur di luar mekanisme.

Baca Juga:   Umat Tuhan di Papua Mati Banyak, Gereja Katolik Terus Berdiam Diri

Begitu juga dengan polda Papua, Matius Fakhiri, yang selalu sibuk tangkap pejabat dan membangun narasi busuk terhadap TPNPB.

Pada 24 April, di bulan lalu, melalui Video singkat Pilot Asal selandia baru bilang begini: “Hampir tiga bulan setelah OPM tangkap saya di paro, saya masih hidup, masih sehat, saya makan yang baik dan minim yang baik”, katanya.

“Saya tinggal bersama orang disini, duduk bersama, jalan bersama, istirahat bersama tidak ada masalah dengan saya. Indonesia lepas bom di daerah sini, jadi tidak usah! Kalau lepas BOM itu bahaya untuk saya dan orang-orang disini” lanjutnya.

Pesan singkat ini menunjukan kekuatiran yang amat dalam dari Pilot akibat serangan membabi buta TNI terhadap dirinya bersama TPNPB dengan menggunakan BOM.

Serangan membabi buta menggunakan BOM memperjelas negara tidak mau ambil pusing terhadap nyawa seorang Pilot. Artinya, sudah cukup banyak kerugian besar yang dialami negara akibat nyawa seorang pilot, sehingga menemukan Pilot dalam keadaan mati atau hidup tidaklah berarti, yang terpenting adalah operasi pembebasan harus berakhir.

Dengan reaksi rezim psikopat ini dapat disimpulkan bahwa operasi militer yang dilakukan oleh TNI punya satu maksud yang tersembunyi yaitu, “BUNUH PILOT”.

Karena dengan membunuh Pilot Asal selandia Baru dan menuduh TPNPB sebagai pelaku adalah cara yang baik untuk menghancurkan perjuangan TPNPB di mata dunia, mengembalikan nama baik TNI sekaligus membayar mahal nyawa 9 prajurit TNI yang mati bodok-bodok dalam operasi pembebasan sandera.

Akhinya, TPNPB memanggul beban yang berat. Selain menjaga nyawa pilot dari serangan musuh TNI, mereka juga harus menjaga diri mereka sendiri, berjuang, menyerang dan bertahan secara terus menerus.

Hormat saya setinggi–tingnya buat Brigjend Egianus dan seluruh pasukan gerilya di di medan juang. Jaga pilot dengan baik. Jagan sampai terbunuh oleh musuh. Tetap terjaga dan Jagan mudah percaya dengan sampah masyarakat yang ada diluar sini. HORMAT!

Holandia, 15 Mei 2023

Related

You Might Also Like

Kepergian Lukas Enembe Kado Natal Spesial Bagi Rakyat Papua

Pengesahan UU TNI: Kepentingan Politik Prabowo 2029 Korbankan Supremasi Sipil

MRP se-Tanah Papua Satukan Kekuatan, Kirim Pesan Keras ke Pemerintah Pusat

Konten Bobon Santoso Bentuk Eksploitasi Komodifikasi Atas Identitas Dan Penderitaan Bangsa Terjajah di Papua

Pencaker: Otsus Hadir Untuk Orang Papua Bukan Non Papua, Pemerintah Harus Utamakan Putra Daerah

TAGGED:Philip Mark Marthenspilot asal Selandia BaruTPNPB Kodap III Ndugama

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Masyarakat Adat Tiga Aliansi Tolak Pengukuran Sepihak Tanah Kantor Gubernur Papua Pegunungan
Next Article Pemerintah Jangan Paksa, Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur di Welesi Masih Bermasalah
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Komisi V DPR Papua Pegunungan Soroti Pelayanan Kesehatan Dasar, Usulkan Kartu Papua Sehat untuk OAP
Kesehatan Papua Pegunungan
6 hours ago
KP3 Resmi Berbadan Hukum, Simson Asso Ajak Pemuda Papua Pegunungan Masuk Dunia Usaha
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
1 day ago
Gubernur Papua Pegunungan Dukung KP3, Beri Bantuan Modal dan Fasilitasi Distribusi Pangan Antarwilayah
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
MRP Papua Pegunungan Keluhkan Anggaran: Delapan Bulan Hanya Terima Gaji, Kunjungan Kerja dan Reses Terhenti
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan
2 days ago
Baca juga
ArtikelCatatan Aktivis Papua

Simbol Sakral Bukan Kostum Politik

7 months ago
Catatan Aktivis PapuaPendidikan

Pemuda Pendobrak Perubahan

2 years ago
EditorialHeadline

Bangsa Ini Bangsat

4 years ago
Editorial

Menantikan Uskup Agung Merauke Yang Baru

2 years ago
Raga Kogeya Koordinator Pengungsi Nduga di Wamena - Yefta/nirmeke
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Raga Kogeya: Pengungsi Nduga Masih Diabaikan Oleh Pemerintah Indonesia

3 years ago
HeadlinePolhukam

Harta Benda Milik Masyarakat Sipil di Kwiyawage Dijarah Militer Indonesia Ketika Melakukan Pencarian Pilot Susi Air

3 years ago

 HITAM-PUTIH: Fakta 10 Tahun  BTM Menakhodai Kota Jayapura 

4 years ago
Editorial

Peta Kekerasan di Papua Barat: 100 Ribu Orang Terbunuh

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?