Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Wamesik Elopere, Petani Stroberi dari Wamena Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Ekonomi & Bisnis > Wamesik Elopere, Petani Stroberi dari Wamena Papua
Ekonomi & Bisnis

Wamesik Elopere, Petani Stroberi dari Wamena Papua

admin
Last updated: March 6, 2023 14:16
By
admin
Byadmin
Follow:
4 years ago
Share
5 Min Read
SHARE

Oleh; Agusta Bunai

Iklan Nirmeke

Dia adalah Bapak Wamsik Elopere, berusia 60 tahun lebih. Bapak Wamsik dan keluarga tinggal di Napua di kompleks SD YPPGI Napua, di samping rumahnyalah beliau membuat perkebunan semak yang berjejer di bedengan-bedeng an.

Week end ini.. Sabtu 18 Februari saya berkunjung ke perkebunannya karena sebelumnya memang penasaran mendengar ceritra bahwa didaerah tersebut ada kebun stroberi milik petani lokal.

Diantar adik laki-laki K’dek Buselek, kami sampai disana sekitar pukul 10 pagi waktu Papua dengan perjalanan hanya 15 menit dari kota Wamena menggunakan sepeda motor.

Setibanya di kompleks SD kami bertemu beberapa anak yang melanjutkan permainan karet usai pulang sekolah, kami pun bertanya kepada arah ke kebun strobo dan seorang anak laki-laki secara sukarela mau mengantar namun temannya mengingatkan dengan bahasa wamena “Yeke arek” yang artinya ada anjing, sehingga kami  pun menuju ke sekelompok ibu yang lagi duduk di bawah sombar salah satu bangunan di kompleks itu, karena cuaca hari ini cerah dan panas menyengat.

Kami menyapa dan merekapun membalas, kemudian salah satu ibu yang memegang tongkat “Sege” untuk menggali ubi atau membersihkan kebun, menghampiri kami dan menyampaikan bersedia mengantar kami.

Ternyata jarak ke rumah pemilik kebun bapak Wamesik, sangat dekat.

Ketika kami sampai, bapak Wamesik menyapa kami dengan sangat ramah dan meminta kami bersabar sedikit. tentunya ada sedikit pekerjaan yang harus diselesaikannya.

Baca Juga:  Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal, Plt BPK Lanny Jaya Bagi Alat Kerja ke Kelompok Tani

Sekitar 5 menit menunggu, bapak Elopere mendekati kami dengan memegang dua keranjang kecil dan memberikan satu kepada kami dan satunya dipegangnya.

tanpa menunggu lama, pria berambut putih ini mengajak kami ke kebunnya, selanjutnya dirinya mempersilahkan kami untuk memetik sendiri, ai pun membantu memetik sambil menjelaskan harga per keranjang buah stoberi harganya Rp100 ribu sedangkan bibitnya Rp20 ribu rupiah/anakan.

Sambil mencari stroberi yang merah dan siap dipetik, saya pun membangun percakapan dengan bapak beranak 5 ini.

“Nak, bapa tidak bekerja, bapa hanya petani dan bapa juga piara babi, tapi bapa bersyukur karena bapa punya anak-anak semua sekolah,” kata bapa Elopere.

Dari penjelasannya, anak pertamanya sarjana, anak kedua sekolah dokter hewan di Bali, anak ketiga sekolah bahasa Inggris “OB Anggen” di Bokondini, anak ke empat SMA dan anak bungsunya SD kelas 5.

Dalam perbincangan kami, dirinya menceritakan awal menanam stroberi dari tahun 1976, namun ketika Gejolak tahun 1977 mereka mengungsi ke daerah Tiom (Kini Kabupaten Lanny Jaya). Selang beberapa tahun kemudian melihat keadaan sudah aman, mereka kembali ke Napua dan dirinya melanjutkan menanam stroberi .

