Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Tapol Papua Tolak New York Agreement, Soroti PSN dan Dugaan Pelibatan OAP sebagai Informan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Nasional > Tapol Papua Tolak New York Agreement, Soroti PSN dan Dugaan Pelibatan OAP sebagai Informan
NasionalTanah Papua

Tapol Papua Tolak New York Agreement, Soroti PSN dan Dugaan Pelibatan OAP sebagai Informan

admin
Last updated: August 16, 2026 00:42
By
admin
Byadmin
Follow:
2 Views
60 minutes ago
Share
SHARE

Wamena, nirmeke.com — Mantan tahanan politik (Tapol) Papua, Linus Hiluka, menyampaikan sejumlah tuntutan dalam aksi penyampaian aspirasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di halaman Kantor DPRP Papua Pegunungan, Wamena, Sabtu (15/8/2026).

Iklan Nirmeke

Dalam orasinya, Linus menyoroti tiga persoalan utama, yakni penolakan terhadap Perjanjian New York 1962, perlindungan tanah adat dari proyek pembangunan, serta dugaan pelibatan orang asli Papua (OAP) dalam aktivitas pemantauan warga sipil.

Linus menyatakan menolak hasil kesepakatan New York Agreement yang menjadi salah satu tonggak sejarah politik Papua.

“Tolak hasil kesepakatan New York Agreement,” tegas Linus dalam orasinya di hadapan massa aksi.

Tolak PSN di Tanah Adat Hugulama

Selain persoalan sejarah politik Papua, Linus menyoroti kebijakan pembangunan yang berkaitan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah adat Hugulama, Kabupaten Jayawijaya.

Ia meminta pemerintah menghentikan kebijakan yang menurutnya berpotensi mengancam keberadaan tanah adat masyarakat.

Baca Juga:  Atenius Murip Tuduh Kasat Intel & Reskrim Dalangi Kerusuhan, Desak Kapolda Copot Jabatan

“Kami mengecam dan menolak kebijakan Bupati Jayawijaya yang terus mendorong program PSN di tanah adat Hugulama. Wilayah adat Hugulama adalah tanah milik masyarakat adat. Stop rusak dan rampas tanah adat,” ujarnya.

Linus menilai pembangunan tidak boleh mengabaikan hak masyarakat adat sebagai pemilik wilayah.

Menurutnya, pemerintah perlu melibatkan masyarakat adat dalam setiap rencana pembangunan yang berkaitan dengan tanah ulayat agar tidak menimbulkan konflik baru.

Soroti Dugaan Pelibatan OAP sebagai Informan

Dalam orasinya, Linus dan sejumlah orator lainnya juga menyoroti dugaan pembinaan kelompok Barisan Merah Putih dan Banpol yang menurut mereka melibatkan orang asli Papua dalam aktivitas pemantauan terhadap masyarakat sipil.

Seorang pendeta yang turut menyampaikan orasi meminta aparat keamanan tidak melibatkan masyarakat Papua dalam aktivitas yang dapat memicu konflik horizontal.

Baca Juga:  MRP: DPR RI Harus Bertanggung Jawab Bila Terjadi Gesekan Akibat Pengesahan DOB di Papua

“Militer Indonesia jangan gunakan orang Papua untuk mengadu domba orang asli Papua menjadi mata-mata, informan maupun Banpol. Hentikan itu,” tegasnya.

Mereka menilai dugaan pelibatan tersebut dapat menimbulkan ketegangan dan saling curiga di tengah masyarakat, terutama terhadap warga yang dituduh memiliki hubungan atau afiliasi dengan TPNPB.

Minta Pendekatan terhadap Masyarakat Adat Dihentikan

Linus juga meminta pemerintah dan aparat keamanan menghentikan pendekatan yang menurutnya dapat memperbesar konflik di tengah masyarakat Papua.

Ia menilai masyarakat adat harus menjadi subjek dalam pembangunan, bukan hanya menjadi objek kebijakan.

Aksi KNPB yang berlangsung sejak sekitar pukul 11.00 WIT tersebut diikuti ribuan massa dari wilayah adat Lapago. Massa menyampaikan berbagai aspirasi politik dan kemanusiaan secara bergantian hingga aksi berakhir sekitar pukul 14.30 WIT.(Red)*

Related

You Might Also Like

KNPB Sektor Asyah Gelar Diskusi Kolonialisme dan Konsolidasi Anggota Tahap II

11 Warga Sipil Tewas, YKKMP Desak Negara Akhiri Konflik Bersenjata di Papua

ICAKAP Minta Pemerintah Libatkan Masyarakat Adat Dalam Izin Investasi Pengelolaan SDA Hutan di Papua

Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Pusat Pendidikan Budaya di Papua Pegunungan

Mahasiswa Uncen Desak Dewan Gereja Papua dan Paus Vatikan Sikapi Roma Agreement dan Penderitaan Papua

TAGGED:KNPBKNPB LapagoNew York AgreementTapol Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Cipayung Jayawijaya Soroti Operasi Militer, Tolak PSN dan Pertanyakan Program MBG di Papua
Next Article Aksi KNPB di Makassar Sempat Ricuh, Massa Kawal Tuntutan Papua Zona Darurat Kemanusiaan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Aksi KNPB di Makassar Sempat Ricuh, Massa Kawal Tuntutan Papua Zona Darurat Kemanusiaan
Nasional Tanah Papua
49 minutes ago
Cipayung Jayawijaya Soroti Operasi Militer, Tolak PSN dan Pertanyakan Program MBG di Papua
Papua Pegunungan Tanah Papua
1 hour ago
Agus Kossay Apresiasi Kapolres Jayawijaya Buka Ruang Demokrasi bagi Massa KNPB
Polhukam Tanah Papua
1 hour ago
Ribuan Massa KNPB Penuhi DPRP Papua Pegunungan, Serukan Dialog dan Penghentian Pendekatan Militer
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
6 hours ago
Baca juga
InfrastrukturTanah Papua

Relawan Rampai Nusantara Papua Minta Wapres Gibran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Biak

7 months ago
Tanah Papua

KNPB Balim-Wamena Sampaikan Sikap Terkait Bencana Banjir dan Peringatan 1 Mei

1 year ago
PolhukamSiaran PersTanah Papua

TKP Ledakan Melagi Kembali Diperiksa, Tim Amankan Serpihan untuk Uji Forensik

16 hours ago
Tanah Papua

Departemen Wanita Baptis Papua Serahkan Bantuan Bama Bencana Alam di Kwiyawage

3 years ago
PendidikanTanah Papua

Rekrutmen IPDN Sarat Diskriminasi Rasial, Pj Kondomo Diminta Batalkan Hasil Seleksi

3 years ago
Papua Pegunungan

Konferensi VIII PGBP Wilayah Wamena Dibuka, Fokus Perkuat Pelayanan dan Siapkan Generasi Muda Papua

3 weeks ago
Tanah Papua

Dinas Sosial Jayawijaya Salurkan Bantuan Alat Tidur untuk Lansia di Wamena dan Kurulu

1 year ago
Tanah Papua

Gustav Kawer; Pendekatan Papua dengan Senjata, Mengulangi Kegagalan Negara Membangun Papua

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?