Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Aksi KNPB di Makassar Sempat Ricuh, Massa Kawal Tuntutan Papua Zona Darurat Kemanusiaan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Nasional > Aksi KNPB di Makassar Sempat Ricuh, Massa Kawal Tuntutan Papua Zona Darurat Kemanusiaan
NasionalTanah Papua

Aksi KNPB di Makassar Sempat Ricuh, Massa Kawal Tuntutan Papua Zona Darurat Kemanusiaan

admin
Last updated: August 16, 2026 00:52
By
admin
Byadmin
Follow:
2 Views
2 hours ago
Share
SHARE

Makassar, nirmeke.com — Aksi Nasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia bersama mahasiswa Papua dan kelompok solidaritas untuk West Papua di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/8/2026), sempat diwarnai kericuhan dengan kelompok organisasi masyarakat (ormas) saat massa melakukan long march menuju Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Sulawesi Selatan.

Iklan Nirmeke

Aksi tersebut mengangkat tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan” serta mengambil momentum 15 Agustus 1962 yang berkaitan dengan New York Agreement.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan penyelenggara, massa mahasiswa mulai berkumpul sejak Jumat malam di sejumlah asrama mahasiswa Papua di Makassar. Konsolidasi berlangsung hingga Sabtu pagi sebelum massa bergerak menuju lokasi aksi.

Sekitar pukul 08.59 WITA, koordinator lapangan bersama pimpinan sejumlah kelompok mahasiswa memberikan arahan kepada massa di halaman Asrama Mahasiswa Papua Kamasan IV.

Sekitar pukul 09.10 WITA, massa kemudian bergerak berjalan kaki menuju Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Sulawesi Selatan sambil membawa spanduk, poster dan petaka serta menyampaikan orasi dan yel-yel.

Sempat Terjadi Kericuhan

Ketegangan terjadi sekitar pukul 10.30 WITA dalam perjalanan menuju lokasi aksi.

Penyelenggara menyebut kericuhan terjadi setelah massa berhadapan dengan kelompok ormas yang mereka sebut melakukan provokasi dan pelemparan batu.

Baca Juga:  Tiga Anggota DPRD Yahukimo Kunjungi Distrik Tangma, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Konflik

Situasi sempat memanas sebelum dilakukan negosiasi antara pihak penyelenggara dengan aparat keamanan.

Pihak penyelenggara menyampaikan kepada aparat bahwa aksi tersebut merupakan aksi damai yang telah dikonsolidasikan sebelumnya.

Setelah proses negosiasi, aparat kepolisian kemudian mengawal massa hingga tiba di lokasi aksi.

Sekitar pukul 10.47 WITA, massa tiba di depan Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Sulawesi Selatan dan melanjutkan orasi.

Penyelenggara kemudian melakukan negosiasi dengan pihak kantor terkait akses massa ke depan gedung.

Sekitar pukul 11.01 WITA, massa diperbolehkan melakukan aksi di depan kantor dengan ketentuan berada dalam satu titik dan mengikuti arahan satu komando.

Pada pukul 11.07 WITA, massa mulai menempati area depan kantor dengan membentangkan spanduk utama, petaka dan poster.

Orasi politik kemudian disampaikan secara bergantian oleh koordinator lapangan, wakil koordinator lapangan dan sejumlah peserta aksi.

Pernyataan Sikap Disampaikan

Sekitar pukul 11.50 hingga 12.05 WITA, massa membacakan pernyataan sikap yang kemudian diterima oleh pihak Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Sulawesi Selatan.

Dalam pernyataan tersebut, KNPB menyoroti persoalan sejarah politik Papua, New York Agreement 15 Agustus 1962, pelaksanaan Pepera 1969, konflik bersenjata, persoalan HAM, lingkungan serta kondisi masyarakat sipil di Tanah Papua.

