Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Menanti Pembebasan Sandera Pilot Susi Air
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Menanti Pembebasan Sandera Pilot Susi Air
Catatan Aktivis PapuaPolhukam

Menanti Pembebasan Sandera Pilot Susi Air

admin
Last updated: August 17, 2023 08:58
By
admin
Byadmin
Follow:
1.4k Views
3 years ago
Share
Pilot Susi Air Capt Philip Marthens di sandera TPNPB-OPM pimpinan Egianus Kogeya - Ist
SHARE

Oleh: Paskalis Kossay

Iklan Nirmeke

Nasib Pembebasan Pilot Susi Air Philips Mehrtens belum nampak tanda-tanda yang jelas dari otoritas penguasa Indonesia maupun New Zeland. Padahal pada 27 Mei 2023 lalu, Egianus Kogeya Pimpinan TPNPB/OPM wilayah III Derakma Ndugama itu memberikan ultimatum kepada Pemerintah Indonesia dan New Zeland untuk dilakukan negosiasi.

Dalam vidio yang dirilis pada 27 Mei 2023 itu, Egianus maupun sang pilot sendiri menyatakan, Pemerintah Indonesia dan Selandia Baru segera merespon tuntutan TPNPB/OPM Pimpinan Egianus Kogeya itu, antara lain dibuka proses negosiasi yang difasilitasi pihak ketiga, segera pengakuan kedaulatan kemerdekaan papua merdeka.

Jika tidak segera disikapi maka nasib Pilot Susi Air itu akan ditembak mati terhitung dua bulan kedepan sejak tanggal 27 Mei 2023 tersebut. Atas ancaman KKB atau TPNPB tersebut, Pemerintah Indonesia menanggapinya dengan santai saja. Menteri Polhukam Mahfud MD mengatakan, Pemerintah tidak akan menyikapi tuntutan kelompok TPNPB OPM. Pemerintah mampu menyelesaikannya dengan kemampuan sendiri tanpa melibatkan pihak ketiga atau negara lain.

Sementara itu Kepolisian Daerah Papua pun sama halnya dengan tanggapan Menkopolhukam. Melalui Juru bicara Polda Papua mengatakan, tidak akan dibunuh sangat pilot Susi Air tersebut, Egianus pasti akan mempertimbangkan nilai kemanusiaan.

Ternyata memang benar, setelah ditunggu target waktu yang ditentukan dua bulan tepatnya tanggal 1 Juli 2023 bertepatan dengan hari Deklarasi Kemerdekaan Papua, tidak terjadi apa-apa pada nasib sandera pilot Susi Air ini. Sebaliknya, juru bicara TPNPB/OPM Sebby Sabom mengeluarkan pernyataan, nasib sang pilot tidak akan dibunuh, diperkirakan dalam waktu dekat akan dibebaskan.

Baca Juga:  Kenapa Keanggotaan ULMWP di MSG Ditolak?

Dengan demikian maka mulai ada titik terang bahwa nasib sandera pilot Susi Air itu tidak akan dicederai atau dibunuh. Dia akan dibebaskan kemungkinan dengan jaminan material ( uang tebusan ). Siapa yang bertanggung jawab tentang uang tebusan ini. Ada desas-desus yang berkembang, kemungkinan Pemerintah Daerah Kabupaten Nduga siap menanggung uang tebusan pembebasan sandera seorang pilot ini.

Yang menarik dicermati disini, Egianus Kogeya dan kelompoknya begitu berubah arah pikiran dari ancaman pembunuhan ke pembebasan dengan syarat jaminan uang tebusan sandera. Kemungkinan ada faktor apa yang berubah arah pikiran Egianus Kogeya, dkk. Setelah diselidik ternyata peran PJ Bupati Nduga sekarang Edison Gwijangge sangat berpengaruh penting.

Komunikasi secara kekeluargaan dibangun begitu efektif sehingga Egianus pun sadar akan nilai kemanusiaan, apa lagi seorang pilot warga negara asing yang tidak bersalah dengan tujuan konflik yang berlangsung di Ndugama ini. Karena itu kemungkinan sedang menghitung waktu yang pas kapan nasib pilot Philips Mehrtens ini dibebaskan.

Baca Juga:  Genap Satu Tahun, Indonesia Abaikan Pilot Philip Marthens Ditangan Brigjen Egianus Kogeya

Tuntutan negosiasi oleh pihak ketiga dan lain-lain, kemungkinan tidak akan diteruskan karena tuntutan tersebut cukup berat, tidak akan direspon segampang seperti dibayangkan. Karena dibutuhkan waktu yang lama dalam urusan diplomasi untuk meyakinkan pihak ketiga yang ditujui. Kemampuan untuk itu, Egianus dkk sangat terbatas, dibatasi oleh ruang dan waktu dihutan belantara.

