Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Mendalami Strategi Perang Gerilya ala Che Guevara
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Editorial > Mendalami Strategi Perang Gerilya ala Che Guevara
Editorial

Mendalami Strategi Perang Gerilya ala Che Guevara

admin
Last updated: October 9, 2023 08:59
By
admin
Byadmin
Follow:
2 years ago
Share
4 Min Read
SHARE

Ernesto Rafael Guevara atau Che Guevara terkenal karena berhasil memimpin perang gerilya pada revolusi Kuba. Revolusi tersebut menjadi martir dari gerakan-gerakan gerilya lain di Amerika Latin. Lantas bagaimana strategi perang gerilya ala Che?

Iklan Nirmeke

Che Guevara adalah seorang pejuang revolusi, dokter, sekaligus pemimpin gerilyawan. Ia lahir pada hari ini 14 Juni 92 tahun lalu atau pada 1928.

Ia menjadi radikal setelah berkeliling ke seluruh Amerika Latin dan menyaksikan langsung kelaparan, kemiskinan dan penyakit yang dialami oleh masyarakat di sana. Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil jalur militer dalam perjuangannya melawan rezim Batista.

Che memang berhasil membuka gerbang revolusi di Amerika Latin dengan menggulingkan rezim Batista di Kuba. Keberhasilan revolusi di Kuba yang direplikasi Che di Bolivia sayangnya gagal. Pada Oktober 1967, Che kandas dieksekusi militer negara tersebut.

Selain seorang pemimpin gerilyawan, Che merupakan orang yang gemar membaca dan menuangkan setiap pemikiran dan pengalamannya dalam sebuah tulisan. Salah satu buku Che, La Guerra de Guerrillas (1961) menceritakan pengalamannya dalam membangun dan memimpin gerakan gerilya.

Perang gerilya

Dalam bukunya itu Che menjelaskan tentang perang gerilya dalam konteks abad ke-20 di Amerika Latin. Ia menyinggung soal kemenangan bersenjata rakyat Kuba atas rezim Batitsta, menjadi martir gerakan revolusioner di Amerika Latin. Secara nyata gerakan rakyat tersebut menunjukkan kapasitasnya untuk membebaskan dirinya melalui perjuangan gerilya melawan pemerintahan yang menindasnya.

Baca Juga:  Esensi Perang Gerilya

Che menekankan perang gerilya sejatinya merupakan perang rakyat. Gerilyawan merupakan perwakilan dari rakyat. Oleh karena itu kekuatan dari gerilyawan pun didukung penuh oleh kekuatan massa dan para petani. Tanpa mereka gerilyawan tak berarti apa-apa.

Perang gerilya kata Che, adalah basis dari perjuangan yang punya karakteristik bermacam-macam, segi-segi yang berbeda meskipun esensinya sama: pembebasan. “Nyatalah bahwa perang diatur oleh seperangkat hukum ilmiah tertentu, dan siapapun yang menentangnya akan mengalami kekalahan dalam peperangan itu,” kata Che dalam bukunya (1961).

Perang gerilya diatur oleh semua hukum-hukum tersebut. Pada dasarnya kondisi sosial dan geografis di masing-masing negara menentukan corak dan bentuk khusus dari perang gerilya. Lalu apa saja hukum-hukumnya?

Strategi

Pertama adalah kita harus menentukan siapa pejuang dalam perang gerilya. Di satu sisi ada kelompok penindas dan agen-agennya seperti tentara profesional, sementara di sisi lain ada populasi bangsa atau kawasan yang terlibat.

Bagi Che, gerilya sebagai sebuah gerakan bersenjata yang merupakan pelopor perjuangan raykat dan kekuatan terbesar mereka berakar dari gerakan massa. Perang gerilya mulai bisa bekerja ketika memiliki dukungan mayoritas. “Sekalipun memiliki sejumlah kecil persenjataan, dengan itu kita (dapat) mempertahankan diri melawan penindas,” tulisnya.

