Dekai, nirmeke.com — Bupati Kabupaten Yahukimo, Didimus Yahuli, memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Yahukimo, tenaga medis, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan organisasi kemasyarakatan guna membahas pelayanan kesehatan dan perlindungan tenaga medis di tengah situasi keamanan yang memburuk.
Rapat yang digelar di Dekai itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Yahukimo Redison Manurung, Kepala Dinas Kesehatan Yahukimo Aser Sobolim, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua PKK, Ketua PGGY, para gembala gereja, kepala suku, serta perwakilan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati membahas tiga agenda utama, yakni evaluasi dampak penghentian sementara pelayanan kesehatan publik, pembahasan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan bagi tenaga kesehatan di wilayah rawan, serta rencana reaktivasi pelayanan kesehatan di Kabupaten Yahukimo.
Situasi Keamanan Memburuk
Didimus Yahuli menyampaikan keprihatinannya atas kondisi keamanan yang dinilai semakin kompleks akibat konflik yang terjadi di wilayah tersebut.
“Situasi saat ini sangat rumit, dengan konflik ideologi yang melibatkan perlawanan antara negara Indonesia dan Papua Merdeka. Hal ini telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa, termasuk tenaga kesehatan dan tenaga pengajar. Sejumlah gedung pelayanan kesehatan dan sekolah juga terbakar,” ujarnya.
Akibat situasi tersebut, sejumlah fasilitas kesehatan seperti RSUD Yahukimo, beberapa puskesmas, dan apotek di ibu kota Dekai sempat tutup selama dua hari terakhir. Meski demikian, pelayanan gawat darurat tetap berjalan.
“Pelayanan di ruang pasien darurat tetap kami jalankan,” tegasnya.
Tenaga Medis Tegaskan Netralitas
Dalam rapat tersebut, tenaga medis Kabupaten Yahukimo menyampaikan pernyataan sikap yang menegaskan komitmen mereka untuk bekerja atas dasar kemanusiaan.
Mereka menyatakan bahwa pelayanan kesehatan diberikan tanpa memihak kepentingan politik atau ideologi tertentu. Tenaga medis juga menegaskan bahwa mereka bukan bagian dari aparat keamanan maupun unsur intelijen.
Selain itu, tenaga medis meminta jaminan keamanan agar dapat bekerja dengan aman dan nyaman, serta mengharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan situasi kondusif.
Keputusan Reaktivasi dan Penguatan Keamanan
Sebagai tindak lanjut, Bupati Yahuli mengumumkan sejumlah keputusan strategis. Fasilitas kesehatan seperti RSUD Yahukimo, puskesmas, dan apotek di wilayah Dekai akan dibuka kembali dan beroperasi sesuai prosedur yang berlaku.
Pemerintah daerah juga akan memperkuat pengamanan di fasilitas kesehatan dan pendidikan melalui penempatan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta pembangunan pagar pengaman dan sistem pengawasan ketat.
“Yahukimo adalah milik kita bersama. Semua warga memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kehidupan yang lebih baik,” ujar Bupati.
Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Yahukimo berharap pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan normal dan situasi keamanan di wilayah tersebut segera membaik.(*)
Pewarta: Vekson Aliknoe
