Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Gereja Main Tambang?
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Gereja Main Tambang?
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Gereja Main Tambang?

admin
Last updated: June 12, 2024 13:29
By
admin
Byadmin
Follow:
1.2k Views
2 years ago
Share
Ilustrasi Gereja - Dok
SHARE

Oleh: Agus Sumule

Iklan Nirmeke

Terkait rencana pemerintahan Jokowi untuk membagi-bagi izin pertambangan bagi lembaga-lembaga keagamaan, berikut ini pandangan saya tentang apa yang akan terjadi di Papua:

  1. Jakarta akan mengeluarkan izin kepada lembaga keagamaan. Lembaga keagamaan akan menggandeng investor (karena bisnis pertambangan itu mahalnya luar biasa) untuk ke Papua. Izin itu akan digunakan sebagai surat sakti untuk meminta agar para pihak di Papua mendukung rencana itu.
  2. Lembaga keagamaan dari Jakarta akan mencari mitranya di Papua. Hampir pasti sang mitra itu adalah lembaga yang satu afiliasi, atau individu-individu sesama agama. Untuk merekatkan kerjasama, pasti akan diberikan DP (down payment, forschoot, uang muka) kepada lembaga atau individu yang berada di Papua itu.
  3. Pada titik inilah mulai kekacauan terjadi. Investor dan lembaga keagamaan dari Jakarta akan merecoki lembaga keagamaan dan/atau individu lokal di Papua setiap hari. Mereka akan menanyakan kemajuan pemrosesan izin dll — termasuk izin dari masyarakat adat. Individu itu, yang hampir pasti adalah pendeta, akan disibukkan dengan urusan bicara dengan masyarakat adat, minta pengamanan pihak kepolisian, dan segala macam tetek bengek yang akan membuat kita sendiri bingung: untuk apa, untuk siapa, dan apa manfaatnya izin pertambangan ini diberikan kepada lembaga-lembaga keagamaan?
  4. Bukan tidak mungkin akan terjadi pertengkaran antargereja di Papua, terutama ketika lokasi pertambangan itu diklaim sebagai wilayah gereja tertentu. Hubungan sesama hamba Tuhan yang selama ini harmonis, bisa-bisa rusak hanya gara-gara wilayah pertambangan dan tambang. Denominasi tertentu akan mengklaim bahwa wilayah tambang itu masuk dalam wilayah pelayanannya, sehingga ia lebih berhak. Belum lagi gereja akan mungkin baku marah dengan masyarakat hukum adat yang jadi jemaatnya. Gereja yang pegang izin (atau membantu lembaga keagamaan yang dapat izin dari pemerintah), sementara masyarakat hukum adatlah yang secara de-facto dan de-jure memiliki sumber daya pertambangan itu (lihat UU Otsus Papua dan PP 16 Tahun 2021).
  5. Mungkin pada saat itu kita semua akan teringat pada kata-kata Petrus kepada pengemis timpang di pintu Bait Allah di Yerusalem, “… Tetapi Petrus berkata: ”Emas dan perak [batu bara, nikel, hutan, tembaga, perikanan laut] tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”” Saya kira kita belum cukup banyak dan belum cukup sungguh-sungguh menggunakan nama Yesus, menggunakan kuasa Yesus, dan menerapkan prinsip-prinsip Yesus untuk membuat rakyat yang lumpuh ekonomi, lumpuh sosial, lumpuh politik, di sekitar kita mampu berjalan maju dengan penuh sukacita.
Baca Juga:  Rayakan Misa Syukur HUT ke-51 SMP Misi di Jayapura, Ini Pesan Pastor Bunai Untuk Alumni

Kekuatan keuangan gereja adalah pada anggota-anggota jemaat. Ketika sebanyak mungkin anggota jemaat kita di Tanah Papua benar-benar menjadi murid Yesus yang sejati (Matius 16:24-25) maka dana bukanlah masalah.

Gereja tidak lagi perlu membawa proposal ke Pemerintah, atau berebutan meminta izin pertambangan. Ini rumus sederhananya:

Baca Juga:  Elpius Hugi Wakili Plh Gubernur Papua Hadiri Perayaan 129 Tahun Masuknya Misi Katolik di Fakfak

Kalau ada 200.000 murid Kristus yang sejati di Papua, dan masing-masing memberi Rp 1 juta setiap bulan, atau Rp 12 juta setahun, maka akan terkumpul dana sebesar Rp 2,4 triliun setahun.

Gereja-gereja Papua akan mengalami Ulangan 15:6 “Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak bangsa, tetapi mereka tidak akan menguasai engkau.”

Perhatikan frasa “… menguasai engkau” di bagian akhir ayat ini. Hanya ketika gereja tidak ‘dikuasai’ oleh siapa pun, barulah gereja bisa memainkan peran kenabiannya dengan keberanian dan kesungguh-sungguhan untuk menegur kelakuan, memperbaiki yang rusak, dan meluruskan yang bengkok. (*)

)* Akademisi Universitas Papua

Related

You Might Also Like

Mama-Mama Pasar Potikelek Tolak Bantuan Sembako Wapres, Minta Modal Usaha Sesuai Janji

Danrem 172 PWY Gandeng Pemkab Lanny Jaya Resmikan Air Bersih dan Dorong Pembangunan Kampung

LBH Papua: 58 Tahun Freeport Beroperasi, Hak Buruh dan Masyarakat Adat Masih Terabaikan

Tanpa Gedung, Tanpa Upah, Tapi Penuh Cinta: 17 Anak Pengungsi Lulus dari SD Kristen Duma

PJ Semuel: Setiap Usulan Harus Utamakan Prioritas Pembangunan Daerah

TAGGED:Agus Sumule Akademisi Universitas PapuaGereja Main TambangTambang Ormas Agama

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pemda Sorong Terbitkan SK Pengakuan Perlindungan dan Penghormatan Hak Masyarakat Hukum Adat dan Wilayah Adat
Next Article Masyarakat Lanny Jaya Beam-Kuyawagi Diminta Dukung Kebijakan Pj Bupati Baru
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

KNPB Yahukimo Sebut Penangkapan Aktivis Kemanusiaan Cederai Hukum, Kone Kobak Akhirnya Dibebaskan
Tanah Papua
1 day ago
Mahasiswa Papua Demo soal Kasus Dogiyai di Kementerian HAM
Berita Foto Nasional Papua Tengah Polhukam
1 week ago
Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
3 weeks ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
3 weeks ago
Baca juga
Siaran PersTanah Papua

Di Perbatasan RI-PNG Vanimo, Akses Orang Papua Ingin Bertemu Paus Dibatasi 

2 years ago
PolhukamSiaran PersTanah Papua

Trauma dan Ketakutan: Warga Ibele Desak TNI Angkat Kaki

10 months ago
Tanah Papua

Panitia Pembangunan Aula STT Baptis Papua Dilantik

3 years ago
Tanah Papua

PGP Distrik Pronggoli Yahukimo Gelar Perayaan Natal 2025 dengan Penuh Sukacita

6 months ago
Tanah Papua

Pemilik Hak Ulayat Tolak Politisasi Isu Lahan Kantor Gubernur Papua Pegunungan Dalam Kursi DPRK

1 year ago
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Kenapa Keanggotaan ULMWP di MSG Ditolak?

3 years ago
Catatan Aktivis Papua

Kekejaman Amerika Serikat dan Indonesia Terhadap Bangsa Papua Barat

3 years ago
HeadlineTanah Papua

Militer Terus Dikerahkan ke Papua, Bukti Adanya Operasi Militer di Tanah Papua

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?