Sentani, nirmeke.com — Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, menegaskan bahwa Turnamen Sepak Bola Okmin Cup I bukan sekadar ajang olahraga, melainkan momentum kebangkitan harapan dan persatuan generasi muda Papua. Hal tersebut disampaikan Fakhiri saat membuka secara resmi turnamen Okmin Cup I, Kamis (8/1/2026).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara, para tokoh adat, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan Turnamen Okmin Cup I. Turnamen ini mencerminkan kepedulian bersama dalam membangun sumber daya manusia Papua melalui olahraga, khususnya sepak bola,” ujar Fakhiri dalam sambutannya.
Menurut Fakhiri, Okmin Cup memiliki makna strategis sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda Papua melalui kompetisi yang sehat, terarah, dan berkelanjutan.
“Saya berharap para atlet muda diberi ruang untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan, serta membangun mental agar siap bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sepak bola merupakan bahasa persatuan di lapangan hijau yang mampu menyatukan berbagai perbedaan latar belakang menjadi semangat kebersamaan untuk tujuan yang sama.
“Perbedaan dilebur dalam semangat persaudaraan. Turnamen Okmin Cup ini juga sejalan dengan semangat transformasi Papua yang maju, harmonis, dan berdaya saing di bidang olahraga,” ujarnya.
Fakhiri menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen mendorong integritas, produktivitas, serta kreativitas generasi muda Papua melalui pengembangan olahraga sebagai bagian dari upaya mewujudkan Papua yang sehat, cerdas, dan positif.
“Pemerintah provinsi akan terus mendukung dunia olahraga, termasuk pembinaan sepak bola usia muda, sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Papua,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Fakhiri berharap 20 tim peserta Okmin Cup I menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Kami berharap seluruh tim menghormati keputusan wasit, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menjadikan menang dan kalah sebagai bagian dari proses pembelajaran, kedewasaan, dan prestasi,” pungkasnya.
Pewarta: Yance Wenda
