Wamena, nirmeke.com — Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Agus Kossay, mengapresiasi sikap Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara yang dinilai memberikan ruang bagi masyarakat Papua wilayah Lapago untuk menyampaikan aspirasi secara aman dan damai pada aksi 15 Agustus 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Agus setelah ribuan massa KNPB dari sejumlah wilayah adat Lapago menggelar aksi penyampaian pendapat di halaman Kantor DPRP Papua Pegunungan, Wamena, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Agus, pelaksanaan aksi kali ini menjadi pengalaman penting karena massa dapat menyampaikan aspirasi tanpa penghadangan maupun pembubaran paksa.
“Hari ini, 15 Agustus 2026, sejarah mencatat kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum yang dilakukan KNPB berjalan aman dan damai. Tidak ada pengawalan ketat maupun penghadangan seperti yang sering terjadi di wilayah lain,” kata Agus.
Ia menilai pendekatan yang dilakukan aparat kepolisian dalam mengawal aksi tersebut merupakan bagian dari pendidikan demokrasi, khususnya dalam memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Apresiasi Pengawalan Massa hingga DPRP
Agus mengatakan massa dari berbagai titik dapat bergerak menuju pusat aksi tanpa mengalami penghadangan. Aparat kepolisian, menurut dia, justru melakukan pengawalan hingga massa tiba di halaman Kantor DPRP Papua Pegunungan.
“Aksi kami bisa berjalan dengan aman dan tertib dari masing-masing titik tanpa ada penghadangan dan pembubaran dari aparat keamanan. Mereka mengawal rakyat Papua hingga ke Honai Papua,” ujarnya.
Ia berharap pola pengamanan tersebut dapat terus dipertahankan dalam aksi-aksi penyampaian pendapat berikutnya.
Menurut Agus, ruang demokrasi perlu dijaga bersama agar perbedaan aspirasi antara masyarakat dan aparat keamanan tidak berkembang menjadi konflik.
“Semoga ke depan ruang demokrasi ini terus dijaga bersama agar tidak terjadi konflik antara rakyat Papua yang ingin menyampaikan aspirasi dengan aparat keamanan. Ini pendidikan politik yang baik untuk ditiru petinggi kepolisian di wilayah lain,” katanya.
Aksi KNPB Berlangsung Aman
Aksi KNPB di Wamena pada Sabtu (15/8/2026) diikuti ribuan massa. Mereka menyampaikan sejumlah aspirasi terkait persoalan politik dan kemanusiaan di Papua.
Massa juga menyerukan penyelesaian konflik Papua melalui jalur politik dan dialog, serta menyampaikan sejumlah tuntutan terkait situasi keamanan dan kemanusiaan.
Agus menegaskan, KNPB akan terus mendorong penyampaian aspirasi melalui aksi damai.
Ia mengingatkan masyarakat Papua bahwa KNPB akan tetap menjadi salah satu wadah perjuangan politik yang menyuarakan aspirasi rakyat Papua melalui aksi-aksi terbuka.
“KNPB hadir sebagai media rakyat Papua untuk terus bersuara secara damai dan bermartabat di dalam kota tanpa perlawanan. Aksi seperti ini akan terus dilakukan dan disuarakan KNPB bersama rakyat Papua,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Agus juga kembali membawa seruan “Papua Darurat Militer” sebagai bagian dari isu yang disuarakan KNPB.(Red)*

