Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Sulitnya Membasmi TPNPB – OPM
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Sulitnya Membasmi TPNPB – OPM
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Sulitnya Membasmi TPNPB – OPM

admin
Last updated: September 4, 2025 15:04
By
admin
Byadmin
Follow:
957 Views
3 years ago
Share
TPNPB - OPM Pimpinan Egianus Kogeya di Ndugama Derakma - Istimewa
SHARE

Oleh; Papuana

Iklan Nirmeke

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menkopolhukam RI Mahfud MD telah mengeluarkan pernyataan di publik bahwa sulit sekali membasmi pasukan perang dari OPM/TPNPB yang selama ini melakukan aksinya melawan pasukan TNI/POLRI di tanah Papua.

Apakah pernyataan ini bersifat diplomatis ataukah benar adanya, tapi faktanya bahwa OPM di hutan masih tetap eksis dalam melakukan aksinya untuk melawan pasukan Indonesia yang hanya menimbukkan korban jiwa yang banyak baik warga sipil dan warga non Papua.

Perang Vietnam melawan pasukan Amerika hendaklah menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia, bahwa pasukan Vietnam yang menguasai medan pertempuran membuat Amerika kalah dan harus angkat kaki dari Vietnam demi menghindari korban yang terus berjatuhan dari pasukan Amerika.

Amerika juga mengakui sulitnya mengalahkan pasukan Taliban di Afganistan. Selama dua puluh tahun berperang melawan pasukan Taliban yang lebih menguasai medan tempur, membuat pasukan Amerika kalah dan harus meninggalkan Afganistan.

Pasukan OPM di untungkan dengan menguasai seluruh medan pertempuran dan mampu bertahan pada cuaca yang sangat ektrim pada suhu minus 14 derajat celsius, dan juga di ketinggian 4.000 kaki dari atas permukaan laut.

Sulitnya juga membedakan antara pasukan OPM dan masyarakat sipil yang ada di tempat, dan selalu saja terjadi pelanggaran HAM akibat salah sasaran atau salah tembak dan korbanya adalah masyarakat sipil, itu juga membuat sorotan dunia Internasional pada kasus pelanggaran HAM.

Berberapa petinggi di Republik ini juga sering mengeluarkan pernyataan yang demikian bahwa medan yang begitu sulit dan cuaca ekstrim membuat sehingga, sulit berhadapan atau menuntaskan OPM hingga tuntas hingga ke akar-akarnya.

Baca Juga:  Militer Terus Dikerahkan ke Papua, Bukti Adanya Operasi Militer di Tanah Papua

Mahfud MD juga mengatakan bahwa biaya yang terbatas menjadi faktor untuk mengerakan pasukan, belanja logistik atau bahan makan bagi pasukan di medan pertempuran, dan berakibat pada kelaparan yang melanda pasukan TNI dan Polri untuk bertahan.

Perang membutuhankan biaya yang sangat banyak, dan situasi perang biasanya paling banyak menghabiskan banyak angggaran. Bisa saja anggaran untuk sektor atau bidang lain di potong/di pangkas untuk membiayai perang dalam rangka membunuh orang.

Jumlah kekuatan atau pasukan OPM di hutan yang melakukan aksinya tidak banyak, dan tidak lebih dari ratusan atau sekitar puluhan saja, di banding pasukan TNI/POLRI yang jumlahnya ribuan dengan alutista yang begitu canggih dan sangat lengkap untuk membasmi musuh.

Berbagai kecurigaan bahwa OPM juga memiliki akses dan mendapatkan bantuan dari luar Negeri berupa makanan, dan bantuan senjata atau juga ada tentara bayaran yang membantu OPM, namun hal itu belum bisa di buktikan.

Belum lagi ada 24 kasus penjualan senjata dan amunisi yang di lakukan oleh oknum aparat kepada pihak TPNPB yang hanya menambah kekuatan persenjataan mereka, kemudian balik menyerang TNI atau Polri yang berada di tempat tersebut.

Di akui oleh mahfud MD bahwa hampir setiap minggu ada korban dari pihak aparat militer Indonesia yang kena tembak dan kehilangan nyawa mereka, di banding dengan TPNPB yang menjadi korban tembakan oleh aparat TNI dan Polri.

Cuaca yang ektrim juga kadang membuat pesawat sulit untuk mendarat di bandara yang ada, dan ini menyulitlan bagi pendropan logistik bagi pasukan tempur yang ada di lokasi perang, akibatnya persipan logistik berkurang dan menipis.

