Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Kisah Penghuni Berjuang di Asrama Mahasiswa Daerah
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Jendela Papua > Features & Sosok Inspiratif > Kisah Penghuni Berjuang di Asrama Mahasiswa Daerah
Features & Sosok InspiratifPendidikan

Kisah Penghuni Berjuang di Asrama Mahasiswa Daerah

admin
Last updated: September 21, 2026 17:34
By
admin
Byadmin
Follow:
495 Views
9 years ago
Share
Asrama Nayak II untuk mahasiswa asal Kabupaten Jayawijaya di Tanah Hitam Kamkey, Kota Jayapura – Jubi/ Agus Pabika.
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Beragam kondisi asrama yang didirikan masing-masing pemerintah kabupaten di Kota Jayapura untuk mahasiswanya. Penghuninya pun ada yang mencari makan dengan menjadi tukang ojek dan membersihkan jalan.

Iklan Nirmeke

Yoni Walela sudah tiga tahun tinggal di Asrama Nayak II milik Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang terletak di Tanah Hitam Kamkey, Kota Jayapura.

Lulusan SMA YPPK Santo Thomas Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada 2015, itu bisa menjadi penghuni asrama setelah diterima sebagai mahasiswa di Yapis Papua di Dok 5, Kota Jayapura.Gedung Asrama Nayak II yang dibangun 2013 ini cukup megah dengan dua lantai.

Halamannya juga luas. Terdapat 16 kamar tidur yang bisa menampung 70 penguni. Setiap kamar bisa diisi tiga hingga empat orang. Penghuninya mahasiswa yang berasal dari berbagai distrik di Jayawijaya dan kuliah di kampus sekitar asrama.

“Saya sangat terbantu dengan asrama ini, sebab jarak asrama tidak terlalu jauh dari kampus dengan menggunakan sepeda motor,” katanya kepada Jubi.

Hanya saja kondisi bangunan dan fasilitas asrama mulai tidak kondusif. Bagian atap ada yang rusak dengan tiga helai seng copot. Tempat tidur juga kurang dan WC yang tersumbat belum diperbaiki. Sedangkan rekening air dan rekening listrik sering terlambat dibayar meski tetap lancar.

“Kami sebenarnya juga butuh komputer dan buku bacaan untuk penghuni asrama agar bisa menambah pengetahuan, tapi itu tidak ada,” katanya.

Yoni yang juga Sekretaris Asrama Nayak II mengatakan, Pemkab Jayawijaya memberikan Bantuan Mahasiswa (Bama) untuk penghuni asrama.

“Hanya saja diberikan tidak menentu, sehingga mahasiswa sampai harus mencari sendiri untuk biaya hidup,” ujar mahasiswa semester dua ini.

Baca Juga:  Nela Fakdawer, Perempuan Papua yang mandiri

Beberapa tahun sebelumnya, katanya, tiap penghuni asrama menerima jatah bantuan beras 100 sak per asrama melalui perwakilan pemerintah kabupaten yang ada di Jayapura.

“Tapi sekarang tidak begitu lagi, beras yang diberikan per triwulan 10 sak per asrama, itupun diberikan setelah didesak kepada  kantor perwakilan, lalu diberikan,” katanya.

Ketika beras habis, penghuni asrama pun kewalahan. Akhirnya mereka mencari jalan keluar dengan menjadi tukang ojek di pangkalan depan asrama.

“Untung anak-anak penghuni di sini sebagian besar memiliki sepeda motor, jadi cari makan sendiri, uang hasil ojek dikumpul bersama, lalu membeli bahan makanan untuk dimasak bersama di asrama,” ujarnya.

Kurangnya perhatian pemkab juga dialami penghuni Asrama Mahasiswa Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) yang juga terletak di Tanah Hitam Kamkey.

Ketua asrama, Melpin Jikwa mengatakan, setelah selesai membangun asrama pada 2010, Pemkab Mamteng hanya menyerahkan bangunan berikut fasilitas tempat tidur, meja, dan kursi belajar. Setelah itu tidak ada bantuan operasional.Akibatnya biaya rekening listrik dan kebutuhan hidup sehari-hari ditanggung sendiri penghuni asrama.

Saat ini asrama dengan 26 kamar berisi 83 orang. Setiap kamar diisi empat hingga lima mahasiswa.

“Untuk kenyamanan asrama cukup, kecuali suara bising kendaraan lalu-lalu, karena bangunan terletak di pinggir jalan, ini mengganggu konsentrasi belajar, selain itu tidak ada fasilitas pendukung seperti perpustakaan dan komputer yang bisa kami manfaatkan untuk menambah pengetahuan,” katanya.

