Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Seruan Kembali ke Pangan Lokal, Kritik Ketergantungan Beras dan Ancaman Alih Fungsi Lahan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Ekonomi & Bisnis > Seruan Kembali ke Pangan Lokal, Kritik Ketergantungan Beras dan Ancaman Alih Fungsi Lahan
Ekonomi & BisnisLingkungan

Seruan Kembali ke Pangan Lokal, Kritik Ketergantungan Beras dan Ancaman Alih Fungsi Lahan

Agus Wilil
Last updated: March 21, 2026 23:30
By
Agus Wilil
ByAgus Wilil
Follow:
32 Views
1 month ago
Share
Tomi Ongge saat ditemui di kebun sagunya di Kampung Harapan, Kelurahan Lokla, Rabu (18/3/2026) - (Foto: Agus Wilil/Nirmeke)
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Masyarakat adat di Kabupaten Jayapura mulai kembali menyuarakan pentingnya pelestarian pangan lokal seperti sagu dan umbi-umbian di tengah meningkatnya ketergantungan terhadap beras dan ancaman alih fungsi lahan.

Iklan Nirmeke

Hal tersebut disampaikan Tomi Ongge saat ditemui di kebun sagunya di Kampung Harapan, Kelurahan Lokla, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, sagu dan tanaman lokal lainnya merupakan identitas sekaligus sumber kehidupan masyarakat Orang Asli Papua (OAP) yang telah diwariskan turun-temurun.

“Dulu orang tua kami lebih mengutamakan makanan tradisional seperti sagu dan umbi-umbian. Mereka mengelola tanah secara kolektif untuk kepentingan bersama. Sekarang sudah mulai ditinggalkan,” ujarnya.

Ia menilai saat ini masyarakat cenderung menjadi konsumen beras, sementara distribusinya tidak selalu stabil di wilayah-wilayah adat. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap ketahanan pangan masyarakat lokal.

“Kami jadi bergantung. Kalau beras tidak ada, masyarakat bingung harus konsumsi apa. Padahal pangan lokal tersedia, tinggal bagaimana kita kembali mengelola,” katanya.

Baca Juga:  Masyarakat Adat Tehit Tolak Perkebunan Sawit PT Anugerah Sakti Internusa di Sorong Selatan

Tomi menegaskan pentingnya menghidupkan kembali budaya menanam dan mengelola lahan, khususnya sagu, pisang, dan umbi-umbian sebagai upaya menjaga keberlanjutan hidup generasi mendatang.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan program penanaman sekitar 500 pohon sagu kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui dinas terkait, sebagai langkah konkret penguatan pangan lokal.

“Kami berharap pemerintah bisa mendukung program ini. Kalau dikelola dengan baik, anak cucu kami tidak akan kesulitan pangan di masa depan,” ujarnya.

Selain soal ketahanan pangan, ia juga menyoroti maraknya penjualan tanah oleh masyarakat yang berujung pada hilangnya sumber penghidupan.

“Hari ini banyak orang jual tanah, akhirnya menderita. Kami memilih tetap jaga dan tanam, supaya kehidupan tetap berjalan,” tegasnya.

Baca Juga:  Agar Harga Bapok Murah, Pembangunan Jalan Trans Jayapura-Wamena Harus Dipercepat

Tomi juga menyampaikan penolakan terhadap ekspansi perkebunan skala besar seperti kelapa sawit yang dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan pangan masyarakat lokal serta berpotensi merusak keseimbangan alam.

“Kami tidak bisa samakan sawit dengan sagu. Sagu adalah makanan pokok kami, sementara sawit bukan. Dampaknya juga besar bagi kehidupan kami,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kebun sagu yang dikelola masyarakat di wilayah tersebut memiliki luas sekitar dua hektare dan berada di kawasan yang terhubung dengan perairan danau. Lahan tersebut menjadi sumber pangan sekaligus ruang hidup bagi masyarakat adat.

Masyarakat setempat berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan semua pihak untuk melindungi serta mengembangkan pangan lokal sebagai bagian dari kedaulatan dan identitas Orang Asli Papua.(*)

Pewarta: Agus Wilil

Related

You Might Also Like

Ratusan Mama-Mama Pedagang Papua Audiensi dengan Gubernur Papua Barat Daya

Walhi Papua Ajak Pemuda Bersolidaritas Berjuang Bersama Suku Awyu Dalam Melindungi Tanah Adat Mereka

Wanggai: Kunjungan Cinta Laura di Wamena Dapat Mendorong Ekowisata Provinsi Papua Pegunungan

Bupati Jayawijaya Kunjungi Petani Kopi Walelagama, Tekankan Penguatan Ekonomi Lokal

Dampak Legitimasi Uskup Mandagi Dan Wajah Baru Gereja Katolik Papua

TAGGED:Pangan Lokal PapuaPetani Sagu di Jayapura

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Peserta Seleksi DPRK Datangi Kesbangpol, Pertanyakan Hasil yang Belum Diumumkan
Next Article Suku Wiyagar Tolak Proyek Kampung Nelayan di Sumuraman, Desak Pemerintah Hormati Hak Ulayat
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
4 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Baca juga
Ekonomi & Bisnis

Wamesik Elopere, Petani Stroberi dari Wamena Papua

4 years ago
Ekonomi & BisnisTanah Papua

Mama-Mama Papua Kota Sorong Desak Pemerintah Bangun Pasar Khusus dan Berikan Pembinaan Usaha

1 year ago
Ekonomi & Bisnis

Kelompok Tani Lilarima Gelar Panen Bersama di Jayawijaya, Dinas Pertanian dan Kampus Yapis Hadir Beri Dukungan

10 months ago
LingkunganTanah Papua

Krisis Pangan Akibat Banjir Wamena: WALHI Papua Soroti Dampak pada Kelompok Rentan

1 year ago
LingkunganTanah Papua

Maikel Peuki: Masyarakat Adat Tak Sadar Tanah Mereka Sudah Masuk Konsesi

11 months ago
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

Anthonius Wetipo Dipastikan Pimpin HIPMI Papua Pegunungan

3 months ago
LingkunganPolhukamTanah Papua

Bentrok di Abepura, Aktivis AMPPTAP Terluka dan Ditangkap Saat Aksi Tolak Perampasan Tanah Adat Papua

7 months ago
Lingkungan

Ajak Masyarakat Jangan Buang Sampah, Pemuda Beam Kwiyawage Bersih-Bersih di Kota Tiom

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?