Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Kopi Dalam Komoditas Ekonomi Orang Asli Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Ekonomi & Bisnis > Kopi Dalam Komoditas Ekonomi Orang Asli Papua
EditorialEkonomi & Bisnis

Kopi Dalam Komoditas Ekonomi Orang Asli Papua

admin
Last updated: August 14, 2025 14:17
By
admin
Byadmin
Follow:
1.2k Views
3 years ago
Share
Petani Kopi Arabika di Wamena Papua - Istimewa
SHARE

Oleh: Yosep Riki Yatipai

Iklan Nirmeke

Ekonomi selalu menyebut dirinya sebagai peraturan rumah tangga/keluarga. Sebagaimana istilah “ekonomi” yang berasal dari Yunani “Oikos”, yang berarti keluarga/rumah tangga dan “Nomos”, yang berarti peraturan/hukum, sehingga secara harafiah (ekonomi) adalah ilmu yang mengatur aturan rumah tangga dan/atau keluarga.

Dalam konteks masyarakat Papua, dengan kecenderungan politik identitas yang semakin kuat, hendaknya dibongkar dari dalam, dengan tujuan, hasrat ber-ekonomi dapat dibebaskan dari motif sektarianisme agama, suku, sebab kita didorong untuk mempertanggungjawabkan kesejahteraan masyarakat yang plural.

Tidak disangkal juga bahwasannya upaya aksesibilitas (melalui) udara, laut, dan darat, (mempunyai) dampak lingkungan hidup; memberikan pilihan yang ragu, namun upaya penyelarasan hidup di tengah perubahan zaman sungguh menuntut dan tertuntut.

Sebelum menanggapi rumpun persoalan kopi sebagai komoditas ekonomi orang asli Papua (OAP), sekiranya penting menanggapi gerak dasar ekonomi di Papua. Kita tidak hanya berekonomi sekadar untuk memenuhi syarat formal.

Berekonomi mesti mempunyai signifikansi bagi kehidupan ekonomi OAP di Papua. Dalam arti, kegiatan perekonomian berjalan seirama dengan etika-estetika masyarakat. Ketika ekonomi menjadi upaya hati nurani, maka kesejahteraan, adil, dan makmur tidak dapat dielakkan lagi.

Dalam konteks ini, kita dapat mencapai jalur perekonomian yang sehat melalui konsep dan pada forum bersama, yang hanya dapat dilakukan apabila orang bersedia menerima dan membiasakan diri dengan cara berpikir yang umum. Sebagaimana dikatakan Juergen Habermas, filsuf dan sosiolog Jerman kelahiran 18 Juni 1929, “Komunikasi lintas sektor seperti ini hanya dapat terjadi apabila orang memenuhi syarat kelugasan jalan pikiran, kebenaran berargumentasi, penggunaan bahasa tepat, dan kerangka nilai yang dapat diterima secara umum.”

Dengan ini, arogansi, rasa rendah diri dan kepicikan sektoral dapat diatasi untuk dapat mewacanakan persoalan ekonomi bersama secara benar. Dengan hormat, dapat dikatakan bahwa persoalan ekonomi OAP dari dusun ke kota tidak hanya upaya penerangan jalan umum (PJU), tetapi juga penerangan jalan pikiran (PJP), dengan membaca sistem ekonomi yang sering digunakan oleh masyarakat Papua.

Orang asli Papua riskan memiliki kecondongan pada sistem ekonomi pasar (penawaran dan permintaan). Sistem ekonomi seperti ini biasa dikenal juga dengan ekonomi liberal/bebas tanpa kekangan penguasa. Sistem ekonomi dilakukan dengan kemampuan yang seadanya, yakni alat dan modal sendiri. Sistem ekonomi yang juga dipakai di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat juga diterapkan di Papua.

Baca Juga:  Pemkab Lanny Jaya Teken MoU Rp6 Miliar dengan KAPP untuk Dukung UMKM Lokal

Namun, ekonomi OAP tidak secanggih dan semaju seperti di daerah Eropa tersebut tentunya. Sistem ekonomi pasar di Papua masih terbatas pada kalangan sendiri (lokal) dan cenderung bersifat statis.