Melpin berharap Pemkab Mamteng memberikan perhatian, karena mahasiswa akan menjadi tulang punggung pembanguan daerah.

Sementara, asrama mahasiswa yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Intan Jaya yang berlokasi di Buper Waena, Kota Jayapura juga setali tiga uang. Asrama ini memiliki 33 kamar dengan kapasitas 70 orang penghuni. Hanya saja saat ini penghuni tetapnya cuma 27 orang, termasuk 10 orang siswa.

Baca Juga:  Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak

Penasehat asrama Alex Mujijau mengatakan, Pemkab Intan Jaya tidak pernah memperhatikan kondisi asrama. Uang rekening listrik dan air untuk kebutuhan asrama juga tidak pernah dibantu, sehingga para penghuni iuran untuk membayar tiap bulan.

“Untuk mendapatkan uang kami harus turun ke jalan bekerja membersihkan jalan, menyapu jalan dan sebagainya, uangnya kami gunakan untuk kebutuhan asrama seperti untuk biaya makan dan penyediaan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Ia sangat berharap setelah bangunan berdiri Pemkab mengontrol kondisi asrama dan kondisi penghuninya.

“Mengecek apa yang kurang dan tidak ada dan pemkab tinggal melengkapi, dari uang pendidikan yang dialokasikan seharusnya diberikan sekian persen untuk asrama ini,” ujarnya.

Dari pantauan Jubi terhadap sejumlah asrama milik pemerintah kabupaten yang digunakan sebagai fasilitas penunjang menempuh pendidikan bagi mahasiswa dari daerah masing-masing yang kuliah di ibu kota provinsi Papua tersebut, asrama milik Pemkab Yalimo termasuk yang dikelola dengan baik.

Asrama Maniek Expo namanya, memiliki 33 kamar dengan 50 orang penghuni. Semua kebutuhan penghuni asrama ditanggung Pemkab Yalimo, sehingga mahasiswa yang tinggal di sana senang dan bersemangat untuk menuntut ilmu.

Semua fasilitas untuk kebutuhan asrama dan penghuninya dipenuhi oleh Pemkab Yalimo. Mulai biaya rekening listrik dan air bulanan hingga biaya makan para para penghuni.

Pengelolaan Asrama Maniek Expo ini layak dijadikan contoh bagi pemerintah kabupaten lain untuk mengurus mahasiswanya yang sedang menuntut ilmu. (*)

Related

You Might Also Like

Alexander Hisage Terpilih Pimpin HMPJ Jayapura Periode 2025–2027

Profil Lesley Wengembo, Pelukis Termuda PNG

IPMNI DPC Jayapura Kirim Bantuan untuk Korban Longsor di Distrik Dal dan Meborok, Nduga

BEM dan DPM FISIP Uncen Gelar Sidang Pleno I, Tetapkan Program Kerja 2025

HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Gereja Bukan tempat Fashion Show
Next Article Lukas Enembe dan Paias Wingti Dalam “Sistem Politik Bigman”
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

24 Pemain Lolos Seleksi, Wamena United Putri Bidik Juara Liga Pertiwi 2026
Olaraga
1 hour ago
Hak Kesulungan Politik Sebagai Simbol Dalam Kontekstasi Politik
Artikel
2 hours ago
HIPMAS Papua Pegunungan Dorong Pengusaha Muda OAP Jadi Penggerak Ekonomi
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan Tanah Papua
2 hours ago
Jeda El Niño, Anton Wetipo Dorong Pemerintah Normalisasi Sungai Baliem
Papua Pegunungan
2 days ago
Baca juga
Pendidikan

Sekolahkan Anak Dari Hasil Olah Tanah Adat

3 years ago
Features & Sosok Inspiratif

Menjual sayur dari kebun sendiri

9 years ago
Pendidikan

Kekurangan Guru dan Dampak Banjir Hambat Pendidikan di Jayawijaya

1 year ago
PendidikanSastraTanah Papua

Sekolah Adat “Santo Yohanes Pembaptis II” Resmi Dibuka di Sumunikama, Papua Pegunungan

1 year ago
Ekonomi & BisnisFeatures & Sosok Inspiratif

Baju rajutan khas Papua di Elisabet Salon Jayapura

8 years ago
Papua PegununganPendidikan

Mahasiswa Tolikara Diusir dari Kontrakan, Desak Pemda Segera Bayar Pemondokan

2 weeks ago
Pendidikan

Semangat Belajar Dinyalakan di Distrik Gelok Beam, Lanny Jaya

1 year ago
Kabar DaerahPapua TengahPendidikan

Pemuda Pemudi GIDI Sion Nabire Perkuat Komitmen Empat Pilar MPR RI

8 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?