Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Lukas Enembe Hianati Aspirasi Rakyat West Papua Dengan Mendukung Pemekaran 7 Provinsi 
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Editorial > Lukas Enembe Hianati Aspirasi Rakyat West Papua Dengan Mendukung Pemekaran 7 Provinsi 
Editorial

Lukas Enembe Hianati Aspirasi Rakyat West Papua Dengan Mendukung Pemekaran 7 Provinsi 

admin
Last updated: March 5, 2023 15:51
By
admin
Byadmin
Follow:
504 Views
4 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Mendukung pemekaran Daerah Otonomi Batu (DOB) tujuh provinsi di tanah Papua, Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe telah menghianati aspirasi mayoritas rakyat west Papua yang dengan terang-terangan menolak DOB dan Otonomi Khusus (Otsus) jilid 2.

Iklan Nirmeke

Hal tersebut di tegaskan Ambrosius Mulait, Sekjen Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se – Indonesia   (AMPTPI), kepada media, nirmeke.com. Minggu, (19/6/2022).

AMPTPI menilai semenjak Lukas Enembe jadi Gubernur, kebijakannya selalu kontroversial dengan kebijakan pemerintah Pusat di Jakarta selama ini, dimana selama dua periode LE sebagai kepala daerah punya peran penting mengamankan dan melindungi rakyat Papua.

“Namun nyatanya kini LE memanfaatkan rakyat Papua demi kekuasaanya, terbukti dengan nyata-nyata Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, M. Tito Karnavian mendukung dan menyepakati rencana pemekaran tujuh Provinsi di Tanah Papua, sesuai dengan jumlah wilayah adat yang ada,” kata Mulait yang juga mantan Tapol Papua ini.

AMPTPI menilai Lukas Enembe tidak memiliki moral atas rakyat Papua, dimana rakyat Papua dijadikan objek atas kepuasan, kekuasan dirinya. Nafsu kekuasaan Lukas Enembe telah terbukti di akhir massa jabatannya, dimana menunjukan perilaku yang disembunyikan  selama ini dengan mendukung pemekaran 7 daerah Otonomi Baru.

“Padahal Lukas sangat sadar bahwa jumlah populasi atau penduduk orang Papua, 2,1 juta. jumlah populasi orang Papua tersebut LE umumkan di tahun 2021, pasca PON Papua  dengan dalil orang Papua menuju Genoside,” beber Mulait.

Baca Juga:  Sejarah Misi Katolik di Kampung Yogonima

Bahwa jumlah Penduduk yang disampaikan Lukas enembe, kata Mulait, benar adanya, tetapi Lukas turut ambil bagian dalam program pendudukan pemerintah Indonesia di west Papua, dengan  mengusulkan 7 daerah pemekaran provinsi baru  di Papua.

“Saya mengutuk keras  Gubernur Lukas Enembe, yang mana mengetahui jumlah penduduk orang Papua sebagai bangsa minioritas di Indonesia tetapi mendukung kebijakan DOB 7 wilayah Adat, dimana Lukas turut andil dalam mendukung investasi ( kapitalisme) Jakarta dan Internasional melalui Otsus dan BOB di Papua.

Mulait menegaskan, Lukas Enembe tidak sadar bahwa di Papua itu kepemilikan tanah, milik sub suku atau klen, bukan perseorangan, tetapi Lukas Enembe abaikan aspirasi ribuan orang  rakyat West Papua turun jalan tolak kebijakan pendudukan Indonesia melalui Otsus dan DOB di West Papua.

“Lukas Enembe tidak berbedah dengan klonialisme Indonesia di Papua yang terus menjajah orang Papua dengan kebijakan yang akan mengmarginalisasi orang asli pribumi Papua.  Lukas Enembe harus tau diri bahwa tanah Papua milik rakyat bukan milik seoroang dirinya,” tegas Mulait.