Sebenarnya tugas diplomasi negosiasi mestinya dimainkan pimpinan OPM , namun komunikasi antara pimpinan OPM dengan kelompok kombatan Egianus, Cs sepertinya tidak terlalu efektif , kadang muncul miss komunikasi. Hal ini berpengaruh kuat mempengaruhi keputusan strategis seperti pembebasan nasib sandera ini harus diputuskan melalui komando lapangan dengan dihiraukan komando hirarki manajemen sentral.

Ini baru satu aspek, masih ada aspek lain, misalnya komando serbuh musuh atau perang, sepertinya semua ditentukan dari komando operasi lapangan. Maka secara struktural manajemen kesatuan tempur yang dimiliki TPNPB/OPM ini lemah. Kelemahan ini mudah sekali dibaca oleh lawan, akhirnya cepat dicaunter atack dalam hal pengaruhnya keluar kedunia luar.

Itulah sebabnya Pemerintah Indonesia masih menganggap konflik di Papua ini bagian dari sejenis kriminal bersenjata bukan oposan perlawanan politik dengan ideologi merdeka lepas dari NKRI. Karena itu mudah sekali dilabeli dengan macam-macam sebutan, antara lain, KKB, KSB, TSB dan lain-lain. (*)

Related

You Might Also Like

Papua Merdeka: Jalan Pemberontakan Rakyat yang Sadar

Mungguar, Pejuang Kharismatik nan Pemberani itu Telah Pergi

Pengesahan UU TNI: Kepentingan Politik Prabowo 2029 Korbankan Supremasi Sipil

Polisi Bersenjata Kepung Rumah Aktivis Papua di Sorong, Suami Ditangkap Tanpa Surat Perintah

“Kami Bukan Sekadar Konten” Perempuan Papua Menggugat Objektifikasi di Media Sosial

TAGGED:Egianus Kogeya Pimpinan TPNPB/OPM wilayah III Derakma NdugamaJuru bicara TPNPB/OPM Sebby SabomMenanti Pembebasan Sandera Pilot Susi AirPilot Susi Air Philips Mehrtens

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Sempat di Hadang Polisi, KNPB Gelar Aksi di Lapangan Zakeus Abepura
Next Article Pecandu Kesunyian
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Ketua Baru KPA Jayawijaya Tonius Wenda dan Pengurus Bergerak Cepat, Renovasi Honai Kantor KPA dan Shelter Sebelum Memulai Pelayanan Keluar - Foto: Dok. KPA Jayawijaya
Tonius Wenda Tancap Gas Benahi KPA Jayawijaya
Kesehatan Papua Pegunungan
21 hours ago
Kepala Distrik Bugukgona Salurkan Bibit Kelinci dan Ikan, Dorong Kemandirian Ekonomi Kampung
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
2 days ago
KNPI Yahukimo Bentuk Panitia Verifikasi OKP, Dorong Persatuan Pemuda dan Pemulihan Kondisi Daerah
Papua Pegunungan
2 days ago
Masyarakat Adat Yahukimo Tolak Pembangunan Pos TNI di Dekai, Sebut Abaikan Aspirasi Warga
Papua Pegunungan Polhukam
2 days ago
Baca juga
PolhukamSiaran Pers

West Papua Darurat HAM dan Demokrasi, Sekjen PBB Kapan Kunjungi Papua?

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

PMKRI, Uskup Mandagi, dan PSN

1 year ago
Catatan Aktivis Papua

Minta Orang Papua Tahu Diri, Menteri Bahlil Dikecam: Jangan Peralat Papua Untuk Jilat Presiden

3 years ago
PolhukamTanah Papua

Ini yang Dibicarakan Gereja tentang Papua di Balik Pintu Sinode Keuskupan Jayapura

4 months ago
Catatan Aktivis PapuaSeni & Budaya

Sean Rii, Musik Melanesia dan Irama Perlawanan

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Politik Uang Merusak Nilai Demokrasi Di Papua

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Diskriminasi Rasial di Indonesia Takkan Pernah Hilang Cepat

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaHeadline

Waspada, Sorong-Manokwari-Nabire-Jayapura dan Merauke Jadi Pintu Masuk Pencaker Non Papua

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?