Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: HUT ke-62 Bangsa Papua : Ormas Reaksioner NTT dan Polisi serang Massa Aksi AMP dan FRI-WP di Kupang
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > HUT ke-62 Bangsa Papua : Ormas Reaksioner NTT dan Polisi serang Massa Aksi AMP dan FRI-WP di Kupang
Catatan Aktivis Papua

HUT ke-62 Bangsa Papua : Ormas Reaksioner NTT dan Polisi serang Massa Aksi AMP dan FRI-WP di Kupang

admin
Last updated: December 4, 2023 11:49
By
admin
Byadmin
Follow:
1.1k Views
2 years ago
Share
Ormas Reaksioner dan Polisi menyerang para aktivis Papua saat peringatan HUT ke -62 Bangsa Papua di Kupang NTT - Dok
SHARE

Kupang, nirmeke.com — Polisi Indonesia dan Ormas Garuda [Ormas Reaksioner anti Papua] yang dipimpin Mex M. Sinlae di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerbu para aktivis Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] dan Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua [FRI-WP] Komite Kota Kupang yang sedang memperingati HUT Bangsa Papua ke-62 pada Jumat 1 Desember 2023.

Iklan Nirmeke

Sebelumnya, kejahatan serupa pernah dilakukan pada Sabtu 30 September 2023 saat aktivis Papua melakukan aksi protes terhadap Roma Agreement.

Ormas Garuda dan Ormas Reaksioner lainnya di Kupang NTT yang gemar melakukan serangan fisik dan verbal terhadap para aktivis Papua ternyata tidak melihat fakta keberadaan ribuan orang miskin dari NTT yang sedang mencari makan di Papua.

Kehadiran ribuan orang Miskin asal NTT di Papua sempat membuat pusing Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Papua dalam upaya mengentaskan kemiskinan penduduk.

Baca Juga:  Politik Kriminal di Papua

Penyebabnya adalah, karena stok penduduk miskin yang masuk ke Papua seakan tidak ada habisnya, seperti air sebuah sungai yang terus mengalir tanpa henti.

Dan NTT merupakan pabrik yang terus memroduksi orang miskin, kemudian diorganisir secara teratur oleh organisasi FLOBAMORA dan dikirim ke Papua.

Di Papua, orang-orang miskin dari NTT kebanyakan mencari makan di Gereja Katolik dan gereja-gereja lain.

Mereka juga tersebar di Partai Politik dan birokrasi. Contoh di Partai Politik adalah di Partai Demokrat di era kepemimpinan Lukas Enembe.

Orang-orang miskin ini, salah satunya Carolus Bolly, adalah pembisik utama yang selalu menipu Lukas Enembe.

Bolly sangat dipercaya oleh Lukas Enembe sehingga segala keputusan penting Partai Demokrat di Papua praktis dikendalikan oleh orang ini.

Baca Juga:  “Kita Cinta Papua”: Slogan Memusnahkan Orang Asli Papua

Di birokrasi ada Titus Dosinaen, yang menguasai birokrasi Kabupaten Puncak Jaya dan berlanjut ke Provinsi Papua hingga pensiun.

Saat ini, ketika Lukas Enembe dikriminalisasi dan ditangkap atas tuduhan korupsi, orang-orang NTT yang makan kenyang saat Lukas Enembe berkuasa, secara tiba-tiba menghilang entah kemana.

Di Partai PDI sebelum PDI-P, ada Paul S Baut dan Ben Vincen Jeharu yang selalu duduk di kursi legislatif Provinsi Irian Jaya karena meraup suara orang-orang Katolik Papua.

Paul dan Ben dikenal sebagai tokoh pemasok migran miskin asal NTT ke Papua sejak 1980-an, melalui program pemerintah [transmigrasi] maupun migrasi spontan.

Di Gereja Katolik, dikenal mantan Uskup Jayapura Mgr Leo Laba Ladjar, yang sukses merebut Keuskupan Jayapura dan mengorganisir masyarakat NTT membangun kerajaan bisnis mereka di lembaga keagamaan tersebut.

Sumber: https://westpapuanews.org

Related

You Might Also Like

Pantaskah OAP Berkontestasi Dalam Pilkada 2024?

Masyarakat Jadi Minoritas di Tanah Mereka Sendiri

Pengesahan UU TNI: Kepentingan Politik Prabowo 2029 Korbankan Supremasi Sipil

Bunuh Sandera Pilot Philip Mark Marthens

Strategi Wayang Kulit Jawa dalam Mengatur OAP di Tingkat Nasional

TAGGED:Ormas Reaksioner NTT dan Polisi serang Massa Aksi AMP dan FRI-WP di Kupang

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Biro Perkauan GKII Wilayah IV Papua Gelar Ibadah Gerbang Natal
Next Article Video Pemukulan Mahasiswa Papua Oleh Ormas Reaksioner NTT Mendapat Kecaman dari Masyarakat Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 days ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Orang Papua Terjebak Dalam Skenario Kolonial Dan Kapitalis Untuk Kepentingan Investasi

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Sejarah Hari HAM Dan Realitas Indonesia

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Genap Satu Tahun, Indonesia Abaikan Pilot Philip Marthens Ditangan Brigjen Egianus Kogeya

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Peringati Rasisme dan New York Agreement, KNPB Akan Mobilisasi Rakyat Papua Turun Jalan

3 years ago
Catatan Aktivis Papua

Pemilu 2024 Paling Buruk di Wamena-Papua Pegunungan

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaPendidikanSastra

Sastra Sebagai Gerakan Politik di Papua

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

60 Tahun Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Papua Barat (1963-2023)

3 years ago
ArtikelCatatan Aktivis PapuaPena Papua

Rasisme di Lapangan Hijau: Luka Lama Kolonialisme Indonesia atas Papua

7 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?