AMPTPI juga menegaskan apa yang mau dibanggakan kebijakan Lukas Enembe, Tito karnavian, Jokowi atas Papua, kebijakan mereka penuh dengan tipu daya, untuk merebut kekayaan orang Papua  dengan dalil kesejateraan dan kepentingan negara.

Baca Juga:  Sepuluh Strategi RI Taklukan Bangsa Papua Barat

“Kalo jadi politisi harus memihak pada rakyat, karena rakyat lah yang memberikan suara untuk menduduki jabatan tertentu untuk meneruskan aspirasi, bukan memanfaatkan jabatan lalu menindas rakyat demi kepentingan,” tutur Mulait.

Kata Mulait, fakta bahwa rakyat Papua menolak kebijakan Pemekaran DOB dan Otsus karena akan mengacam eksintensi kehidupan mereka (OAP) di masa akan datang, tetapi orientasi pejabat Papua lebih mengamankan diri dan menjilat Jakarta ketimbang, berpihak pada Rakyat.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, M. Tito Karnavian bersama Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH menyepakati rencana pemekaran tujuh provinsi di Tanah Papua, sesuai dengan jumlah wilayah adat yang ada.

Kesepakatan ini setelah adanya pertemuan tertutup antara Mendagri dan Gubernur Papua di Kantor Kemendagri di Jakarta, Jumat (17/6) kemarin.

Usai pertemuan, Gubernur Lukas Enembe mengatakan, sejak tahun 2014 pihaknya sudah pernah mengajukan pemekaran tujuh provinsi di Papua berdasarkan wilayah adat kepada pemerintah pusat.

“Ya harapannya ketika pemekaran ini terjadi maka otomatis diikuti dengan percepatan pembangunannya dan kebijakan anggarannya,” ungkap Gubernur Enembe. (*)

Related

You Might Also Like

Bangsa Ini Bangsat

Konflik dan Kekerasan Terus Terjadi di Papua, Adakah Kepentingan Bisnis Aparat Keamanan?

Prinsip Dasar Utama Tanah Bagi Orang Hubula

Memadukan Keasimetrisan Aceh dan Papua

Penegakan Korupsi di Papua, Membela Rakyat Atau Koruptor?

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Seminar Sehari dan LKK HMPJ Diharapkan Mengasah Intelektual Mahasiswa Jayawijaya
Next Article Diduga Ada Kejangalan, Polisi Diminta Hadirkan 4 Saksi Beri Keterangan Di Hadapan Keluarga
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

GAMKI Lanny Jaya Gelar Rakercab dan Mahaperta, Pemuda Diajak Berperan dalam Pembangunan
Papua Pegunungan
7 days ago
Panitia PAB Serahkan 24 Anggota Baru kepada Pengurus IPMPKDPT
Pendidikan
7 days ago
Hamka Yelipele Dilantik sebagai Anggota MRP Papua Pegunungan, Keluarga Gelar Syukuran
MRP Papua Pegunungan
1 week ago
Markus Haluk Tekankan Pentingnya Budaya, Iman, dan Literasi Digital bagi Generasi Muda
Pendidikan
1 week ago
Baca juga
EditorialSeni & Budaya

Memahami Sejarah dan Perkembangan Musik Rap

3 years ago
EditorialTanah Papua

Tujuan Pemekaran Provinsi di Tanah Papua

3 years ago
ArtikelEditorial

Cerita Singkat Awal Kehadiran Gereja Katolik di Wilayah Asmat – Agats

1 year ago
Catatan Aktivis PapuaEditorialHeadline

Bunuh Sandera Pilot Philip Mark Marthens

3 years ago
Editorial

Mengenal Istilah Lembah Baliem

4 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Umur itu pendek di Papua. Sementara penderitaan itu panjang

7 years ago
Editorial

Kekerasan Seksual Jadi Jenis yang Paling Banyak Dialami Korban Sepanjang 2022

4 years ago
Editorial

Analisis sementara Pilgub Papua Pegunungan

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?