WAMENA, NIRMEKE.COM — Himpunan Pengusaha Muda Anak Asli Papua (HIPMAS) Provinsi Papua Pegunungan mendorong pengusaha muda Orang Asli Papua (OAP) menjadi pelaku sekaligus penggerak ekonomi daerah dan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan di Tanah Papua.
Dorongan tersebut mengemuka dalam pelantikan Ketua DPD HIPMAS Papua Pegunungan Yan Kirakla bersama jajaran pengurus HIPMAS di delapan kabupaten se-Papua Pegunungan yang berlangsung di Wamena, Kamis (24/9/2026).
Pelantikan mengangkat tema “Peran Pengusaha Muda Asli Papua yang Bersatu dalam Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah Papua Pegunungan.”
Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus DPP HIPMAS Provinsi Papua, Hendrik Yance Udam, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, BP3OKP serta jajaran pengurus HIPMAS.
Hendrik Yance Udam mengatakan momentum pelantikan tersebut menjadi bagian dari perjuangan ekonomi yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan Papua Pegunungan.
“Wajah perjuangan ekonomi yang kita ambil hari ini akan memberikan kontribusi dalam pembangunan di Papua Pegunungan ke depan,” kata Hendrik.
Ia mengajak pengusaha muda asli Papua untuk bangkit dan mengambil peran sebagai pelaku serta penggerak ekonomi di tanah sendiri.
“Saatnya bangkit! Bersama pengusaha muda asli Papua, kita bangkit, bergerak, dan membangun masa depan Tanah Papua yang lebih cerah. Saatnya anak muda Papua menjadi pelaku dan penggerak ekonomi di tanah sendiri. Bersama kita bangun masa depan Tanah Papua!” ujarnya.
Menurut Hendrik, dunia usaha menjadi salah satu ruang bagi generasi muda Papua untuk mengambil peluang dan membangun masa depan ekonomi.
“Bisnis adalah akses, peluang adalah masa depan.” tegasnya.
Ia mengatakan HIPMAS diharapkan menjadi wadah perjuangan sekaligus pengembangan kapasitas pengusaha muda asli Papua agar mampu mengambil bagian dalam pembangunan, khususnya di sektor ekonomi.
HIPMAS juga diharapkan menjadi mesin pencetak pengusaha muda yang handal dari Papua Pegunungan serta memperkuat keberadaan pengusaha OAP dalam perekonomian daerah.
Hendrik menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap pengusaha asli Papua sebagai bagian dari implementasi kebijakan Otonomi Khusus Papua.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan pemerintah di delapan kabupaten diharapkan memberikan ruang dan dukungan kepada pengusaha yang tergabung dalam HIPMAS.
Ia juga meminta BP3OKP memberikan kesempatan kepada pengusaha asli Papua untuk memperoleh kepercayaan dalam menangani pekerjaan maupun proyek pembangunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Yan Kirakla: Bangun Fondasi HIPMAS
Ketua DPD HIPMAS Papua Pegunungan, Yan Kirakla, mengatakan pengurus yang baru dilantik memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan melalui sektor ekonomi.
“Selaku pengurus yang baru dilantik, kami punya kerinduan untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan di Papua dengan saling berkoordinasi semua pengurus dalam mewujudkan visi dan misi HIPMAS,” kata Yan.
Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya dan seluruh pengurus. Menurutnya, sinergitas antar-pengurus menjadi bagian penting untuk menjalankan organisasi.
“Mari kita bangun pondasi yang kokoh agar HIPMAS menjadi kompas untuk pengusaha muda asli Papua di Papua Pegunungan,” ujarnya.
Yan juga membuka ruang terhadap masukan dan kritik dalam menjalankan organisasi. Menurutnya, kritik dan masukan diperlukan agar HIPMAS dapat berkembang dan mewujudkan cita-cita organisasi.
BP3OKP Buka Akses bagi Pengusaha Muda OAP
Direktur Pokja Papua Produktif Ekonomi dan Prestasi BP3OKP Papua Pegunungan, Yoyo Iwik Sriyoto, S.Sos., M.Si., mengatakan pemerintah terus mendorong keterlibatan pengusaha muda dan pelaku ekonomi kreatif OAP dalam pembangunan ekonomi daerah.
Menurut Yoyo, pelibatan pelaku usaha lokal menjadi salah satu langkah penting agar pembangunan Otonomi Khusus dapat memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
“Kami berkomitmen penuh untuk menjembatani para pelaku UMKM dan pengusaha muda OAP agar tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor utama dalam perputaran ekonomi di wilayah ini. Salah satu fokus utama kami adalah membuka akses seluas-luasnya agar mereka dapat masuk dan terlibat langsung dalam rantai pasok program serta proyek strategis yang dijalankan oleh pemerintah,” ujar Yoyo.
Ia mengatakan Pokja Papua Produktif melakukan koordinasi lintas sektor dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dan komunitas kreatif untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal.
Koordinasi tersebut diarahkan untuk memastikan aspek standardisasi, legalitas dan kapasitas pengusaha lokal dapat dipersiapkan dalam memenuhi kebutuhan program maupun proyek pemerintah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong penyerapan komoditas pertanian dan produk lokal dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan untuk mendukung program pembangunan.
Dengan keterlibatan langsung pengusaha OAP, BP3OKP berharap perputaran dana Otonomi Khusus dapat semakin dirasakan di tingkat masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi daerah.
HIPMAS Minta Kesempatan bagi Pengusaha OAP
Sekretaris Umum HIPMAS Papua Pegunungan, Simson Asso, mengatakan HIPMAS hadir untuk mendukung program dan kerja pemerintah, khususnya dalam pembangunan ekonomi Papua Pegunungan.
Menurut Simson, sejumlah pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMAS masih berada pada tahap awal sehingga membutuhkan pembinaan, pendampingan dan dukungan untuk mengembangkan usaha.
“Kami juga meminta dukungan dan berharap pemerintah bisa menjadi mitra HIPMAS, baik Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan maupun delapan kabupaten, terutama bupati dan wakil bupati,” kata Simson.
Ia berharap pemerintah memberikan kesempatan kepada pengusaha asli Papua untuk menjalankan usaha maupun menangani pekerjaan atau proyek pembangunan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Menurutnya, kesempatan tersebut penting agar pengusaha OAP dapat membuktikan kemampuan dan keseriusannya dalam mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
“Berikan mereka kesempatan dan peluang untuk membuktikan kualitas, kemampuan dan keseriusan mereka menjadi bagian dari pembangunan di Papua Pegunungan,” ujarnya.
Simson menambahkan, HIPMAS akan memperkuat koordinasi antara pengurus provinsi dan pengurus di delapan kabupaten agar organisasi berjalan sesuai visi dan misi serta mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi Papua Pegunungan.(*)

