Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Politik Kriminal di Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Politik Kriminal di Papua
Catatan Aktivis PapuaHeadline

Politik Kriminal di Papua

admin
Last updated: March 4, 2023 03:07
By
admin
Byadmin
Follow:
557 Views
4 years ago
Share
Demo Rasisme mahasiswa Papua di Jakarta - Ist
SHARE

)* Oleh: Mr. Nomen

Iklan Nirmeke

Pengantar

Demokrasi adalah adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan). Dan Adanya pengakuan, penghargaan, dan perlindungan terhadap hak-hak asasi rakyat (warga negara). Di Papua lebih banyak terjadi politik kriminal, muncul money politik, kriminal dan lebih banyak terjadi politik identitas..

Jika kembali melihat sejarah bergabungnya Papua dalam Indonesia, menurut saya terjadi lobi politik kriminal. Penentuan nasib sendiri pada tahun 1963 berlangsung dengan tindakan melawan hak hidup masyarakat Papua. Berjalannya waktu bersama Indonesia, selamah 50an tahun lebih mencatat tindakan depresi dari aparat keamanan.

BBC News mencatat tiga pelanggaran HAM berat di Papua yang menurut saya sangat memperlihatkan demokrasi kriminal. 1). Peristiwa Wasior 2001. D Peristiwa Wamena berdarah 2003. Paniai berdarah 2014.

Kerangka Teori

Perkembangan demokrasi di mulai dari demokrasi langsung, demokrasi kuno, yang mulai timbul dan berkembang sejak jaman yunani kuno sampai pada perkembangannya mencapai demokrasi tidak langsung, demokrasi perwakilan atau demokrtasi modern. Ini terjadi sekitar abad ke XVII dan abad XVIII, maka dalam hal ini akan erat hubungannya dengan ajaran-ajaran para sarjana hukum alam.

Terutama ajaran Montesquieu, yaitu ajaran tentang pemisahan kekuasaan yang kemudian terkenal dengan nama Trias Politica. Ajaran inilah yang menentukan tipe dari demokrasi modern. Dan ajaran Rosseau yaitu ajaran kedaulatan rakyat yang justru tidak dapat dipisahkan dengan demokrasi.

Dari persepsi yang berbeda adanya Negara yang krisis menurut ekonom Indonesia Rizal Ramli berpendapat, demokrasi Indonesia merupakan demokrasi kriminal karena terlalu mengikuti sistem politik di Amerika Serikat (AS). Akibatnya, korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) semakin banyak, bukan justru berkurang.

Baca Juga:  Penyerahan Sepihak Tanah Seluas 108 Ha Demi Jabatan dan Kursi Legislatif

“KKN makin banyak. Bukannya makin kurang. Kenapa? Karena demokrasi kita hari ini adalah demokrasi kriminal. Karena kita sok-sok ikut sistem politik di Amerika Serikat (AS),” ungkap Rizal Ramli yang ditsngkap oleh wartawan berita satu.

Praktek Demokrasi Kriminal di Papua

Sejarah Demokrasi membuktikan politik praktis orang Papua semenjak bergabung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 1969 setelah Pepera. Berkembangan politik praktis di Papua semakin membikin orang Papua hilang kontrol dari praktek Demokrasi yang baik dan benar. KKN lebih tinggi dari nilai demokrasi dan good government.

Seperti kata ekonom serior Rizal Ramli, KKN semakin banyak karena Indonesia lebih banyak adopsi politik orang Amerika. Hal yang sama ini terjadi lebih kepada orang Papua, alternatif Politik Indonesia yang digambarkan adanya Negara Indonesia membuat lebih extreme kehidupan orang Papua dari semua aspek.

Praktek demokrasi di Papua sangat nampak. Kalau melihat dari UU Otsus terjadi sikap diskrimainasi dari kekuasaan yang terpusat, misalnya kewenanggan yang diberikan tidak sesuai harapan rakyat Papua. Misalnya soal proteksi hak masyarakat Papua juga menjadi personal yang mendasar karena tumpa tindi undang- undang diatas Undang-Undang.

KKN menjadi hal yang rumlah di Papua, tentu ini di Pengaruhi oleh sistem yang hidup dalam politik Indonesia Yang menurut Rizal Ramli demokrasi kriminal. Jika bicara pembagunan di Papua, satu hal yang mempengaruhi pembagunan tidak sesuai dengan harapan masyarakat di Papua adalah utang politik yang lahir dari KKN. Ini siklus politik yang selalu saja hidup.