Sistem ekonomi pasar ini dapat dimungkinkan dengan kemungkinan dan sistem ekonomi pasar untuk bisa bersaing ke ranah nasional dan internasional, sebab alasan yang mendasarinya ialah hasrat berjuang dan niat untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Seperti halnya kopi menjadi komoditas OAP.

Ada dua daerah utama penghasil kopi di Papua. Daerah yang pertama adalah Lembah Baliem, di tengah dataran tinggi Jayawijaya, yang mengelilingi kota Wamena (wilayah adat Laapago). Daerah kedua adalah Lembah Kamuu di daerah Nabire, di sisi timur dataran tinggi, yang mengelilingi kota Moanemani (wilayah adat Meepago).

Kedua wilayah ini berada di ketinggian antara 1.400 – 2.000 mdpl, dan merupakan kondisi ideal untuk produksi kopi arabika.

Kedua daerah tersebut saat ini memproduksi 230 ton kopi per tahunnya. Angka ini dapat dipastikan akan meningkat, sejalan dengan adanya perusahaan-perusahaan baru yang menjalankan kegiatan pembelian dan pengolahan kopi di wilayah tersebut.

Perusahaan-perusahaan tersebut membantu para petani untuk mendapatkan sertifikasi organik dan fair trade, yang akan memberikan peningkatan penghasilan yang cukup besar. Wilayah tersebut sangat terpencil, dimana sebagian besar kopi tumbuh di wilayah yang tidak terjangkau oleh infrastrustur jalan dan hampir tidak tersentuh dunia modern (Papuacoffees.com, 13 Maret 2020).

Kendati demikian, komoditas kopi arabika di Wamena dan Moanemani sudah dinikmati oleh hampir kebanyakan masyarakat Papua.

Pandangan tentang kopi arabika di Papua tidak terlepas dari kaitannya dengan yang lain, sebab, Papua tidak bisa memutuskan keterikatannya dengan semua yang lain di luarnya.

Papua adalah konteks dan Papua tentu mempunyai konteks. Dalam arti relasi yang mempengaruhi dan dipengaruhinya. Justru OAP ada dan hadir sebagai sejarahnya maupun realitas aktualnya. Sebagaimana relasi dengan yang lain di luar Papua, entah relasi sosial, budaya, maupun ekonomi, telah menjadi satu kekhasan tersendiri bagi OAP yang komunikatif dan koordinatif.

Baca Juga:  Otsus Dalam Genggaman Elite Papua

Potensi ini rupanya membawa pengalaman lintas batas internasional bagi OAP, yang sekurang-kurangnya hampir ada dan berada di pelosok dunia. Kualitas ini semestinya ditingkatkan demi lintas sektoral, sehingga upaya menyelamatkan perekonomian dapat disiasati secara sistematis, metodis, dan koheren.

Sekalipun OAP memiliki komoditas kopi arabika di Wamena dan Moanemani, perekonomian ini belum diperhatikan dan diseriusi oleh pemerintah sebagai komoditas lokal. Keberadaan kopi impor dari luar Papua lebih banyak dijual di kios-kios dan sebagainya, sehingga kopi lokal tidak mendapatkan tempat penting di Papua.

Maka dari itu, tugas pemerintah dan perangkatnya mesti mengatur suatu regula yang dapat meningkatkan dan mengembangkan perekonomian lokal. Jika kopi menjadi barang dagang lokal, maka kesan memiliki (rasa memiliki) mesti juga ada dan hadir sebagai upaya pengaturan hidup bersama.

Dengan ini kita dapat melihat kemajuan dan majunya ekonomi OAP dalam budidaya kopi arabika sebagai komoditas lokal. Kita dipanggil untuk meningkatkan ekonomi lokal, sehingga komoditas kopi dapat menjadi batu loncatan bagi OAP.

Hendaknya potensi ini dikemas dan diramu sebaik mungkin dengan memberdayakan OAP terlebih dahulu. Ekonomi OAP yang berhadapan dengan ekonomi di tempat lain, tentu berbeda dan menantang dari berbagai segi, baik sosial budaya, adat istiadat, maupun paradigma kesukuannya.

