Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Jokowi Sama Dengan Putin, Mengunakan Kekutan Negara Membunuh Rakyat Sipil di Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Jokowi Sama Dengan Putin, Mengunakan Kekutan Negara Membunuh Rakyat Sipil di Papua
PolhukamTanah Papua

Jokowi Sama Dengan Putin, Mengunakan Kekutan Negara Membunuh Rakyat Sipil di Papua

admin
Last updated: April 21, 2023 22:16
By
admin
Byadmin
Follow:
1.3k Views
3 years ago
Share
Kerusuhan di Wamena awal 2023 - Dok
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Operasi militer dengan alasan pendekatan keamanan dalam dua periode Presiden Joko Widodo terus dilakukan di tanah Papua tanpa ada evaluasi padahal korban rakyat sipil di Papua terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

Iklan Nirmeke

Hal tersebut diutarakan Ambrosius Mulait Sekjen Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se Indonesia (AMPTPI) dalam pers release yang diterima media ini, Jumat, (21/4/2023).

Pedekatan militer di Papua tahun 2022, kata Mulait, terjadi 48 peristiwa kekerasan di Papua, 361 korban melibatkan empat pelaku diantaranya aparat TNI dan Polri, TPNPB dan OTK, dengan motif politik, ekonomi, sosial dan budaya.

“48 kasus kekerasan dan pelanggaran HAM pada tahun 2022, di antaranya 42 kasus melibatkan aparatur negara dan tiga kasus di daerah konflik bersenjata melibatkan militer dan TPNPB, Pasukan Pro Pemerintah satu, Pejabat penjara satu dan Korporasi satu,” beber Mulait.

Lanjutnya, dari 348 korban, 31 orang perempuan, 313 orang laki-laki, 26 orang meninggal serta 22 korban anak dibawa umur termasuk laki-laki dan perempuan. Empat rumah warga yang menjadi korban bom maupun penembakan diataranya di kabupaten Nduga, dan Dogiyai.

“Selama 2022 korban paling banyak  yaitu dalam demostrasi damai penolakan UU Otsus dan DOB Papua. 300 orang yang menjadi korban penangkapan, pemukulan. 31 orang di penjarakan karena melakukan aksi damai dengan berbagai tuduhan. 18 orang dikenakan pasal makar, masih menjalani proses hukum. 8 orang dikenakan pasal lainnya dan 5 orang dibebaskan setelah jalani kurungan tahanan selama 6 bulan dan sisanya korban dalam konflik di wilayah operasi militer (perang),” ujar Mulait.

Baca Juga:  Mengurai Fakta Kasus Penyanderaan Nduga Antara Tahun 1996 dan 2023

AMPTPI melihat peristiwa diatas dengan praktek pembunuhan diluar hukum, penangkapan sewenang-wenang, serta melabelkan pasal-pasal makar pada aksi protes damai, diikuti dengan rekayasa kasus penangkapan terhadap masyarakat sipil; Penganiayaan anak di bawah umur;  kriminalisasi aktivis Papua; Penembakan yang dilakukan tentara gerilyawan dengan tuduhan sebagai informan aparat di wilayah konflik dan konflik horizontal yang muncul karena keberadaan investasi.

“361 korban diatas tidak termasuk  korban pengusian di kabupaten Nduga, Yahukimo, Intan Jaya ,Pegunungan bintang dan Maybrat. Dari 48 peristiwa 2022 hanya kasus korban mutilasi yang diproses hukum dan yang lainnya belum, walupun kasus pembunuhan terhadap 10 orang pasca penolakan aksi Otsus dan DOB  di Yahukimo, penganiayaan anak di Puncak yang dicurigai mencuri senjata lalu dianiaya dari prajurit TNI Pos  Satgas Yonif R 600/Modang, berujung Bruno Amenim Kimko meninggal dunia,”

Walaupun sudah dilaporkan ke komnas HAM, Mulait melihat belum pernah ada insvestigasi dan pelakuna diproses namun pelaku dipindahtugaskan maka impunitas terhadap pelaku subur di Papua karena tidak ada proses hukum yang adil terhadap pelaku.

“Konflik kekerasan di Papua tidak akan berhenti karena terus terjadi pengiriman militer ilegal secara besar-besaran di tanah Papua, meskipun status operasi militer di Papua belum diterapkan pemerintah di setujui DPR RI dan Presiden Jokowi secara terbuka.

“Dari hasil dokumentasi, 48 peristiwa korban paling banyak dari suku wilayah adat Mepago dan Lapago. Justru tahun 2023 kekerasan meningkat dalam 3 bulan terakhir antara Januari, Februari dan Maret, dari 83 Korban, 77 melibatkan aparatus negara yaitu TNI dan Polri, tiga orang korban Orang Tak Kenal (OTK) dan dua orang korban massa dari sipil pasca protes dengan aparatus negara 14 orang meninggal diantaranya OAP 11 orang korban, 3 non OAP di Wamena,” bebernya.

