Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Trauma dan Ketakutan: Warga Ibele Desak TNI Angkat Kaki
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Trauma dan Ketakutan: Warga Ibele Desak TNI Angkat Kaki
PolhukamSiaran PersTanah Papua

Trauma dan Ketakutan: Warga Ibele Desak TNI Angkat Kaki

admin
Last updated: July 13, 2025 20:27
By
admin
Byadmin
Follow:
827 Views
9 months ago
Share
Kehadiran personel TNI non-organik di Distrik Ibele, Kabupaten Jayawijaya - Istimewa
SHARE

Wamena, nirmeke.com – Kehadiran personel TNI non-organik di Distrik Ibele, Kabupaten Jayawijaya, memicu ketegangan dan rasa takut di tengah masyarakat.

Iklan Nirmeke

Warga setempat, melalui pernyataan sikap yang disampaikan oleh Iberanus Hilapok, salah satu tokoh pemuda Peleima, mendesak pemerintah dan aparat keamanan segera menarik pasukan dari wilayah mereka.

“Sejak 25 Juni 2025, warga kami hidup dalam tekanan dan ketakutan,” kata Iberanus dalam keterangannya, Jumat (12/7/2025).

Ia menjelaskan, pada hari itu, lima kendaraan militer mengangkut anggota TNI masuk ke wilayah ujung aspal Ibele sekitar pukul 10.00 WIT.

“Mereka langsung menyebar ke arah hutan di sekitar Kali Sayoma dan Kipukmo, lalu bermalam di sana. Ini menimbulkan kecemasan besar di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ketegangan semakin meningkat ketika pada 10 Juli 2025, sekitar pukul 01.00 WIT dini hari, tiga kendaraan TNI kembali memasuki Kampung Habema, Ibele.

Baca Juga:  Meski Tidak Terbukti Makar, Viktor Yeimo Divonis Penjara Delapan Bulan

“Mereka datang malam-malam dan kembali menyebar ke hutan. Masyarakat merasa ini bukan pendekatan keamanan, tapi seperti situasi darurat militer,” tambahnya.

Dampak Langsung: Trauma, Sekolah Terganggu, Pelayanan Lumpuh

Menurut Hengky, keberadaan TNI non-organik membawa dampak nyata bagi kehidupan warga. Ia mencatat beberapa hal yang dikeluhkan masyarakat:

  1. Jumlah anggota TNI melebihi jumlah warga setempat, menciptakan ketidakseimbangan dan rasa tidak aman.
  2. Masyarakat mengalami trauma, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial terganggu.
  3. Sekolah terancam tidak berjalan normal, padahal kalender pendidikan nasional akan dimulai 14 Juli 2025. “Anak-anak takut untuk kembali belajar,” ujarnya.
  4. Pelayanan kesehatan terganggu, karena lokasi pasukan dekat dengan pusat pengobatan masyarakat.
  5. Aktivitas militer dilakukan di lokasi yang dianggap keramat oleh masyarakat adat. “TNI bahkan menebang kayu di sana, ini mencederai nilai-nilai budaya kami,” tegas Hengky.
  6. Warga merasa tidak dilibatkan dan tidak pernah diberikan penjelasan atas kehadiran pasukan tersebut.
Baca Juga:  Ini Pesan Mgr. Matopai Uskup Jayapura Kepada Susan Kandaimu Ketua Umum PMKRI

Tuntutan: Tarik Pasukan Sekarang!

Atas berbagai dampak tersebut, masyarakat Ibele menyatakan sikap tegas: menolak kehadiran TNI non-organik di wilayah mereka.

“Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Dandim 1702/Jayawijaya, Kapolres Jayawijaya, DPRD kabupaten dan provinsi, serta MRP Papua Pegunungan untuk segera menarik pasukan dari Ibele,” ujar Iberanus.

Ia menekankan pentingnya pemerintah bertindak cepat sebelum situasi memburuk. “Kami tidak ingin menunggu sampai jatuh korban. Jika pemerintah diam, maka pemerintah juga harus bertanggung jawab bila hal buruk terjadi,” pungkasnya.(*)

Pewarta: Grace Amelia

Related

You Might Also Like

Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena Ditargetkan Rampung 2024

Enam Anggota KNPB Ditangkap, Sejumlah Aktivis Dipukul Polisi di Sentani

Pesawat Sipil Masih Beroperasi, Egianus Kogoya Warning Pj Bupati dan Pemkab Nduga

Setahun Kasus Penembakan Tobias Silak, Keluarga dan Warga Tuntut Keadilan di Pengadilan

YLBHI Papua Pertanyakan Peran KemenkumHAM di Tengah Konflik Bersenjata di Papua

TAGGED:Dandim 1702 JayawijayaKapolres JayawijayaPemerintah kabupaten JayawijayaTNI Non Organik di Distrik IbeleTolak Kehadiran Militer di Ibele

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article TPNPB Kodap XXVII Sinak Bantah Klaim TNI: Empat Pemuda yang Disebut Menyerah adalah Pelajar SMP
Next Article Warga Peleima Tolak Kehadiran TNI Non-Organik di Distrik Ibele dan Taelarek
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

MRP Papua Pegunungan Soroti Dugaan Tertutupnya Pengelolaan Dana Otsus, Desak Evaluasi Kabag Keuangan
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan
1 day ago
Refleksi 100 Hari Kerja, Sekretaris MRP Papua Pegunungan Fokus Perbaikan Tata Kelola
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan Tanah Papua
1 day ago
IKBD-KLPUW2 Gelar Ibadah Paskah Bersama di Jayapura, Tekankan Spiritualitas dan Kebersamaan
Pendidikan
1 day ago
MRP Papua Pegunungan Tegaskan Kepala Daerah Tak Berwenang Ubah Hasil Pansel DPRK
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan Tanah Papua
6 days ago
Baca juga
Catatan Aktivis PapuaPolhukam

Menanti Pembebasan Sandera Pilot Susi Air

3 years ago
PolhukamTanah Papua

Atenius Murip Tuduh Kasat Intel & Reskrim Dalangi Kerusuhan, Desak Kapolda Copot Jabatan

7 months ago
Tanah Papua

Papua, Pulau dengan Cadangan Bijih Emas Terbesar di Indonesia

3 years ago
PendidikanTanah Papua

Universitas Katolik Fajar Timur Papua dan Harapan Sebuah Peradaban

1 month ago
LingkunganTanah Papua

Direktur WALHI Papua Soroti Pernyataan Gubernur Papua Pegunungan Soal Tambang di Intan Jaya

9 months ago
PendidikanPolhukam

AMP mendukung mahasiswa Uncen tolak MoU

8 years ago
Ekonomi & BisnisTanah Papua

Mama-Mama Papua Kota Sorong Desak Pemerintah Bangun Pasar Khusus dan Berikan Pembinaan Usaha

12 months ago
KesehatanTanah Papua

FPMN Papua Pegunungan Bekali Siswa Dengan Materi Bahaya Miras dan Narkoba

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?