Baca Juga:  Ketua DPRP: Jangan Stigma Warga Papua Separatis dari Penampilan Gimbal dan Janggut

Penerbangan sipil enggan juga memberi pelayanan penerbangan ke daerah konflik akibat dari keamanan dan kenyaman yang terus terganggu, dan ini membuat akses mobilisasi menjadi terganggu dan terhalang oleh cuaca maupun keamanan.

Pasukan OPM lebih banyak mengetahui dan megguasai medan pertempuran. Alam dan hutan, gunung dan lembah adah rumah mereka yang mereka tempati dan tentunya mereka lebih tau kemana mereka harus pergi dan dari arah mana mereka akan kembali.

Cuaca yang ektrim dingin menyengat dan menusuk daging bagaikan jarum yang menusuk hingga menembus tulang adalah obat yang manjur dan mujarab bagi tubuh mereka, sementara kabut tebal yang dingin adalah selimut hangat yang membungkus mereka.

Jika perang terus berlanjut maka Negara harus banyak mengeluarkan uang hanya untuk di bunuh dan membunuh, tak akan ada yang di untungkan atau menguntungkan. Semua kerugian bisa terjadi baik harta benda maupun jiwa.

Solusinya pemerintah harus berbesar hati untuk melakukan perundingan, bersama OPM-TPNPB semua ini demi menghindari korban yang terus berlanjut dan tidak tahu sampai kapan bisa berhenti. Harus ada solusi yang baik salah satunya adalah perundingan dari kedua pihak.

Perundingan akan menghindari jatuhnya banyak korban dari pihak TNI dan POLRI,serta menghindari pemborosan anggaran untuk perang. Negara perlu kedamaian dan masyarakatya perlu ketenangan maka jangan lagi ada perang.

Related

You Might Also Like

Politik Uang Merusak Nilai Demokrasi Di Papua

Pengesahan UU TNI: Kepentingan Politik Prabowo 2029 Korbankan Supremasi Sipil

Raga Kogeya: Pengungsi Nduga Masih Diabaikan Oleh Pemerintah Indonesia

Diskriminasi Rasial di Indonesia Takkan Pernah Hilang Cepat

 HITAM-PUTIH: Fakta 10 Tahun  BTM Menakhodai Kota Jayapura 

TAGGED:Catatan Aktivis PapuaOrganisasi Papua MerdekaPangkodap III Ndugama Derakma Brigjend Egianus KogeyaPencarian Pilot Susi AirTPNPB-OPM

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Breaking News: Dijaga Ketat Aparat, Pemerintah Bawa Alat Berat Bongkar Lahan di Welesi
Next Article ASN di Jayawijaya Diminta Tidak Terlibat Politik Praktis
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

GAMKI Lanny Jaya Gelar Rakercab dan Mahaperta, Pemuda Diajak Berperan dalam Pembangunan
Papua Pegunungan
4 days ago
Panitia PAB Serahkan 24 Anggota Baru kepada Pengurus IPMPKDPT
Pendidikan
4 days ago
Hamka Yelipele Dilantik sebagai Anggota MRP Papua Pegunungan, Keluarga Gelar Syukuran
MRP Papua Pegunungan
5 days ago
Markus Haluk Tekankan Pentingnya Budaya, Iman, dan Literasi Digital bagi Generasi Muda
Pendidikan
7 days ago
Baca juga
ArtikelCatatan Aktivis Papua

Simbol Sakral Bukan Kostum Politik

9 months ago
Editorial

Seharusnya Wio Silimo Menjadi Nama Ibukota Di Wamena

4 years ago
Editorial

Kalau Otsus dan Pemekaran Dilanjutkan di West Papua

4 years ago
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Gereja Main Tambang?

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Theys Hiyo Eluay: Di Tangannya Papua Hampir Merdeka

3 weeks ago
Editorial

Pater Neles Tebay: Paus Belum Sebut Papua

6 years ago
EditorialPariwisata

Festival Budaya Lembah Baliem: Lebih dari Sekadar Pertunjukan, Ini Penjaga Jati Diri Papua Pegunungan

1 year ago
ArtikelCatatan Aktivis PapuaPerempuan & Anak

“Kami Bukan Sekadar Konten” Perempuan Papua Menggugat Objektifikasi di Media Sosial

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?