Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Gereja Bukan tempat Fashion Show
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Editorial > Gereja Bukan tempat Fashion Show
Editorial

Gereja Bukan tempat Fashion Show

admin
Last updated: March 4, 2023 05:25
By
admin
Byadmin
Follow:
1.8k Views
8 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Miris melibat penampilan para perempuan modis datang ke gereja dan merayakan Ekaristi. Kerap kali dijumpai, mereka terkesan bebas dalam berbusana. Sehingga, setiap orang bisa sesuka hati mengenakan pakaian apapun, termasuk di tempat yang lazim kita sebut sebagai rumah Tuhan yang suci.

Iklan Nirmeke

Perkembangan trend dunia mode tidak bisa dibendung. Beranekaragam trend mode dengan muda masuk dan menjelajah ke berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Namun, pengertian trend tidak berarti sebuah kebebasan yang layak di kenakan dimanapun. Ada batasan yang memagari penampilan, khususnya untuk kaum perempuan yang merupakan ujung tombak busana.

ETIKA BERBUSANA

Etika berbusana dimulai dari rumah. Sadar atau tidak, sebuah rumah tangga sangat terpengaruh dari cara seorang ibu berbusana. Ibu adalah cermin keluarganya di tengah publik. Misalkan, jika kita melihat seorang remaja putri berpakaian tidak sopan ke gereja, kerap kita bertanya, ” siapa ibu putri tersebut?” Nah, kalau yang melakukan hal serupa adalah ibu-ibu, siapa yang kita salahkan?

Trend busana memberikan pengetahuan setara pemahaman tentang tata cara dan membeli busana yang tepat untuk dipakai pada suatu kesempatan. Tentu ada banyak pertimbangan seorang perempuan memilih cara berbusana. Salah satunya ‘mencuri’ perhatian orang. Namun, gereja bukan tempat yang pantas untuk menerapkan tujuan tersebut!

Baca Juga:  Cadangan Minyak Indonesia 3,95 Miliar Barel, Terbanyak di Papua

Di tengah gempuran aneka mode, mulai dari yang sopan sampai modern – bahkan eksotis – perempuan masa kini pun berebut posisi. Ada harapan yang ingin ditonjolkan sesuai keinginan. Namun, harapan tersebut tidak dibarengi dengan etika. Sehingga, bukan mendongkrak pamornya, tetapi justru merendahkan martabatnya sendiri.

Perempuan adalah makluk Tuhan yang terindah. Dia menciptakan perempuan dengan lekuk tubuh memukau. Menjadi perempuan adalah soal kelahiran, tetapi menjadi seorang perempuan bijaksana dan beretika adalah pilihan. Masih sangat banyak pilihan berbusana yang bisa menjadi cermin diri seorang perempuan yang sopan, bermoral, dan tahu diri. Cara berbusana kita saat beribadah adalah sebuah penghormatan untuk Tuhan.

TIDAK TEGAS

Hingga kini, (belum semua) Gereja Katolik Indonesia membuat tata tertib berbusana yang sopan saat mengikuti Ekaristi. Aturan tersebut rasanya belum ada di sejumlah paroki. Alhasil, tata tertib berbusana belum tegas diterapkan. Ketidakjelasan dan ketidaktegasan ini lantas berlarut-larut hingga menimbulkan kesan gereja tak ada bedanya seperti area fashion show.

Tidak bermaksud menyudukkan siapa pun, memang belum semua umat sadar, mengerti dan memahami hal ini tanpa ada aturan baku. Oleh karena itu, setiap paroki harus membuat aturan jelas dan tegas sebagai sarana menanamkan, menimbuhkan dan mengembangkan kesadaran berbusana setiap umat. Sehingga, tidak tampak lagi pemandangan paha, punggung dan dada di tempat yang kita sakralkan.

Baca Juga:  Tujuan Pemekaran Provinsi di Tanah Papua

Kadangkala umat yang tampil seronok di gereja adalah kelas atas, mapan, mengerti mode dan memiliki kedudukan terhormat dalam masyarakat atau umat. Orang yang memiliki materi atau ekonomi terbatas dan ‘pas-pasan’ tentu memiliki pilihan yang minim. Namun, orang yang berkelimpahan akan memiliki begitu banyak pilihan. Aneka ragam pilihan trend mode justru membuat kaum perempuan dari kalangan mapan terjebak dalam mode yang salah. Perempuan pun terjebak dalam trend mode yang salah tempat.

Wanita Katolik Repulik Indonesia (WKRI) sebagai wadah pergerakan perempuan katolik perlu membangun kesadaran untuk kaumnya. Masalah busana di gereja jangan lagi dipandang sebelah mata. Sebab hari demi hari semakin memberi pemandangan yang tidak baik. Meski penertiban busana cukup terlambat, tetapi usaha itu lebih baik daripada tidak melakukan sama sekali. (*)

Anne Avantie
Penulis adalah Desainer dan Entreprenews

Related

You Might Also Like

Bunuh Sandera Pilot Philip Mark Marthens

Kalau Otsus dan Pemekaran Dilanjutkan di West Papua

Prinsip Dasar Utama Tanah Bagi Orang Hubula

Mengapa Begitu Banyak Musisi Besar Adalah Orang Kulit Hitam?

Mengorbankan Sepak Bola Indonesia Untuk Popularitas

TAGGED:Fasion ShowGereja Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Melawan Lupa Kasus Paniai Berdarah 8 Desember 2014
Next Article Kisah Penghuni Berjuang di asrama mahasiswa daerah
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

KNPB Serukan Konsolidasi Terbuka, Soroti Situasi Darurat Kemanusiaan di Papua
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
1 week ago
LBH Papua Merauke Minta Presiden Hentikan Pelibatan TNI dalam Sengketa Tanah Adat Marga Kamuyend
Lingkungan Nasional Siaran Pers Tanah Papua
1 week ago
Bupati Yunus Wonda Minta Warga Stop Berkebun di Kawasan Cagar Alam Cyclop
Uncategorized
1 week ago
Serangan Drone Bom di Nduga, Tiga Anggota TPNPB Gugur
Polhukam Tanah Papua
1 week ago
Baca juga
Editorial

Nakes dan Guru di Papua Terancam Stigma Mata-Mata Militer Pasca Revisi UU TNI

1 year ago

Kontak Pertama Orang Hugula dan H. A. Lorentz di Wamena

4 years ago
EditorialPolhukam

Otonomi Khusus Papua, Mengapa Memiskinkan Papua?

3 years ago
Editorial

Hukum Tanah Setempat

3 years ago
Editorial

Analisis sementara Pilgub Papua Pegunungan

2 years ago
Editorial

Pater Neles Tebay: Paus Belum Sebut Papua

5 years ago

 HITAM-PUTIH: Fakta 10 Tahun  BTM Menakhodai Kota Jayapura 

4 years ago
EditorialPendidikan

Nasionalisme Indonesia Di Papua Dalam Ancaman Serius

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?