Baca Juga:  Kepergian Lukas Enembe Kado Natal Spesial Bagi Rakyat Papua

Kesimpulan

Muncul istilah demokrasi kriminal adanya KKN yang muncul dipikiran orang Indonesia adalah adopsi budaya Negara lain. Seperti di Papua, sistem Noken lahir dari sosialisme kultur orang Papua dalam cara menyelesaikan masalah. Tapi setelah politik praktis lahir, dengan perlahan lahir mental KKN yang merusak wadah sosial yang sudah lahir bersama manusia Papua diatas tanah Papua.

Ada pandangan berbeda dari toko Nasionalis Indonesia Tito Karnafia menteri dalam negeri, Ia mengatakan, Provinsi Papua dan Papua Barat selama ini menjadi daerah yang rawan saat pelaksanaan Pemilu dan Pilkada. “Ada dua kerawanan yang kita awasi, pertama, potensi konflik terutama karena masalah sistem noken yang ada di pegunungan-pegunungan, masalah jumlah pemilih dan lain-lain,” kamis (23/1/2020).

Pendapat ini memberikan keterangan bahwa, KKN menjadi barometer berjalanya demokrasi kriminal di Papua. Mental politikus menjadikan uang sebagai kedaulatan dalam sistem politik noken. Dosen Universitas Nusa Cendana menulis dalam opini di media republika, “Politik uang adalah jalan mudah untuk membunuh demokrasi”.

Demokrasi Indonesia belum dewasa, kongflik kerena sengketa pilihan menjadi personal yang konfensional di Papua. Di kampung muncul gaya hidup baru yang didorong dari desakan politik yang lahir dari politik klas Eropa dan Yunani. Revolusi mental harus dimulai sebelum sistem yang buruk membikin Negara Indonesia dari Papua.

 

Sumber: mrnomen.wordpress.com

Related

You Might Also Like

Indonesia Mengintensifkan Operasi Keamanan di Tanah Papua

Kelaparan Berulang Memakan Korban Jiwa di Papua

Bangsa Ini Bangsat

Pengamat Militer Desak Jokowi dan DPR Buka Dialog Selesaikan Konflik di Papua

60 Tahun Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Papua Barat (1963-2023)

TAGGED:Politik Kriminal Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article DPRD Jayawijaya Perdakan Pilkades Serentak
Next Article Wamesik Elopere, Petani Stroberi dari Wamena Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

KPA Lanny Jaya Edukasi Mahasiswa Mapogadi, Dorong Kesadaran dan Kepedulian terhadap HIV/AIDS
Kesehatan
3 hours ago
Operasi Militer Meluas di Tolikara, Warga Sekitar Gereja Moria Diduga Ditangkap
Polhukam Tanah Papua
3 hours ago
KONI Lanny Jaya Dukung Pemuda Baptis Cup 2026, Serahkan Kostum dan Bola
Olaraga Papua Pegunungan Papua Tengah
8 hours ago
DPRK Otsus Belum Dilantik, Yos Elopere: Jangan Tuding DPR, SK dan Anggaran Belum Ada
Papua Pegunungan
10 hours ago
Baca juga
Catatan Aktivis Papua

Fajar Dari Timur (Aurora ab Oriente) Benar-Benar Bersinar

2 years ago
HeadlineTanah Papua

MRP Kecam Pemberian Nama Marga Numberi Terhadap Menteri Sosial Tri Rismaharini

4 years ago
Catatan Aktivis Papua

Pantaskah OAP Berkontestasi Dalam Pilkada 2024?

2 years ago
HeadlineTanah Papua

Belum ada Titik Terang, Pencarian Pilot Susi Air Diperluas ke Yahukimo dan Puncak

3 years ago
HeadlineTanah Papua

Benny Wenda Bicara di Forum MSG, Delegasi RI Walk Out!

3 years ago
HeadlineInfrastrukturTanah Papua

Dikawal Aparat, Wamendagri Kembali Tinjau Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur di Walesi

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaHeadline

Stigma Mata-Mata Militer Terhadap Nakes dan Guru di Papua Semakin Menguat Pasca Revisi UU TNI

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorialHeadline

Bunuh Sandera Pilot Philip Mark Marthens

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?