Baca Juga:  Lince Kogoya Dilantik Menjadi Sekretaris MRP Papua Pegunungan Definitif

KNPB juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta peninjauan kembali terhadap sejumlah resolusi PBB terkait Papua, membuka akses bantuan kemanusiaan internasional, penyelesaian konflik secara damai serta memberikan ruang bagi masyarakat Papua untuk menentukan masa depannya sendiri.

KNPB juga meminta pemerintah Indonesia, TNI-Polri dan TPNPB mencari solusi penyelesaian konflik dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sipil dan nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam pernyataan tersebut, KNPB menyampaikan sejumlah data mengenai korban konflik, pengungsi, tahanan politik dan keberadaan aparat keamanan di Papua.

Setelah penyampaian pernyataan sikap, koordinator lapangan mengarahkan massa kembali ke Asrama Mahasiswa Papua Kamasan IV.

Massa berjalan kaki sambil menyanyikan lagu dan meneriakkan yel-yel.

Sekitar pukul 13.30 WITA, massa disebut telah tiba kembali di asrama dalam keadaan aman dan terkendali.

KNPB menyatakan aksi tersebut merupakan bagian dari konsolidasi politik dan solidaritas untuk menyuarakan persoalan Papua, khususnya isu kemanusiaan dan konflik yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat Papua.(*)

Related

You Might Also Like

DPR Papua Tengah Didesak Bentuk Tim Investigasi Intan Jaya

Ahli Waris Pasang Spanduk di Lokasi Pusat Pemerintahan Papua Pegunungan, Tuntut Kejelasan Hak Tanah dan DPRK Otsus

Kebun Warga di Desa Gubura Tolikara Longsor, Tanaman Pangan Rusak

83 Warga Yahukimo Mengungsi Usai Himbauan Operasi Militer di Dekai

Kadistrik Bugukgona Turun Kampung, Pastikan Pembangunan dan Pelayanan Berjalan

TAGGED:Demo KNPB MakassarKNPB Konsulat Makassar

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Tapol Papua Tolak New York Agreement, Soroti PSN dan Dugaan Pelibatan OAP sebagai Informan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tapol Papua Tolak New York Agreement, Soroti PSN dan Dugaan Pelibatan OAP sebagai Informan
Nasional Tanah Papua
2 hours ago
Cipayung Jayawijaya Soroti Operasi Militer, Tolak PSN dan Pertanyakan Program MBG di Papua
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 hours ago
Agus Kossay Apresiasi Kapolres Jayawijaya Buka Ruang Demokrasi bagi Massa KNPB
Polhukam Tanah Papua
2 hours ago
Ribuan Massa KNPB Penuhi DPRP Papua Pegunungan, Serukan Dialog dan Penghentian Pendekatan Militer
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
7 hours ago
Baca juga
Tanah Papua

Usai Dilantik, Timsel MRP Papua Pegunungan Akan Turun ke 8 Kabupaten

3 years ago
Papua PegununganTanah Papua

SPPMPP Tegaskan Jabatan Sekda Papua Pegunungan Harus Diisi Putra Asli Lapago

4 months ago
Tanah Papua

Rakyat West Papua Wilayah Saireri Konsisten Mendukung Agenda Keanggotaan Penuh ULMWP di MSG

3 years ago
Tanah Papua

Menolak Kehadiran Korem di Muliama, Mahasiswa: Kehadiran Aparat Identik Dengan Teror dan Intimidasi Warga Sipil

2 years ago
HeadlineKabar DaerahTanah Papua

Senator Sopater Sam Pertanyakan Urgensi Pembentukan Komite Eksekutif Otsus Papua

10 months ago
Tanah Papua

Amnesty: Bebaskan Tiga Terpidana Makar di Tanah Papua

3 years ago
InfrastrukturTanah Papua

7 Tahun Tak Nikmati Dana Desa, Warga Wakunyama Desak Bupati Yahukimo Ganti Kepala Kampung

1 year ago
PolhukamTanah Papua

Pemuda Papua Pegunungan Kritik Bobon Santoso: Jangan Jadikan Kami Objek Konten

3 weeks ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?