Wamena, nirmeke.com – Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Provinsi Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, mengungkapkan tiga program prioritas pemerintah daerah untuk tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Ketua Dewan Pengurus dan Pengawas Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3), Simson Asso, pada Senin (9/3/2026).
Pertemuan tersebut diawali dengan pemaparan rencana kerja KP3, yang kemudian mendapat tanggapan positif dari pihak dinas.
“Hari ini pengurus koperasi telah memberikan gambaran langkah konkret program kerja. Kami akan menindaklanjuti dengan pembagian tugas antara dinas dan KP3,” ujar Alpius.
Dalam kesempatan itu, Alpius juga memaparkan capaian tahun sebelumnya, di mana pemerintah telah mengalokasikan anggaran hampir Rp45 miliar untuk mendukung lebih dari 4.000 pelaku UMKM Orang Asli Papua (OAP) di delapan kabupaten.
“Dana tersebut bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi Papua Pegunungan agar bisa berkembang seperti daerah lain,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, Diskopindag menetapkan tiga fokus utama. Pertama, pengumpulan data valid petani dan pengusaha kopi di seluruh kabupaten sebagai dasar penguatan rantai pasok.
Kedua, penguatan kerja sama antarwilayah, termasuk rencana pertukaran komoditas dengan Provinsi Papua, khususnya dengan wilayah Biak.
“Skemanya adalah ikan dari Biak masuk ke Wamena, sementara sayur dari Wamena dikirim ke Biak,” kata Alpius.
Ketiga, pemenuhan kebutuhan daging di Papua Pegunungan melalui penguatan produksi lokal, termasuk rencana pembangunan fasilitas produksi pakan ternak guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Sementara itu, Ketua KP3, Simson Asso, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis koperasi di Papua Pegunungan.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku koperasi dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.(Red)*
