Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Nakes dan Guru di Papua Terancam Stigma Mata-Mata Militer Pasca Revisi UU TNI
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Editorial > Nakes dan Guru di Papua Terancam Stigma Mata-Mata Militer Pasca Revisi UU TNI
Editorial

Nakes dan Guru di Papua Terancam Stigma Mata-Mata Militer Pasca Revisi UU TNI

admin
Last updated: March 24, 2025 21:46
By
admin
Byadmin
Follow:
742 Views
1 year ago
Share
Anggota Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III bersama sejumlah warga mengevakuasi korban luka-luka akibat diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, 23 Maret 2025 - Ilustrasi
SHARE

Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang disahkan pada 14-15 Maret 2025 di Jakarta membawa dampak signifikan bagi kehidupan sipil di wilayah rawan konflik, termasuk Papua. Salah satu perubahan penting dalam UU TNI yang baru adalah penetapan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang kini bisa diisi oleh prajurit TNI aktif. Langkah ini semakin memperkuat peran militer dalam mengelola urusan sipil, dan salah satu dampaknya adalah meningkatnya stigma terhadap tenaga kesehatan (nakes) dan guru yang bertugas di daerah-daerah konflik di Papua.

Iklan Nirmeke

Nakes dan guru yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan pendidikan dan kesehatan di Papua kini kian dicurigai sebagai “mata-mata militer”. Meskipun tugas mereka semata-mata untuk membantu masyarakat yang terjebak dalam ketegangan konflik, peran mereka semakin dipandang dengan kecurigaan. Tuduhan ini semakin menguat setelah disahkannya UU TNI yang memperluas keterlibatan militer dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di tengah ketegangan yang terus berlangsung di Papua, nakes dan guru sering kali harus bekerja dalam kondisi yang sangat sulit. Mereka memberi bantuan medis kepada yang terluka dan mengajar anak-anak di tengah keterbatasan, tanpa pamrih. Namun, kini mereka dihadapkan pada ancaman baru: dipandang sebagai bagian dari agenda militer Indonesia. Ini adalah konsekuensi langsung dari kebijakan yang semakin memperkuat keterlibatan militer dalam sektor sipil, sebuah langkah yang berpotensi memperburuk ketegangan sosial di Papua.

Baca Juga:  Analisis sementara Pilgub Papua Pegunungan

Penting untuk dicatat bahwa stigma ini tidak hanya merugikan nakes dan guru, tetapi juga masyarakat Papua yang sangat bergantung pada layanan mereka. Tuduhan sebagai “mata-mata” berpotensi merusak hubungan yang telah dibangun dengan penuh kesulitan antara tenaga medis, pendidik, dan komunitas lokal. Ini juga menciptakan iklim ketidakpercayaan yang hanya akan memperburuk ketegangan yang sudah ada.

Pemerintah Indonesia harus segera mengambil langkah untuk melindungi nakes dan guru yang bekerja di daerah-daerah konflik. Perlindungan ini harus mencakup kejelasan peran antara militer dan sektor sipil. Tanpa adanya pembatasan yang jelas antara peran militer dan tugas-tugas sipil, pengabdian nakes dan guru akan semakin dipertanyakan, dan hasil akhirnya adalah ketidakstabilan lebih lanjut di Papua.

Baca Juga:  Mengenal Istilah Lembah Baliem

Di sisi lain, pemerintah harus mempertimbangkan untuk meninjau kembali penguatan militer di sektor-sektor sipil, seperti yang tercantum dalam revisi UU TNI. Tentu saja, menjaga keamanan dan menangani ancaman separatisme adalah hal yang penting, namun kita juga harus memastikan bahwa keberadaan nakes dan guru di daerah rawan konflik dihargai dan dilindungi, bukan dicurigai.

Papua membutuhkan lebih banyak jembatan perdamaian, bukan lebih banyak pemisah. Dalam upaya menjaga perdamaian dan kesejahteraan di Papua, kita harus memastikan bahwa tenaga medis dan pendidik bisa bekerja dengan aman dan dihormati, tanpa merasa terancam atau dicurigai. Hanya dengan cara ini kita dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi Papua dan Indonesia secara keseluruhan.

Revisi UU TNI memberikan dampak yang besar terhadap nakes dan guru di Papua. Tuduhan sebagai mata-mata militer semakin kuat, yang tidak hanya membahayakan mereka secara fisik tetapi juga mengganggu hubungan mereka dengan masyarakat. Pemerintah harus segera memastikan perlindungan dan kejelasan peran dalam sektor sipil untuk menghindari ketegangan lebih lanjut di Papua. (*)

Related

You Might Also Like

Cycloop Bukan untuk Digali: Menolak Tambang demi Masa Depan Papua

Senator Paul Finsen Mayor: Sosok Menonjol dalam Perjuangan Hak-Hak Masyarakat Papua

Bunuh Sandera Pilot Philip Mark Marthens

Hantu Kapitalisme Dibalik Stigma Miskin Esktrim di Wamena

Penegakan Korupsi di Papua, Membela Rakyat Atau Koruptor?

TAGGED:Nakes dan Guru di PapuaStigma Mata-Mata Militer Pasca Revisi UU TNI

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Meskipun Kalah, Tim Persikimo Yahukimo Tetap Optimis dan Semangat
Next Article Ramses Limbong: Bupati Baru Kabupaten Jayapura Harus Sentuh Langsung Masyarakat
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Alpius Yigibalom Dorong Penguatan Manajemen Keuangan UMKM di Papua Pegunungan
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
4 days ago
Pegiat Literasi Desak Pemprov Papua Pegunungan Bangun Perpustakaan Daerah di Wamena
Papua Pegunungan
4 days ago
Wabup Esau Miram Tutup Paripurna DPRK, Tegaskan Transparansi APBD dan Pembangunan Berkelanjutan
Papua Pegunungan
4 days ago
Mahasiswa Uncen Asal Intan Jaya Desak Pemprov Papua Tengah Bentuk Tim Penanganan Konflik
Pendidikan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Baca juga
EditorialEkonomi & Bisnis

Kopi Dalam Komoditas Ekonomi Orang Asli Papua

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Transmigrasi Sebagai Alat Kolonisasi di Melanesia Barat (Papua Barat)

2 years ago
Editorial

Otsus Dalam Genggaman Elite Papua

3 years ago
Editorial

Kekerasan Seksual Jadi Jenis yang Paling Banyak Dialami Korban Sepanjang 2022

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Sulitnya Membasmi TPNPB – OPM

3 years ago
Editorial

Terkuak Kasus penembakan Bukit Arfai Papua 1965

3 years ago
EditorialTanah Papua

LEBIH BAIK MRP DI BUBARKAN

3 years ago
Editorial

Peta Kekerasan di Papua Barat: 100 Ribu Orang Terbunuh

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?