Persoalan ekonomi mesti dikaji dan dilihat secara menyeluruh dan mendalam. Kompleksitas persoalan ekonomi yang dihadapi OAP pun begitu rumit diuraikan, sehingga model ekonomi semestinya dimulai dan dibangun berdasarkan pola strategis, dengan memperhatikan runutan keuntungan, kerugian, tantangan, dan peluang. Dengan ini, sarana prasarana yang dialokasikan dan didanai dapat menyentuh realitas dan pada dasarnya hati OAP.

Kemudian konsentrasi masyarakat terhadap konteks sosial budaya, terutama mengenai kerugian, keuntungan, tantangan, dan peluang sebagai hal esensi bagi OAP.

Hematnya, efisiensi dan keefektifan proses dagang dari dusun ke kota ialah jalan yang dibangun berdasarkan kelugasan pikiran, sehingga ada kesan saling memahami (mutual understanding), saling memaafkan (mutual forgiving), saling terbuka (mutual opening), dan bentuk koordinasi yang solid. (*)

)* Penulis adalah mahasiswa STFT Fajar Timur Abepura, Papua.

Related

You Might Also Like

LEBIH BAIK MRP DI BUBARKAN

Kalau Otsus dan Pemekaran Dilanjutkan di West Papua

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal, Plt BPK Lanny Jaya Bagi Alat Kerja ke Kelompok Tani

Kampung Tua Krisi Bokoi Tabelanusu Akan Dijadikan Objek Wisata Rohani

Agar Harga Bapok Murah, Pembangunan Jalan Trans Jayapura-Wamena Harus Dipercepat

TAGGED:Kopi Arabika PaniaiKopi PapuaPengusaha Kopi Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Melvin Rumere, Pesepak Bola Papua yang Sukses di Liga Selandia Baru
Next Article Pemda Lanny Jaya di pimpin oleh Pj Bupati Lanny Jaya Petrus Wakerkwa serahkan hibah empat mobil ke Pemprov Papua Pegunungan - Dok Pemuda Lanny Jaya: Beli Truk Sampah Tidak Bisa, Tapi Hibahkan Dana Miliaran ke Pemprov Bisa!
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

MRPP Apresiasi Inisiatif Warga Welesi Bangun Ekonomi Mandiri Lewat Koperasi Desa Merah Putih
Ekonomi & Bisnis MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan
6 hours ago
Koperasi Papua Pegunungan Mulai Bergerak, Alpius Yigibalom: Dana Otsus Harus Menyentuh Langsung Masyarakat
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
1 day ago
Dua Anggota TPNPB dan Seorang Warga Sipil Tewas dalam Operasi Militer di Yahukimo
Tanah Papua
1 day ago
DPC IPMNI Kota Studi Jayapura Minta Pemkab Nduga Jelaskan Alokasi Dana Otsus Pendidikan 2026
Pendidikan
1 day ago
Baca juga
Ekonomi & Bisnis

Kepala Dinas Pertanian Yahukimo Panen Padi Bersama Kelompok Tani Kali Biru

1 month ago

Penghianatan Gubernur Papua Lukas Enembe (Suatu Kritik)

4 years ago
EditorialHeadlineTanah Papua

Indonesia Hadir “Tanpa Diundang” di MACFest 2023

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Transmigrasi Sebagai Alat Kolonisasi di Melanesia Barat (Papua Barat)

2 years ago
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

Koperasi Walesi Jadi Percontohan Papua Pegunungan, Terima Bantuan Rp100 Juta

1 week ago
Ekonomi & BisnisTanah Papua

Distrik Walelagama Gelar Musrenbang RKPD 2027, Fokus Peningkatan Kualitas Hidup dan Ekonomi Inklusif

5 months ago
Ekonomi & BisnisPerempuan & Anak

Dari Rumah Sederhana di Wamena, Noken Rasta Menjelajah Indonesia hingga PNG

5 months ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Agama Katolik dan Adat di Huwulrama-Jayawijaya

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?