Ia sudah beberapa kali mengikuti kegiatan petani keluar Papua, diantaranya ke Kalimantan dan rupanya, dirinya semakin termangu setelah melihat petani-petani dari Indonesia Barat dan Tengah lainnya yang ia temui dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Memanfaatkan Hasil Bumi, Moses Mulai Angkat Kopi Lani Mendek

Namun, dirinya menyayangkan ketidakkompakan  petani disekitarnya yang tidak memiliki komitmen didalam kelompok tani untuk sama-sama mengembangkan tanaman tersebut.

Saya pun penasaran dan melanjutkan pertanyaan, kenapa bapa tetap mau menanam tanaman ini, padahal petani lain sudah berhenti.
Dia menjelaskan.

“Anak.. buah ini manfaatnya banyak, bapa dengan mama biasa jual ke orang barat dorang, dan sekali waktu mama bawa dan jual di pasar misi, tapi biasa juga orang datang beli disini,” katanya.

“Tapi… sekarang ni bapa dengan mama sendiri yang piara jadi rumput biasa naik tinggi-tinggi, tidak ada yang merawat untuk cabut rumput-rumput ni,” ujarnya.

Pemerintah berjanji akan mengembangakn tanaman stroberi di daerah itu, selain tanaman ubi jalar.

Selain itu, dari pihak Kodim pun pernah mendatanginya dan berjanji akan membantu mengembangkan perkebunan itu.

“Semoga janji-Janji ini ditepati,” kata bapa Elopere.

Karena penasaran dengan kesabaran dan kegigihan bapak Elopere ini, saya terus bertanya,

Dengan nada halus dan penuh senyum bapa Elopere bilang,

“Anak… Bapa hanya berpegangan ayat, Amsal 12:24. Tangan orang rajin memegang kekuatan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.”

Akhirnya saya pun mendapatkan berkat dobol, buah stroberi satu kantong, bibit stroberi 8 anakan, dan yang terpenting adalah berkat Rohaninya. (*)

 

Sumber: http://agustabunai.blogspot.com/

Related

You Might Also Like

Pemprov Papua Pegunungan Luncurkan Program “Habis Apel, Minum Kopi Kita” untuk Dukung UMKM Lokal

Anthonius Wetipo Dipastikan Pimpin HIPMI Papua Pegunungan

Mama-Mama Papua Kota Sorong Desak Pemerintah Bangun Pasar Khusus dan Berikan Pembinaan Usaha

Kopi Dalam Komoditas Ekonomi Orang Asli Papua

Dinan Adii, Mekanik Otodidak Asal Meepago

TAGGED:Kebun Stroberi di WamenaUMKM Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Politik Kriminal di Papua
Next Article Daun Bungkus Sudah Memiliki Hak Paten dan Merek 
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
14 hours ago
12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
2 days ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
3 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
3 days ago
Baca juga
Ekonomi & Bisnis

Pj Gubernur Kondomo Lantik Pengurus Himpunan Pengusaha OAP Papua Pegunungan 

3 years ago
Ekonomi & Bisnis

Pemkab Yahukimo Sidak Harga Beras di Dekai, Pedagang Diminta Tak Naikkan Harga Sepihak

6 months ago
Ekonomi & BisnisTanah Papua

Festival Budaya 12 Suku Yahukimo, HIPMI Dorong Pemerintah Perhatikan UMKM Lokal

6 months ago
Ekonomi & BisnisInfrastrukturNasional

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Potikelek Wamena, Mama-Mama Papua Sampaikan Aspirasi Modal hingga Keamanan

4 weeks ago
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

Mama-Mama Pasar Potikelek Tolak Bantuan Sembako Wapres, Minta Modal Usaha Sesuai Janji

2 weeks ago
Ekonomi & Bisnis

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal, Plt BPK Lanny Jaya Bagi Alat Kerja ke Kelompok Tani

2 years ago
Ekonomi & Bisnis

Dari Petinju ke Peternak: Langkah Kecil Nelson Bangun Usaha di Jayawijaya

7 months ago
Ekonomi & BisnisPendidikanPerempuan & Anak

Agar Bisa Kuliah, Hana Sobolim Jualan Ayam Keliling Dekai

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?