Baca Juga:  Ada 9 Julukan Kota 'Wamena' Yang Belum Anda Ketahui Saat Ini

Kemudian setelah menganalisis corak, bentuk perjuangan dan memahami basis massanya, kita baru bisa melanjutkan ke hukum berikutnya yakni untuk apa perjuangan gerilya tersebut. Kita musti sampai pada kesimpulan yang tak terhindari bahwa gerilyawan/wati adalah pembaru sosial, yang mengangkat senjata menanggapi protes marah rakyat menentang para penindasnya, dan yang berjuang untuk mengubah sistem sosial yang membelenggu saudara-saudaranya dalam kemiskinan dan kehinaan.

Lebih lanjut, bila mendalami taktik perang gerilya, maka kata Che kita akan melihat pejuang gerilya harus memiliki pengetahuan perihal daerah operasi, tempat persembunyian, dan jalur-jalur dan juga rute untuk melarikan diri serta untuk melakukan serangan kilat. Selain itu mereka juga perlu tau seberapa luas dukungan rakyat. Hal tersebut menunjukkan bahwa pejuang gerilya akan melakukan aksinya di daerah yang berbukit-bukit dan jarang penduduknya.

Prinsip dasar dari perang gerilya menurut Che adalah tidak ada pertemputan, konflik bersenjata atau pertempuran kecil yang akan dilaksanakan kecuali kita yakin menang. “Itu artinya kemampuan ‘gerakan bawah tanah’, tipuan, atau kejutan merupakan elemen mendasar dari perang gerilya,” kata Che.

***

Catatan: Tulisan ini pernah dimuat di voi.id. Dimuat lagi disini untuk tujuan pendidikan politik dan propaganda di Papua.

Related

You Might Also Like

Pasifik Selatan: Kelemahan, Peluang dan Tantangan ke Depan

Cycloop Bukan untuk Digali: Menolak Tambang demi Masa Depan Papua

Memadukan Keasimetrisan Aceh dan Papua

Kunjungan Paus Fransiskus Sangat Bersejarah Bagi Orang Papua

Esensi Perang Gerilya

TAGGED:Che GuevaraErnesto Rafael GuevaraPerang Gerilya di Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Asosiasi Wartawan Papua Resmi Dilaunching di Jayapura
Next Article Ini Temuan Komnas HAM Tentang Polemik Lokasi Kantor Gubernur di Wamena
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Pemkab Yahukimo Luncurkan Penyaluran Bantuan Pangan ke 51 Distrik
Papua Pegunungan Tanah Papua
5 hours ago
Dari Rumah Sederhana di Wamena, Noken Rasta Menjelajah Indonesia hingga PNG
Ekonomi & Bisnis Perempuan & Anak
13 hours ago
Sidang Perdana Korupsi Dana Kampung Lanny Jaya Digelar, Peran Mantan Pj Bupati Dipertanyakan
Tanah Papua
1 day ago
Hak Pelatih dan Pemain Belum Dibayar, Persipuja Terancam Tak Ikut Liga 4 Papua Tengah
Olaraga
1 day ago
Baca juga
Editorial

Kalau Otsus dan Pemekaran Dilanjutkan di West Papua

4 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Apa Yang Berubah? Sebuah Refleksi Tentang Perempuan Baliem

2 years ago
Editorial

Terkuak Kasus penembakan Bukit Arfai Papua 1965

3 years ago
ArtikelEditorial

Mengenal Suku Hugula di Papua

2 years ago
Editorial

Ketika “Pengertian” Berganti Menjadi Pungutan — Krisis Integritas di Pemerintahan Jayawijaya

4 months ago
EditorialHeadlineTanah Papua

Indonesia Hadir “Tanpa Diundang” di MACFest 2023

3 years ago
EditorialPolhukam

Otonomi Khusus Papua, Mengapa Memiskinkan Papua?

3 years ago
EditorialPendidikan

Nasionalisme Indonesia Di Papua Dalam Ancaman Serius

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?