Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Konflik dan Kekerasan Terus Terjadi di Papua, Adakah Kepentingan Bisnis Aparat Keamanan?
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Editorial > Konflik dan Kekerasan Terus Terjadi di Papua, Adakah Kepentingan Bisnis Aparat Keamanan?
Editorial

Konflik dan Kekerasan Terus Terjadi di Papua, Adakah Kepentingan Bisnis Aparat Keamanan?

admin
Last updated: September 7, 2023 11:11
By
admin
Byadmin
Follow:
1.3k Views
3 years ago
Share
SHARE

Oleh: Socrates Sofyan Yoman

Iklan Nirmeke

Kekerasan di Papua sampai detik ini terus terjadi Aparat keamanan, menjadi salah satu bagian dari rantai kekerasan itu. Hingga muncul dugaan bahwa kekerasan ini dibiarkan karena ada kepentingan bisnis keamanan.

Hal ini tak berlebihan karena sejarah konflik di Timor Leste dan Aceh mengungkapkan hal itu. Proyek keamanan di dalam daerah konflik itu pernah terjadi. Setelah Timor Leste sudah merdeka dan Aceh sudah didamaikan dengan perjanjian Helsinki, proyek keamanan’ itu bergeser ke Papua.

Beberapa contoh konflik yang terjadi di daerah Papua, seperti yang terjadi di daerah Nduga, juga aksi-aksi aparat keamanan telah menunjukkan tindakan kekerasan yang memakan korban di kalangan masyarakat sipil. Kekerasan demi kekerasan dalam konflik di Nduga tidak bisa dipantau karena aparat keamanan mengisolasi daerah itu dan menutup akses para pekerja kemanusiaan dan hak asasi manusia. Korban masyarakat semakin banyak dan tak bisa tertolong. Hal ini menimbulkan persoalan kemanusiaan yang terjadi.

Baca Juga:  Kalau Otsus dan Pemekaran Dilanjutkan di West Papua

Desakan penghentian aksi militer dan kepolisian dalam operasi keamanan di Nduga tak pernah dilakukan. Padahal Presiden RI Joko Widodo pernah memerintahkan untuk menarik pasukan dari Nduga pada awal tahun 2019. Kemudian, Bupati dan Wakil Bupati Nduga, Tokoh masyarakat Nduga dan

pemimpin Gereja dan semua orang yang peduli kemanusiaan dan kedamaian pun meminta agar pasukan TNI-Polri ditarik dari Nduga. Namun, hal ini tak didengar juga

Pertanyaannya, mengapa TNI dan Polri tidak mau keluar dari daerah Nduga? Mengapa TNI-Polri menjadi manusia yang mengabaikan hati nurani dan menjadi orang-orang bermoral rendah serta berwatak kriminal? Apakah ada kaitan dengan kepentingan ekonomi dan bisnis di Papua?

Baca Juga:  Papua Merdeka: Jalan Pemberontakan Rakyat yang Sadar

Berulang kali pimpinan TNI dan Polri selalu mengatakan menjaga NKRI sebagai alasan dalam mempertahankan operasi militer dan keamanan di Papua. Padahal, di balik alasan itu sebenarnya TNI-Polri juga menjaga bisnis dan ekonomi dari para pebisnis dan konglomerat di Papua.

Para elit di aparat keamanan dan para pengusaha melancarkan dan mengembangkan usaha mereka dan berlindung dengan jargon NKRI harga mati. TNI-Polri juga menciptakan stigma OPM, separatis, makar dan sebutan terbaru KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata).

Ita Wakhu Purom, Minggu, 1 Maret 2020

Related

You Might Also Like

Cycloop Bukan untuk Digali: Menolak Tambang demi Masa Depan Papua

Nasionalisme Indonesia Di Papua Dalam Ancaman Serius

Lukas Enembe Hianati Aspirasi Rakyat West Papua Dengan Mendukung Pemekaran 7 Provinsi 

Tiga Pertemuan Rahasia ” Hotel Maraw”

Kontak Pertama Orang Hugula dan H. A. Lorentz di Wamena

TAGGED:Kekerasan di PapuaPapua MerdekaTNI/Polri

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article GANG
Next Article Aksi Lukatok Ketiga Untuk Membangun Gereja Manusia
1 Comment 1 Comment
  • Ronal Kiwo says:
    September 7, 2023 at 11:59

    Negara memanfaatkan sumber daya alam masyarakat lokal dengan mengintimidasi mereka menggunalan moncong senjata dan di berlindung di dalam naungan TNI & Polri

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mandenas Dorong Juknis MBG Disesuaikan dengan Kondisi Papua
Nasional Tanah Papua
7 hours ago
Legislator Papua Minta BGN Evaluasi Total Tata Kelola MBG
Nasional Tanah Papua
7 hours ago
Jualan Noken Tak Tersentuh, Mama Yohana Pulang Kosong di Hari Pertama FDS XV
Ekonomi & Bisnis
7 hours ago
Mama-Mama Pasar Tiom Tuntut Penertiban Pedagang Non-OAP, Soroti Penjualan Hasil Pertanian Lokal
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
1 day ago
Baca juga
Editorial

Gereja Bukan tempat Fashion Show

9 years ago
Editorial

Nakes dan Guru di Papua Terancam Stigma Mata-Mata Militer Pasca Revisi UU TNI

1 year ago
Editorial

Persatuan Itu Modal Pembebasan Dari Penindasan

4 years ago
Editorial

Peta Kekerasan di Papua Barat: 100 Ribu Orang Terbunuh

3 years ago
Editorial

Penegakan Korupsi di Papua, Membela Rakyat Atau Koruptor?

3 years ago
Editorial

Seharusnya Wio Silimo Menjadi Nama Ibukota Di Wamena

4 years ago
EditorialEkonomi & Bisnis

Kopi Dalam Komoditas Ekonomi Orang Asli Papua

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Transmigrasi Sebagai Alat Kolonisasi di Melanesia Barat (Papua Barat)

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?