Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Nela Fakdawer, Perempuan Papua yang mandiri
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Jendela Papua > Features & Sosok Inspiratif > Nela Fakdawer, Perempuan Papua yang mandiri
Features & Sosok Inspiratif

Nela Fakdawer, Perempuan Papua yang mandiri

admin
Last updated: September 21, 2026 17:44
By
admin
Byadmin
Follow:
528 Views
8 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Nela Fakdawer, 45 Tahun, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus perempuan Papua yang tangguh dan gigih. Tak heran memiliki gaji tetap namun ia tidak selalu berharap dari gajinya saja ia juga mampu bersaing dengan pedagang non Papua di Jayapura.

Iklan Nirmeke

hanya memiliki tekat dan kemauan yang besar mama Nela, mampu membuka usaha Depot air galon isi ulang di jalan Biak, Abepura, Papua.

Usaha depot air galon tersebut ia tekuni sejak Tahun 2014 lalu.

Awalnya tidak ada pikiran untuk membuka usaha namun ketika berdiskusi dengan keluarga depan rumah ia tak sadar melihat mas galon yang sedang mengantar air galon pesanan warga didepan rumahnya, saat itulah ide untuk membuka usaha depot galon muncul.

Kenapa tidak kalau saya membuka depot galon? Pikirnya, dengan idenya tersebut muncul obrolan singkat dengan keluarga dekatnya untuk membuka depot galon, semua keluarga mendukung sepenuhnya.

Singkat cerita mama Nela Fakdawer membuka diskusi kami di siang itu, saat diwawancarai wartawan di kios sekaligus depot air galon. Jumat, (21/10/2016).

Tak hanya itu mama Nela, juga belajar tentang cara mendatangkan barang,  pengoperasian dan harga mesin.

Baca Juga:  Noken buah tangan Mama; yang dibanggakan, yang dilarang

ia menanyakan langsung kepada kenalannya yang memiliki depot galon untuk berbagi pengalaman. untuk mendatangkan mesin galon mama Nela harus menyicil uang Rp50 juta.

Melihat banyak anak-anak asrama, kos dan kompleks yang menjadi pembeli air galon biasanya ada juga pelangan tetap dari wilayah Kamkey sampai Tanah Hitam dengan alasan air dan fasilitasnya bersih,” kata mama anak ke 6 dari 8 bersaudara ini.

Usaha depot galon yang dijalankannya selama 2 tahun lebih tersebut mama Neli Fakdawer sudah dikembangkan lagi dengan usaha kios, jual pulsa dan agen minyak tanah.

Dengan usaha tersebut ia mengaku dapat mencukupi kebutuhan ekonomi untuk pendidikan dan kebutuhan anak. Mama Neli sendiri mempunyai 4 anak 1 perempuan dan 3 laki-laki.

“Setiap usaha yang saya jalankan bersama keluarga bisa memenuhi kebutuhan, tidak harus menunggu orang lain untuk membuka dan menjalankan usaha. Depot air yang biasa dijual air mineral dengan harga Rp5 ribu antar Rp7 ribu dan air Oksi Rp7 ribu antar Rp9 ribu,” ujarnya.

Ia mengaku setiap hari 30 galun yang terjual dengan harga Rp150-200 ribu. Dalam sebulan penghasilannya mama Neli bisa mencapai Rp4.500 ribu sampai Rp6.200 ribu belum lagi penghasilan dari menjual pulsa dan agen minyak tanah.

Baca Juga:  Menahan serangan malaria dengan kelambu

Kata mama Neli, usahanya megutamakan kebersihan air maupun mesin karena selama 6 bulan sekali selalu dibersihkannya dan selalu di cek oleh balai POM.

“Yang selalu menjadi kendala ialah pada saat pemasangan atau pergantian filter tapi sekarang saya bisa menganti sendiri namun untuk bagian mesin yang diperbaiki tukang service.”

Mama Neli, mengatakan orang Papua tidak boleh kalah dengan orang lain (Non Papua) dalam membuka usaha dan tidak boleh tertinggal.

Pemberian bantuan oleh Pemprov Papua belum tersentuh kepada seluruh orang Papua, berikan bantuan kepada mereka yang mau untuk menjalankan usaha jangan hanya memberikan bantuan namun tidak menjalankan usaha  tersebut.

“Saya puas dengan usaha yang saya jalankan sekarang, dengan hasil usaha saya mampu membiayai anak pertama hingga kuliah yang lain masih di sekolah menengah. Saya juga bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga dan perekonomian dalam keluarga,” ujarnya. (*)

Editor       : Admin

Related

You Might Also Like

Mengajar ala Gerakan Papua Mengajar

Minumnya usaha Bengkel otomotif permanen milik OAP

PENGORBANAN INI NYATA : Kisah Pengabdian Dua Anak Batak di Belantara Mamberamo Raya. Papua (1)

Kisah Mariana Ibo Pulanda, Pengrajin Batik Asal Papua

Nahindah Wari,  Home Industry Sagu kering Papua 

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Kampung wisata eksotik “Tablanusu”
Next Article Surat gembala dari Pedalaman Korowai
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

KPA Lanny Jaya Edukasi Mahasiswa Mapogadi, Dorong Kesadaran dan Kepedulian terhadap HIV/AIDS
Kesehatan
7 hours ago
Operasi Militer Meluas di Tolikara, Warga Sekitar Gereja Moria Diduga Ditangkap
Polhukam Tanah Papua
8 hours ago
KONI Lanny Jaya Dukung Pemuda Baptis Cup 2026, Serahkan Kostum dan Bola
Olaraga Papua Pegunungan Papua Tengah
12 hours ago
DPRK Otsus Belum Dilantik, Yos Elopere: Jangan Tuding DPR, SK dan Anggaran Belum Ada
Papua Pegunungan
15 hours ago
Baca juga
Features & Sosok Inspiratif

Jimmy Weyato, guru perintis di Korowai Batu

9 years ago
Ekonomi & BisnisFeatures & Sosok Inspiratif

Secangkir kopi asli Wamena dari Rosanti

9 years ago
Features & Sosok Inspiratif

“Kaca mata seni” karya Yanto Gombo di PRF ke-6

8 years ago
Features & Sosok Inspiratif

Sepi Degei, Pemuda karikaturis yang berjuang mencari nafkah dengan bakatnya

8 years ago
Catatan Aktivis PapuaFeatures & Sosok Inspiratif

Mungguar, Pejuang Kharismatik nan Pemberani itu Telah Pergi

6 years ago
Features & Sosok InspiratifOlaraga

Mediol Stiovanny Yoku, Pemain Terbaik Putri Proliga 2023 Asal Papua

4 years ago
Features & Sosok Inspiratif

Perjumpaan dengan Mako Tabuni

7 years ago
Features & Sosok InspiratifOlaraga

Ricky Kayame, Mutiara Hitam yang Menjelma jadi Rising Star di Arema FC

8 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?