Jayapura, nirmeke.com- Menagapi adanya pergerakan pasukan militer ke Papua, Aktifis Kemanusiaan Natalius Pigai mengatakan pengiriman pasukan bukti adanya operasi militer di tanah Papua.
Ia mengatakan selama ini, terus saja ada pengiriman pasukan ke Papua tanpa henti untuk melawan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, (TPNPB).
“Setiap bulan selalu ada pengerahan pasukan militer ke Papua, ini adalah bukti adanya operasi militer yang di lakukan Indonesia di tanah Papua,” kata Pigai kepada media, melalui pesan singkatnya, Rabu (5/4/2023).
Pigai mengatakan PBB telah melarang adanya operasi militer di dalam negeri sendiri, maka harusnya pengiriman pasukan non Organik ke Papua dihentikan.
“PBB telah larang operasi militer dalam negeri,” katanya.
Untuk itu, sebagai solusi demokratis dan bermartabat perlu ada solusi damai di Papua, karena penyelesaian dengan kekuatan militer akan selalu memakan korban jiwa tidak hanya di pihak TPNPB-OPM tapi di TNI-Polri juga demikian.
Selama ini, kata Pigai, para prajurit ini harus meningalkan anak istri untuk berperang dengan TPNPB-OPM, padahal masalah Papua ini bisa diselesaikan dengan cara yang lebih humanis dan manusiawi melalui dialog.
“PBB, USA dan Dunia harus dorong Dialog damai di Papua. Jika tidak, Papua akan menjadi area pembantaian atas nama rasialisme di era modern,” ujar Pigai. (*)
