Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Menantikan Uskup Agung Merauke Yang Baru
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Editorial > Menantikan Uskup Agung Merauke Yang Baru
Editorial

Menantikan Uskup Agung Merauke Yang Baru

admin
Last updated: June 7, 2024 13:41
By
admin
Byadmin
Follow:
2 years ago
Share
4 Min Read
Umat Katolik Keuskupan Agung Merauke - Ist
SHARE

Oleh: Che Lee Q. Ghee

Iklan Nirmeke

Keuskupan Agung Merauke sekarang telah mencapai 118 tahun (14 Agustus 1905 – 14 Agustus 2023). Usianya boleh dikatakan sudah matang. Karena itu, sangat pantas apabila Tahta Suci Vatikan mempercayakan imam pribumi lokal untuk menggembalakan umat di Keuskupan Agung Merauke.

“Usia Keuskupan ini sudah tua. Selayaknya, kalau gereja semakin dewasa (partikular) tidak perlu lagi mendatangkan orang dari luar. Imam asli setempat layak pimpin,” kata seorang mama yang tidak mau menyebutkan namnya pada Sabtu, (3/6/24).

Sayangnya, usia yang sangat dewasa ini, pertumbuhan gereja di keuskupan ini terkesan berjalan di tempat. Gereja sudah tua, akan tetapi masih mendatangkan calon imam (frater) dan mengontrak imam dari luar Papua, yang kurang mengenal karakteristik masyarakat, budaya, wilayah dan dinamika pastoral.

Pertumbuhan Imam Lokal

Dari rahmat Bunda Maria, dan Clara Sukai Gebze yang menjadi dasar gereja Katolik di Keuskupan Agung Merauke melalui Baptisan pertama pada 14 Desember 1905 telah melahirkan banyak benih-benih iman [imam].

Rahim-rahim benih imam itu dapat dilihat dari mereka yang sedang tidur panjang. Dengan hormat kita sebut Sr. M. Ancilla Yemik Ndiken PBHK, Sr. Katarina Samkakai PBHK, Sr. M. Feralinda Wonbonggo PBHK, Sr. M. Susan Mekiuw PBHK, Sr. Clara Mahuze PBHK, Sr. Margaretha Mahuze PBHK, dan lainnya.

Baca Juga:  Salibkan Lukas Enembe

Dasar rahim imam dan iman di Keuskupan ini tidak “kebiri.” Seribu Clara Sukai Gebze telah melahirkan beberapa anak-anaknya dalam Roh Tuhan selama 119 tahun.

Pembatasan Studi Lanjut

Ada imam asli Marind, Muyu, Mandobo, Kepi dan lainnya. Tetapi selama ratusan tahun ini, dari komunitas biarawan/ti ataupun keuskupan kurang memberikan kesempatan dan dukungan kepada anak-anak asli setempat untuk melanjutkan studi lanjut.

Selalu dibatasi oleh pemimpin dan atasan yang mendominasi suatu komunitas dengan berbagai dalil secara sistematis, terstruktur dan berkelanjutan.

Lebih banyak memprioritaskan orang luar. Anak-anak setempat hanya menjadi objek dan penonton dalam hirarki Gereja Katolik disini. Bantuan dana Otsus Papua yang masuk atas nama orang asli Papua sekalipun, sama sekali tidak berkehendak untuk membiayai studi lanjut pada jenjang pendidikan lebih tinggi setingkat doktoral.

Kepantasan Orang Lokal

Tidak perlu diragukan lagi. Sebab dari segi akademisi, memang kesiapan sumber daya manusia (gereja lokal) sangat lemah. Namun, bukan berarti benih imam Kristus di Tanah Rawa mati total (sama sekali). Ada benih-benih iman dan imam yang lahir dari rahim-rahim Bunda Maria lokal, Clara Sukai Gebze dkk.

Baca Juga:  Terkuak Kasus penembakan Bukit Arfai Papua 1965

Dari segi pengalaman pastoral, etika hidup dalam menggereja dan bermasyarakat bisa dapat mempertimbangkan juga.

Suara Hati Nurani Umat

Hari ini umat masih menantikan Uskup Agung Merauke yang baru. Seorang gembala yang lahir dari rahim perempuan Marind, Muyu, Mandobo, Kepi, dan sekitarnya. Juga anak-anak perintis dan lainnya yang lahir besar di wilayah ini. Dengan kata lain, mereka yang paham dinamika pastoral di keuskupan tercinta ini.

Selama 118 tahun dipimpin oleh orang asing (Eropa) dan Indonesia dari wilayah lain. Sekarang adalah waktunya Tahta Suci Vatikan mengumumkan imam setempat untuk menggembalakan umatnya. Hal ini sangat penting untuk membuat gereja ini semakin berakar dan kokoh di Tanah Papua ini.

Harapan Kepada Tahta Suci Vatikan

Tahta Suci Vatikan bisa mempertimbangkan benih-benih cinta yang lahir, besar, tumbuh dan berkembang diatas tanah rawa. Sebuah benih imam Katolik yang sungguh-sungguh paham akan karakteristik masyarakat, budaya, wilayah dan dinamika pastoralnya.

Sekali lagi, Tahta Suci Vatikan harus ingat suara Roh Tuhan melalui suara hati nurani umat di Keuskupan Agung Merauke dari kalangan imam lokal. Anak asli setempat pantas pimpin di Keuskupan Agung Merauke.

)* Penulis adalah umat Katolik di Papua.

Related

You Might Also Like

Kunjungan Paus Fransiskus Sangat Bersejarah Bagi Orang Papua

Festival Budaya Lembah Baliem: Lebih dari Sekadar Pertunjukan, Ini Penjaga Jati Diri Papua Pegunungan

Transmigrasi Sebagai Alat Kolonisasi di Melanesia Barat (Papua Barat)

Apa Yang Berubah? Sebuah Refleksi Tentang Perempuan Baliem

Kolonialisme Primitif di Papua

TAGGED:Keuskupan Agung MeraukeMenantikan Uskup Agung Merauke Yang BaruUskup Orang Asli Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pentingnya Literasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Pemuda Papua
Next Article RAMBUT DI MATA ORANG HUGULA
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
1 day ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
2 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
2 days ago
Sidang Pleno II Musda I HIPMI Papua Pegunungan Tetapkan Antonius Wetipo sebagai Ketua Umum
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
3 days ago
Baca juga
Editorial

Terkuak Kasus penembakan Bukit Arfai Papua 1965

3 years ago
Editorial

Pasifik Selatan: Kelemahan, Peluang dan Tantangan ke Depan

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Sejarah Hari HAM Dan Realitas Indonesia

2 years ago
EditorialHeadlineTanah Papua

Indonesia Hadir “Tanpa Diundang” di MACFest 2023

3 years ago
EditorialHeadline

Pemekaran Sebagai Siasat Pemerintah Indonesia Demi Suksesi Migrasi Pendudukan Tanah dan Manusia Papua

4 years ago
Editorial

Ketika “Pengertian” Berganti Menjadi Pungutan — Krisis Integritas di Pemerintahan Jayawijaya

4 months ago
Editorial

Disertasi Riedno Graal Taliawo, Gerakan Perlawanan Tanpa Kekerasan Dengan Studi Kasus Gerakan KNPB

3 years ago

Kontak Pertama Orang Hugula dan H. A. Lorentz di Wamena

4 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?