Jayapura, nirmeke.com – Tim pelatih, official, dan sejumlah pemain Persipuja Puncak Jaya mengancam tim tersebut tidak akan mengikuti Liga 4 Provinsi Papua Tengah musim 2025–2026 apabila manajemen belum menyelesaikan hak-hak mereka yang tertunggak sejak kompetisi sebelumnya.
Hal itu disampaikan perwakilan tim pelatih Persipuja, Fabian F. Yogi, Selasa (10/02/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh pelatih dan pemain telah menjalankan tugas secara profesional pada ajang Liga 4 Papua Tengah 2024/2025 yang digelar di Timika.
“Kami sudah melaksanakan tugas sebagai pelatih dengan maksimal. Hasilnya, Persipuja meraih peringkat keempat Liga 4 Papua Tengah. Karena itu, hak-hak kami sebagai pelatih maupun pemain wajib diselesaikan sesuai aturan,” tegas Fabian.
Menurutnya, menjelang penyelenggaraan Liga 4 Papua Tengah musim 2025–2026, manajemen dan Askab PSSI Puncak Jaya yang baru harus segera menyelesaikan seluruh kewajiban yang tertunggak.
Kekecewaan juga disampaikan salah satu pemain asal Puncak Jaya, Wemison Wonda. Ia mengaku kecewa karena hak-hak pemain belum dibayarkan, padahal sebelumnya telah dijanjikan akan diselesaikan setelah pertandingan berakhir di Jayapura.
“Kami dijanjikan setelah bertanding hak kami akan diselesaikan di Jayapura, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi. Kami juga merasa tidak enak kepada pemain-pemain profesional yang direkrut karena mereka terus menanyakan kepastian pembayaran,” ungkap Wonda.
Ia meminta manajemen Persipuja segera menyelesaikan hak pemain demi menjaga nama baik tim dan daerah.
Sementara itu, Arinius Weya mengaku dirinya bersama dua rekannya pernah meminjamkan uang kepada manajemen Persipuja untuk keperluan pendaftaran Liga 4 Papua Tengah. Namun hingga kini dana tersebut belum dikembalikan.
“Waktu itu kami dijanjikan setelah ada pencairan dana dari pemerintah daerah, hutang akan dilunasi. Tetapi sampai sekarang belum ada penyelesaian. Kami sudah melaporkan persoalan ini ke pihak kepolisian,” ujarnya.
Para pelatih dan pemain menegaskan, apabila manajemen tidak segera menyelesaikan hutang dan hak-hak yang tertunggak, maka Persipuja terancam tidak dapat mengikuti Liga 4 Papua Tengah musim 2025–2026.
Mereka berharap manajemen dan Askab PSSI Puncak Jaya segera mengambil langkah penyelesaian demi menjaga profesionalisme dan masa depan sepak bola Puncak Jaya.(*)
Pewarta: Rudi Rudolof Tagi
