Depapre, Surga Tersembunyi di Jayapura: Potensi Wisata dan Perikanan yang Belum Tergarap Maksimal
Oleh: John NR Gobai
(Anggota DPR Papua)
Jayapura – Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, menyimpan potensi besar di sektor pariwisata dan perikanan yang belum tergarap maksimal. Wilayah pesisir ini tak hanya menawarkan panorama alam yang menawan, tetapi juga kekayaan laut yang melimpah, yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Sebagian besar warga di Kampung Tablasupa dan sekitarnya menggantungkan hidup pada sektor perikanan tangkap. Selain itu, geliat usaha jasa transportasi laut dan perdagangan mulai tumbuh seiring pembangunan infrastruktur dasar. Namun, berbagai peluang ekonomi belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan fasilitas pendukung dan minimnya perhatian pemerintah.
Empat Pantai Indah Menanti Pengembangan
Depapre memiliki empat pantai utama dengan potensi wisata tinggi, yaitu Pantai Amai, Pantai Harlem, Pantai Sarebo (Sare Bo), dan Pantai Kitikipa.
- Pantai Amai telah menjadi tujuan wisata lokal saat akhir pekan. Fasilitas seperti gazebo, kamar bilas, dan toilet tersedia di lokasi ini.
- Pantai Harlem, selain memiliki fasilitas dasar serupa, juga dilengkapi penginapan sederhana berupa rumah sewa.
- Pantai Sarebo dan Pantai Kitikipa masih tergolong perawan dan belum dikenal luas oleh wisatawan. Kedua pantai ini belum dikelola secara profesional, namun menyimpan keindahan alami yang besar potensinya untuk dikembangkan.
Selain keindahan pantainya, wilayah laut di sekitar perkampungan juga menawarkan keanekaragaman hayati laut, seperti terumbu karang, ikan hias, bintang laut, duri babi, dan gerombolan ikan kepala batu yang sangat cocok dikembangkan sebagai wisata bahari.
Potensi Perikanan Melimpah
Sektor perikanan, khususnya perikanan tangkap, menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Tablasupa. Hampir setiap rumah tangga memiliki perahu—baik bermotor maupun tanpa motor—untuk menangkap ikan seperti bubara, kembung, deho, dan cakalang ekor kuning. Beberapa warga juga telah menggunakan rumpon, yakni alat bantu penangkap ikan tradisional, untuk meningkatkan hasil tangkapan.
Selain perikanan tangkap, potensi perikanan budidaya juga mulai dilirik, seperti melalui pembuatan keramba. Sayangnya, hasil perikanan ini belum dikelola secara komersial dan hanya dipasarkan langsung ke pedagang pengumpul atau dijual di pasar lokal.
TPI Tidak Berfungsi, Perlu Intervensi Pemerintah
Di Distrik Depapre terdapat fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang, menurut warga, saat ini tidak lagi berfungsi. Untuk mengoptimalkan hasil perikanan, pemerintah daerah maupun provinsi diharapkan segera mengaktifkan kembali TPI tersebut. Bahkan, jika memungkinkan, membangun Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) untuk mendukung nelayan lokal dan meningkatkan nilai ekonomi tangkapan mereka.
Akses Jalan dan Sarana Wisata Perlu Segera Dibangun
Peningkatan akses infrastruktur, terutama pembangunan jalan Kemiri–Depapre, menjadi kunci utama pembukaan isolasi dan percepatan pengembangan kawasan ini. Jalan ini sangat penting agar hasil perikanan dan potensi wisata dapat dimobilisasi dengan efisien, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Distrik Depapre menyimpan potensi besar sebagai kawasan wisata bahari dan sentra perikanan di Papua. Untuk itu, perhatian dan langkah nyata dari pemerintah sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk pembangunan infrastruktur, reaktivasi fasilitas perikanan, maupun dukungan terhadap pengelolaan wisata berbasis masyarakat.(*)
