Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Rentetan Wabah yang Merenggut Nyawa Generasi Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Rentetan Wabah yang Merenggut Nyawa Generasi Papua
Catatan Aktivis PapuaKesehatan

Rentetan Wabah yang Merenggut Nyawa Generasi Papua

admin
Last updated: June 18, 2023 19:55
By
admin
Byadmin
Follow:
893 Views
8 years ago
Share
Kondisi masyarakat di Asmat - Istimewa
SHARE

Rentetan Wabah yang Merenggut Nyawa Generasi Papua :

Iklan Nirmeke
  1. Tahun 2004, 108 Balita Meninggal di Kab. Paniai.
  2. Tahun 2008, 294 Orang Meninggal di Kab. Dogiyai (dalam 2 Minggu)
  3. Tahun 2010, 40 Orang Meninggal di Kab. Intan Jaya ( dalam 1 Minggu)
  4. Tahun 2012-2013, 95 Orang Meninggal di Kab. Tambrauw ( dalam satu Bulan)
  5. Tahun 2013, 95 Orang Meninggal di Kab. Yahukimo ( dalam 3 Minggu)
  6. Tahun 2015, 128 Balita Meninggal di Kab. Nduga ( dalam 4 Minggu)
  7. Tahun 2016, 56 Balita Meninggal di Kab. Ndugama ( dalam 2 Minggu).
  8. Tahun 2017, 40 Lebih Balita Meninggal di Kab. Deiyai dalam 1 minggu, Namun Belum Juga Ada Penanganan Serius Dari Pihak Terkait.
  9. Yang terbaru tahun 2018 lebih dari 69 balita (yang diketahui) meninggal karena gizi buruk/campak ( dalam satu minggu lebih)
  10. Tahun 2017, bulan desember sampai 2018, bulan januari, lebih dari 60 an Orang meninggal di Dogiyai bagian Mapia.
  11. Tahun 2018, 100 Orang Meninggal dalam 14 Hari dari Rumah Sakit Umum Jayapura (dalam bulan Januari 2018).
  12. Tahun 2018, 36 Orang Meninggal dalam 2 Hari dari Rumah Sakit Umum Siriwini Nabire. ( dalam Bulan Januari tanggal 1 dan 2 Januari).
Baca Juga:  Covid Makin Ganas, Dinkes Papua Minta Masyarakat Ikut Bersama Patuhi Prokes

Sebenarnya ini wabah penyakit atau memang skenario negara untuk memusnahkan Orang Asli Papua dari atas Tanah Leluhur mereka sendiri ?

Negara hanya menginginkan gas senilai 45 miliar barel dan virus gizi buruk/campak adalah taktik yang digunakan untuk merelokasi (memindahkan dari tempat awal) masyarakat guna memuluskan izin masuk perusahaan.

Baca Juga:  Sebanyak 56 Pengurus BPP SAMN Papua Siap Dilantik

Perusahaan yang masuk pun membantu skenario pembantai masyarakat adat di atas tanah Papua, sebut saja PT. Dewa di Deiyai, apakah akan hadir dewa- dewa pembantai nyawa manusia di Asmat?

Belajarlah dari sejarah kawan !

Bahwa tidak ada satupun perusahaan tambang, gas, minyak dan lainnya, di seluruh dunia yang mensejahterakan masyarakat sekitar tambang. Dan yang terpenting belajarlah dari pembantaian secara sistematis di atas kawan, are you’ll be the next one? Mari #LAWAN

Data diatas hanyalah sebagian kecil dari banyaknya rentetan kasus serupa yang terjadi di Tanah Papua.

Sumber Data :

http://tabloidjubi.com/16/2014/02/13/potensi-papua-capai-45-miliar-barel-blok-minyak-dan-gas-ditemukan-di-asmat/

http://perpustakaan.bappenas.go.id/lontar/file?file=digital/blob/F16530/Wabah%20Serang%20Pedalaman%20Papua.html

https://www.jawaban.com/read/article/id/2013/04/03/91/130403115344/puluhan_warga_papua_meninggal_akibat_wabah_penyakit

https://app.kompas.com/amp/nasional/read/2008/07/28/12580680/~Regional~Maluku%20Papua

http://regional.kompas.com/read/2015/11/27/07075481/41.Anak.Tewas.karena.Penyakit.Misterius.di.Papua

https://m.merdeka.com/peristiwa/95-orang-meninggal-kekurangan-gizi-di-papua-yahukimo-jilid-ii.html

http://news.okezone.com/read/2017/07/13/340/1735366/terserang-wabah-sarampa-40-bayi-meninggal-dunia-di-deiyai-papua.

https://pemilu.tempo.co/read/news/2010/06/08/179253637/Wabah-Malaria-Tropika-Serang-Distrik-Homeyo-40-Orang-Tewas.

Related

You Might Also Like

Mewaspadai Sindrom Politik ” Tiba-Tiba Baik” Jelang Pemilu 2024 di Wamena

Perempuan Papua Dalam Perjuangan

60 Tahun Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Papua Barat (1963-2023)

Penting Membaca Buku Bertani dan Berkebun di Papua

Sebanyak 56 Pengurus BPP SAMN Papua Siap Dilantik

TAGGED:Rentetan Wabah yang Merenggut Nyawa Generasi Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Parpol Diingatkan Tidak Membuat Konflik Horisontal di Papua
Next Article Bantu Pelayanan Kesehatan, Perawat suami-istri tiba di Brukmakot Korowai
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 days ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
Kesehatan

Pemkab Lanny Jaya Perkuat Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

1 year ago
KesehatanTanah Papua

Resmi Dikukuhkan, Bupati Yahukimo Dorong PKK dan Posyandu Perkuat Layanan Masyarakat

11 months ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Sulitnya Membasmi TPNPB – OPM

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaPendidikan

Butuh Kepedulian Bersama Untuk Berantas Buta Aksara Di Kampung Kumuluk, Lanny Jaya

2 years ago
ArtikelCatatan Aktivis PapuaPena Papua

Rasisme di Lapangan Hijau: Luka Lama Kolonialisme Indonesia atas Papua

7 months ago
KesehatanTanah Papua

Ketua TP PKK Yahukimo Hadiri Rakornas Posyandu Terpadu 2025 di Jakarta

7 months ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Transmigrasi Sebagai Alat Kolonisasi di Melanesia Barat (Papua Barat)

2 years ago
Kesehatan

KPA Provinsi Papua Beri Sosialisasi Bahaya HIV AIDS ke Mahasiswa Jayawijaya di Jayapura

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?