Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Pasifik Selatan: Kelemahan, Peluang dan Tantangan ke Depan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Editorial > Pasifik Selatan: Kelemahan, Peluang dan Tantangan ke Depan
Editorial

Pasifik Selatan: Kelemahan, Peluang dan Tantangan ke Depan

admin
Last updated: May 11, 2024 03:59
By
admin
Byadmin
Follow:
1.4k Views
2 years ago
Share
Peta laut Pasific - Ist
SHARE

Oleh: Hana Theda Alvina

Iklan Nirmeke

Pasifik Selatan adalah kawasan yang terdiri dari negara-negara kepulauan dengan wilayah teritori yang kecil. Negara-negara tersebut sangat rentan terhadap intervensi asing akibat kondisi geografis mereka yang sangat strategis untuk melakukan kegiatan dagang dan untuk menaruh pangkalan militer di masa Perang Dunia. Setelah Perang Dunia II berakhir, kawasan ini tetap menjadi perebutan bagi kekuatan-kekuatan besar, baik itu negara China maupun Australia yang turut serta dalam usaha memperebutkan pengaruh di wilayah Pasifik Selatan.

Pasifik Selatan terletak di sebelah timur wilayah Indonesia yang berbatasan antara Papua dan Papua Nugini. Dari segi kualitas dan kuantitas keamanan, kesejahteraan dan sumber daya manusia di kawasan ini pada umumnya “rendah” dan masih tergantung pada bantuan luar/bantuan dari negara lain untuk jangka waktu panjang, seperti Amerika Serikat, Uni Soviet, Perancis, China dan Jepang.

Kelemahan

Perekonomian negara-negara di Pasifik Selatan pada umumnya masih terbatas. Penghasilan utama yang diandalkan adalah dari sektor perikanan, perkebunan kelapa, pariwisata dan kerajinan tangan. Salah satu penyumbang devisa terbesar di kawasan ini adalah sektor pariwisata. Jika dilihat dari sektor pertanian negara-negara di Pasifik Selatan, umumnya memiliki potensi yang bagus untuk pengembangan jenis komoditi premium seperti kopra, kopi, kakao, kelapa sawit dan tebu. Namun, negara-negara dalam kawasan ini belum bisa memaksimalkan nilai ekonomis dari potensi sumber daya alam yang dimiliki. Kendalanya masih terdapat pada minimnya jumlah penduduk, terbatasnya kapasitas sumber daya manusia dan minimnya investasi serta bantuan dari negara lain menjadi banyaknya kendala berkembangnya pembangunan negara. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh negara-negara Pasifik Selatan yang menjadi potensi dalam aktivitas perekonomian tetapi pemanfaatan sumber daya alam ini terlihat tidak maksimal. Di sisi lain, sistem ekonomi negara-negara ini telah membuka pasar mereka secara bebas dan juga terbuka untuk menerima bantuan asing serta investasi negara-negara maju.

Selain masalah ekonomi, Kepulauan Pasifik masih memiliki kelemahan dalam hal pembangunan yang berat, termasuk penyediaan lapangan kerja, infrastruktur dan layanan bagi generasi muda, belum secara signifikan mangatasi dampak perubahan iklim yang mengganggu dan mengelola persaingan geostrategis yang semakin meningkat.

Peluang

Pasifik Selatan menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai negara yang menjadi peluang kawasan ini dalam mengembangkan negara-negara disana, beberapa contoh negaranya adalah Tiongkok dan Australia.

Tiongkok sudah memiliki kepentingan komersial di Pasifik Selatan selama ratusan tahun dan mengalami peningkatan secara signifikan sejak tahun 2006. Tiongkok memiliki kepentingan ekonomi dan bisnis yang besar di Pasifik Selatan, termasuk perikanan, perkayuan, pertambangan, energi dan akses pelabuhan. Pada tahun 2001, Tiongkok menandatangani perjanjian kerja sama Belt and Road initiative (BRI) dengan 10 negara Kepulauan Pasifik yang telah menjalin hubugan diplomatik dengan Tiongkok. Selain itu, Tiongkok juga melakukan kerjasama keamanan dengan Kepulauan Solomon yang di mana Tiongkok mengirimkan aparat keamanan untuk membantu Kepulauan Solomon dalam menjaga ketertiban sosial dan tanggap bencana, termasuk melindungi keselamatan personel Tiongkok dan proyek-proyek besar di Kepulauan Solomon.

Baca Juga:  Bangsa Ini Bangsat

Selain Tiongkok, ada juga Australia sebagai donatur bagi Pasifik Selatan yang telah memberikan beberapa bantuan seperti : 1) menjadi donor utama dalam respons COVID-19 dengan memberikan lebih dari 2,5 juta dosis vaksin ke 8 negara sejak awal pandemi 2) sebagai respons terhadap letusan gunung berapi dahsyat yang terjadi di Tonga pada bulan Januari 2022. 3) Membangun kembali pangkalan angkatan laut Papua Nugini-Australia-AS di Pulau Manus, PNG. 4) Mendanai kabel internet bawah laut yang menghubungkan Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Australia. 5) Ikut mendanai pembelian perusahaan telekomunikasi regional Digicel oleh Telstra yang memiliki kantor pusat di Papua Nugini.

