Oleh; Yefta Lengka
“Amerika serikat dan Indonesia adalah perampok sumber daya alam milik orang Papua barat”.
Mereka (Amerika serikat dan Indonesia serta kroninya) merampok pada siang hari di Papua Barat. Mereka merampok di hadapan orang Papua Barat sebagai pemilik sah. Mereka merampok harta milik orang Papua Barat di hadapan Tuhan. Mereka merampok dihadapan Jerman, Australia dan Amerika serikat serta negara-negara lain yang pernah datang membawa Injil di tanah Papua Barat. Mereka menyaksikan pembantaian orang Papua barat, perampasan sumber daya alam milik orang Papua Barat.
Pertanyaan kami adalah mengapa mereka diam dan tonton perlakuan tidak manusiawi dan merendahkan nilai kemanusiaan serta praktek politik devide et Impera di Papua Barat?
Dilansir dari cnbcindonesia.com bahwa; PT Freeport-McMoran Inc mencatatkan pendapatan US$ 22,78 miliar atau setara Rp 341,70 triliun (asumsi kurs Rp 15.000/US$) sepanjang tahun 2022.
Lalu operasi di Indonesia nilainya mencapai Rp US$ 8,43 miliar (Rp 126,39 triliun).
Total pendapatan operasi Freeport di Indonesia sebelum penyesuaian mencapai US$ 9,39 miliar (Rp 140,84 triliun). Pendapatan dari penjualan tembaga tercatat US$ 6,02 miliar, penjualan emas US$ 3,24 miliar dan penjualan perak US$ 134 juta.
Sepanjang tahun lalu Freeport menambang 1,57 miliar pound (783,5 ribu ton) tembaga naik 17,29% dari tahun 2021. Sementara itu penjualan tembaga tahun 2022 mencapai 1,58 miliar pound (791 ribu ton) naik 20,21% dari tahun sebelumnya.
Produksi emas juga meningkat 31,24% menjadi 1,80 juta troy ons (55,92 ton), dengan penjualan naik 34,25% menjadi 1,81 juta troy ons (56,33 ton).
Dengan demikian penjualan emas, tembaga dan perak dapat mencapai nilai yang sangat besar secara signifikan dari tahun sebelumnya. Ini menandakan bahwa kualitas kerja karyawan serta alat yang digunakan semakin banyak dan naik level. Termasuk wilayah tambang semakin meluas.
Sementara kehidupan orang Papua barat semakin melarat di negerinya sendiri. Lantas Pemilik tambang emas terbesar dunia di tanah Amungsa, Papua Barat adalah orang Papua Barat yang sah.
Lebih dari itu, cnbcindonesia.com juga mendokumentasikan serta mencatat 10 daerah termiskin di Indonesia. Dan Papua adalah Provinsi termiskin nomor 1 di Indonesia. Ini adalah hal yang sangat mencederai sekaligus menyadarkan orang Papua Barat bahwasanya Amerika Serikat dan Indonesia adalah perampok sumber daya alam milik orang Papua Barat sekaligus menjajah orang Papua Barat.
Sejak berdirinya PT Freeport di tanah Amungsa Papua Barat pada 7 April 1967 hingga kini, kondisi kehidupan orang Papua Barat tidak menjadi yang lebih baik. Tetapi semakin hari semakin memburuk.
Dunia tahu bahwa bahwa wilayah Indonesia timur (Papua) adalah tanah konflik yang berkepanjangan akibat pencaplokan Indonesia atas Papua Barat yang tidak sesuai dengan mekanisme dan hukum internasional. Sehingga konflik setiap tahun tidak pernah usai, konflik di Papua Barat selalu mengakibatkan banyak sekali pengungsi. Para pengungsi itu terdiri dari; ibu hamil, bayi dan balita, anak-anak, remaja, orang dewasa dan bahwa lansia.
Mereka meninggalkan rumah mereka, terpisah dari keluarga, tinggalkan kebun dan mata pencaharian mereka dan berlari serta bersembunyi di hutan belantara dengan pakaian seadanya. Mereka tahan dingin, tahan hujan, tahan lapar, tahan panas dan bahkan sampai beberapa bayi dan lansia mati di sana. Apakah PT Freeport Indonesia milik orang Papua Barat itu dapat berkontribusi terhadap pengungsi di wilayah Papua Barat?
Di Papua banyak anak-anak pribumi Papua yang putus sekolah akibat ketidakmampuan orang tua dalam membiayai pendidikan. Apakah Freeport dapat memberikan bantuan kepada seluruh siswa dan mahasiswa pribumi Papua yang orang tuanya tidak mampu ataukah memperkaya anak-anak pejabat termasuk anak-anak non pribumi?
Orang Papua Barat selama ini menjadi konsumen aktif di negara Indonesia tanpa memproduksi apapun berbasis industri. Apakah PT Freeport memberikan kontribusi pembangunan industri seperti pabrik makanan, daur ulang sampah dan lain sejenisnya?
Belum dengan perusahaan migas di Sorong, Perusahaan kelapa sawit dan perusahaan anakan lainnya di Papua Barat.
Bersambung…
