Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Surat gembala dari Pedalaman Korowai
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Surat gembala dari Pedalaman Korowai

Surat gembala dari Pedalaman Korowai

admin
Last updated: December 2, 2018 15:10
By
admin
Byadmin
Follow:
8 years ago
Share
4 Min Read
SHARE

Dear . . .

Iklan Nirmeke

Nama saya Jimmy Weya, sekretaris koordinator penginjilan suku Korowai di Papua Selatan. Saya melaporkan tentang masalah pangan, kelaparan dan kematian yang dialami seluruh masyarakat asli Papua Suku Korowai.

Suku Korowai adalah salah satu suku yang 90 persen penduduknya  baru mengenal gereja dan pemerintah di tahun 2000. Kami masih hidup dengan makan makanan langsung dari alam yaitu sagu. Dan sampai sekarang persediaan infrastruktur pangan oleh pemerintah Indonesia itu samapai sekarang tidak ada di Korowai.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kami suku Korowai semakin punah adalah banyak penyakit antara lain penyakit gizi buruk. Tidak ada perhatian dari pihak manapun. Ibu-ibu hamil melahirkan anak-anak tapi hanya untuk mati.  Suku kami mati di dusun-dusun karena tidak ada pelayanan kesehatan. Setiap tahun angka kematian begitu tinggi, baik anak– anak maupun orang tua.

Masalah kedua adalah masuknya pengaruh dari luar. Yaitu penambangan emas liar oleh warga non-Papua bekerja sama dengan anggota TNI. Mereka gali emas berkilo-kilo dan hanya ditukar dengan rokok, supermie dan beras dan pembayaran sedikit. Masyarakat kami telah kecanduan dengan makanan instant seperti supermie mentah dan rokok, menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Dan sekaligus mereka menjadi manja dan tidak bisa mencari makanan dari alam seperti dulu.

Masalah ketiga adalah dibangunnya bandar udara besar di Korowai Batu oleh pemerintah pusat dimulai dari tahun 2014 – 2018 sekarang. Ketika dilakukan pembongkaran lapangan, telah digusur sejumlah rawa sagu dengan kebun buah merah, pengambilan pasir dan batu untuk penguatan landasan lapangan tanpa ganti rugi kepada pemiliknya.

Pemerintah telah menipu masyarakat kami dalam proses pelepasan tanah adat dengan merekayasa tandatangan dari orang-orang tua yang tidak tahu baca tulis dan disuruh cap jari di atas pernyataan pelepasan tanah bermeterai 6000.  Tanah masyarakat, tanah gereja, tanah yang dikuasai misionaris semuanya dikapling menjadi milik bandara.

Tenaga yang kerja lapangan di bawa masuk dari luar Papua semua dan mereka juga bawa minuman keras dan membagi serta megajarkan masyarakat konsumsi minuman keras, berikan rokok, berikan supermi. Akibat dari itu, masyarakat tidak bisa masuk hutan untuk memanen sagu sehingga terjadi kelaparan berulang-ulang. Para pekerja migrant ini juga menyebarkan foto-foto dan video porno.

Tanah kami juga mulai jadi perebutan pihak luar untuk pembukaan tambang emas, batu bara, untuk buka perusahan kelapa sawit. Dari semua ini, ada satu pertanyaan yang selalu timbul di hati kami, adalah mengapa pemerintah tidak peduli dengan kami orang Papua lebih khususnya kami Suku Korowai tentang masalah pangan, masalah kesehatan, masalah pendidikan dan ekonomi? Namun lapangan terbang terbesar dibuka di tengah hutan suku Korowai, sebetulnya untuk kepentingan siapa? Kami mengalami krisis terus-menerus. Tidak ada perlindungan, penyelamatan, keadilan dan kejujuran.

Dengan alasan-alasan di atas, maka mewakili masyarakat Suku Korowai, kami minta kepada semua orang yang berniat untuk segera  memperhatikan, melindungi dan menyelamatkan kami. Jika tidak, kami akan punah, baik kami manusia maupun alam kekayaan kami. Akhir kata, kami terus ingat dan berdoa untuk semua pembaca surat ini. Tuhan memberkati. (*)

Oleh : Jimmy Weyato,

Seorang Penginjil sekaligus guru di Danowage dan sekitarnya. Ia juga turut ambil bagian dalam misi pelayanan kesehatan bersama misionaris Trevor di pedalaman Korowai. 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Nela Fakdawer, Perempuan Papua yang mandiri
Next Article Effect Piala Dunia dan Pilkada serentak
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
1 day ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
2 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
2 days ago
Sidang Pleno II Musda I HIPMI Papua Pegunungan Tetapkan Antonius Wetipo sebagai Ketua Umum
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?