Tantangan

Pasifik Selatan adalah wilayah yang beragam secara geografis dan budaya dengan sumber daya yang melimpah, namun populasinya yang kecil dan tersebar, perekonomian yang sempit dan kerentanan terhadap bencana alam menghadirkan hambatan besar terhadap pembangunan dan juga kehidupan disana. Pertumbuhan ekonomi untuk menyediakan layanan sosial, infrastruktur dan lapangan kerja bagi generasi muda, mengatasi ancaman perubahan iklim dan membangun kapasitas sumber daya manusia merupakan beberapa prioritas paling mendesak bagi negara-negara di Pasifik Selatan. Pada saat yang sama, meningkatnya persaingan geopolitik menghadirkan resiko keamanan baru dan menambah tantangan tata kelola di kawasan.

Dengan setidaknya separuh penduduknya berusia di bawah 23 tahun, ‘youth bulge’ atau biasa disebut dengan ledakan jumlah penduduk dengan usia produktif di kawasan ini diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap pembangunan di kawasan ini dalam beberapa tahun mendatang. Tantangan utama terkait youth bulge ini paling besar terjadi di negara-negara Melanesia seperti Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Vanuatu yang mencakup meningkatnya pengangguran dan kemiskinan, buruknya hasil pendidikan, meningkatnya tekanan terhadap layanan sosial yang sudah rapuh, meningkatnya masalah kesehatan kronis dan tingginya angka kemiskinan serta risiko kerusuhan sosial.

Baca Juga:  Cadangan Minyak Indonesia 3,95 Miliar Barel, Terbanyak di Papua

Kawasan Pasifik juga memiliki tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan tertinggi di dunia, sekitar dua kali lipat rata-rata global. Wilayah ini mempunyai jumlah perempuan yang duduk di parlemen paling rendah dan peluang ekonomi bagi perempuan masih terbatas.

Beberapa tahun terakhir, persaingan geostrategis yang mengalami peningkatan juga menjadi kekuatan yang mengganggu kawasan ini. Keterlibatan Tiongkok di Pasifik menyebabkan masuknya mitra internasional baru dan memberikan peningkatan akses terhadap pendanaan yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara di Kepulauan Pasifik. Di balik itu semua, para pemimpin Pasifik mengakui bahwa persaingan geostrategis ini memperburuk kerentanan di kawasan ini, seperti meningkatnya kejahatan transnasional, termasuk penangkapan ikan ilegal, kebutuhan pembangunan yang mendesak meningkatkan peluang bagi pengaruh asing, korupsi yang telah meningkatkan kompleksitas tantangan keamanan yang sedang dihadapi kawasan pasifik serta meningkatkan persaingan dalam hal mendapatkan sumber daya.

Perubahan iklim menjadi suatu tantangan yang selalu di hadapi negara-negara Pasifik Selatan, khususnya kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan negara-negara di kawasan ini kehilangan separuh daratannya. Ancaman kenaikan permukaan air laut sudah menjadi kenyataan bagi penduduk pulau-pulau di Pasifik Selatan dan banyak negara kepulauan kecil mengambil kebijakan untuk memindahkan warga mereka.

Melihat sumber daya alam Pasifik Selatan yang melimpah namun belum dapat dikelola secara maksimal, pemerintah negara-negara Pasifik Selatan bisa melakukan kerja sama dengan beberapa negara yang selama ini mensupport mereka, misalnya Australia dan Tiongkok dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mengingat separuh penduduk Pasifik Selatan merupakan youth bulge. Kerjasama ini dapat berupa memberikan bantuan tenaga pengajar atau memberikan pelatihan secara rutin (berkala) pada youth bulge, antara lain terkait bagaimana strategi pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, meningkatkan atau mengembangkan hasil-hasil pertanian yang ada dan membuka peluang kerjasama yang lebih luas dengan negara-negara lain. Kerjasama ini dapat dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU).

Hal lain yang penting adalah membentuk tim khusus untuk mencari solusi terhadap  permasalahan-permasalahan yang terjadi di Pasifik Selatan agar dapat segera teratasi. Tim khusus ini terdiri dari pemerintah negara-negara Pasifik Selatan maupun negara-negara yang menjalin kerja sama dengan Pasifik Selatan, LSM, pihak swasta dan juga lembaga-lembaga internasional lainnya. (*)

)* Mahasiswi Hubungan Internasional, Universitas Cenderawasih

Related

You Might Also Like

Peran Utama Militer Kolonial Di Wilayah Jajahan

Otsus Dalam Genggaman Elite Papua

Transmigrasi Sebagai Alat Kolonisasi di Melanesia Barat (Papua Barat)

Indonesia Hadir “Tanpa Diundang” di MACFest 2023

Tujuan Pemekaran Provinsi di Tanah Papua

TAGGED:Negara-negara PasificPasifik SelatanSDM Pasifik Selatan

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Politik Owasi-owasika
Next Article Mengenang Filep Karma Bapak Ideologis Bangsa Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 days ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
EditorialHeadline

Populasi Suku Hugula (Wamena) Sudah Mulai Merosot?

4 years ago
Editorial

Memadukan Keasimetrisan Aceh dan Papua

3 years ago
Editorial

Pater Neles Tebay: Paus Belum Sebut Papua

5 years ago
EditorialHeadline

Sepuluh Strategi RI Taklukan Bangsa Papua Barat

2 years ago
Editorial

Penegakan Korupsi di Papua, Membela Rakyat Atau Koruptor?

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Orang Papua Terjebak Dalam Skenario Kolonial Dan Kapitalis Untuk Kepentingan Investasi

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Sejarah Hari HAM Dan Realitas Indonesia

2 years ago
Editorial

Mendalami Strategi Perang Gerilya ala Che Guevara

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?