Wamena, nirmeke.com — Petinju asal Papua Pegunungan, Geisler Ap, mengumumkan akan pensiun dari dunia tinju profesional pada 2026. Ia menyebut sejumlah laga internasional tahun ini akan menjadi rangkaian terakhir dalam kariernya.
Hal itu disampaikannya kepada wartawan di Wamena, Sabtu (21/2/2026). Dalam waktu dekat, Geisler dijadwalkan bertanding di Thailand pada 28 Februari dan di Australia pada 24 April 2026.
“Saya sudah berjanji, tahun 2026 ini saya akan pensiun. Pertandingan terakhir ingin saya tutup di Wamena,” ujarnya.
Menurut Geisler, menutup karier di Wamena memiliki makna khusus karena kota tersebut menjadi awal perjalanan karier tinjunya. Ia menargetkan laga perpisahan digelar pada Agustus 2026.
“Awal saya jadi petinju dari Wamena, maka saya ingin akhiri karier di Wamena. Saya ingin buktikan Papua bisa di kancah internasional,” katanya.
Keluhkan Minim Dukungan
Dalam kesempatan itu, Geisler juga mengungkapkan kekecewaannya karena merasa belum mendapat dukungan memadai sebagai petinju profesional yang bertanding di level internasional.
Ia menuturkan, setiap kali berlaga di luar negeri, para pendukungnya selalu mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Namun, sepulangnya ke Tanah Air, ia mengaku belum mendapatkan perhatian yang setara.
“Saya sudah sampaikan kepada pemerintah untuk memberikan dukungan, tetapi sampai sekarang belum dihargai sebagai petinju profesional internasional,” ujarnya.
Geisler berharap pemerintah daerah maupun provinsi dapat membantu pembiayaan administrasi dan keberangkatannya ke Thailand pada 28 Februari mendatang. Ia menyebut kebutuhan biaya pendaftaran dan administrasi mencapai Rp100 juta.
“Saya sangat membutuhkan dukungan karena saya membawa nama baik daerah, provinsi, dan juga Indonesia,” katanya.
Ajukan Proposal Sponsor
Geisler mengaku telah mengajukan proposal sponsorship ke sejumlah perusahaan dan toko di Jayawijaya. Namun hingga kini, ia belum menerima kepastian dukungan.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran akan potensi sanksi dari badan tinju internasional apabila tidak dapat memenuhi kewajiban administrasi.
“Saya bisa diputuskan oleh badan tinju dan tidak bisa bertanding di beberapa negara,” ujarnya.
Geisler pun meminta dukungan dari Bupati Jayawijaya dan Gubernur Papua Pegunungan agar dapat menyelesaikan sisa pertandingan internasionalnya serta mewujudkan laga perpisahan di Wamena pada Agustus 2026.
“Saya ingin tunjukkan dan buktikan bahwa Papua bisa,” katanya.(red)