Baca Juga:  Senator Lis Tabuni: Pengiriman Transmigrasi ke Tanah Papua Bukan Solusi

Dari berbagai peristiwa diatas, AMPTPI melihat, pedekatan untuk selesaikan persoalan Papua oleh Indonesia lebih cenderung dengan dialog pembangunan, maka persoalan tidak akan pernah selesai. Justru makin tambah parah dan korban terus berjatuhan di pihak TNI/Polri, TPNPB dan masyarakat sipil.

“Tidak pernah akan ada solusi karena upaya-upaya yang dilakukan Jakarta terhadap Papua, terutama dalam hal kebijakan, tidak pernah menyentuh inti persoalan. Minimal 4 akar persoalan yang diutarakan LIPI. Selain itu, Jakarta juga selalu melakukan pendekatan dengan pihak-pihak yang tidak berkompeten,” kata Mulait.

AMPTPI juga merasa Jakarta sebenarnya tahu dan memiliki semua instrumen yang dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan Papua ini, apakah menggunakan cara yang pernah dipakai untuk Timor Leste, atau cara yang pernah dipakai untuk Aceh.

“Semua akumulasi Persoalan (konflik) diatas antara Jakarta dan Papua adalah persoalan ideologi. Sebaiknya pemerintah Pusat  selesaikan persoalan konflik dengan melakukan perundingan antara pemerintah Indonesia dan ULMWP – TPNPB Supaya tidak ada korban lagi dan hidup di dalam kedamain di tanah Papua. (*)

Related

You Might Also Like

Lepas Jabatan di MRP, Siep Berterima Kasih ke Lukas Enembe

Tindakan Polisi Terhadap Pdt. Benny Giay Merusak Citra Indonesia di Mata Dunia

Penyerahan Sepihak Tanah Seluas 108 Ha Demi Jabatan dan Kursi Legislatif

Ketua DPRP: Jangan Stigma Warga Papua Separatis dari Penampilan Gimbal dan Janggut

Militer Kuasai Kantor Distrik Ibele Tanpa Izin, Warga Tuntut Penarikan Pasukan

TAGGED:Ambrosius Mulait Sekjen AMPTPIKonfik Bersenjata di PapuaOperasi Militer di PapuaTNI/PolriTPNPB

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Menelusuri Sejarah Perkembangan Misi Katolik di Hugulama
Next Article KNPB Bersama Rakyat Yahukimo Mendesak Negara Bebaskan Victor Yeimo
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

24 Pemain Lolos Seleksi, Wamena United Putri Bidik Juara Liga Pertiwi 2026
Olaraga
3 days ago
Hak Kesulungan Politik Sebagai Simbol Dalam Kontekstasi Politik
Artikel
3 days ago
HIPMAS Papua Pegunungan Dorong Pengusaha Muda OAP Jadi Penggerak Ekonomi
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan Tanah Papua
3 days ago
Jeda El Niño, Anton Wetipo Dorong Pemerintah Normalisasi Sungai Baliem
Papua Pegunungan
4 days ago
Baca juga
HeadlinePendidikanTanah Papua

Sekolah Adat Santo Yohanes Pembaptis II Diresmikan: Upaya Menyelami dan Merawat Jati Diri Papua

1 year ago
PolhukamTanah Papua

Bomanak: Forum Melanesia Tak Lagi Wakili Suara Papua, Uang Bungkam Solidaritas MSG

1 year ago
NasionalPendidikanTanah Papua

Anggota DPR RI Arianto Kogoya Hadiri Seminar Nasional BEM Uncen, Tekankan Pentingnya Pendidikan Inklusif di Papua

10 months ago
Tanah Papua

Pater Bernardus Bofitwos Baru Ditunjuk Jadi Uskup Timika Setelah 5 Tahun Kosong

2 years ago
Tanah Papua

Sah, Jemaat GIDI Kanaan Sentani Menerima Surat Rekomendasi Pelayanan

3 years ago
MRP Papua PegununganTanah Papua

Plt Sekretaris MRP Papua Pegunungan Gelar Rapat Perdana, Tekankan Disiplin ASN

8 months ago
NasionalPapua Tengah

Ikatan Keluarga Saireri Perkuat Persatuan Lewat Sosialisasi Empat Pilar MPR

8 months ago
PolhukamTanah Papua

Jaksa Diminta Tuntut Maksimal Pelaku Penembakan Thobias Silak dan Luka Berat Anak di Yahukimo

12 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?