Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Dari Tanah Kering Menjadi Kampung Harapan: Cerita Kampung Wisata Aitok di Pegunungan Jayawijaya
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Ekonomi & Bisnis > Dari Tanah Kering Menjadi Kampung Harapan: Cerita Kampung Wisata Aitok di Pegunungan Jayawijaya
Ekonomi & BisnisPariwisata

Dari Tanah Kering Menjadi Kampung Harapan: Cerita Kampung Wisata Aitok di Pegunungan Jayawijaya

admin
Last updated: January 19, 2026 12:31
By
admin
Byadmin
Follow:
17 Views
3 months ago
Share
Bupati Jayawijaya Hadiri UMKM Papua Kreatif Emas, Dorong Pengembangan Kampung Wisata Aitok - Dok
SHARE

Iklan Nirmeke

Wamena, nirmeke.com – Di balik perbukitan kering Distrik Wolo, Kabupaten Jayawijaya, tersembunyi sebuah kampung yang kini perlahan mengubah takdirnya. Kampung Aitok, yang dulu dipersepsikan sebagai wilayah gersang dan sulit berkembang, hari ini mulai dikenal sebagai ruang harapan baru bagi masyarakat Pegunungan Papua.

Perubahan itu terlihat saat Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., bersama rombongan menapakkan kaki di kampung tersebut, Sabtu (17/1/2026), usai menghadiri kegiatan UMKM Papua Kreatif Emas di Wamena. Di tengah hamparan alam yang sederhana, Aitok menyuguhkan cerita tentang kemauan, kerja keras, dan keyakinan masyarakat pada tanahnya sendiri.

Air terjun mengalir di sela bebatuan. Kolam ikan terbentang di lahan yang dulu kering. Kopi tumbuh di tanah yang sebelumnya hanya ditanami ubi. Semua itu lahir bukan dari proyek besar, melainkan dari inisiatif warga kampung yang menolak menyerah pada stigma “tidak bisa berkembang”.

Baca Juga:  Dibalik ketertingalan, Korowai menjadi ikon parawisata dunia

“Tempat ini eksotik dan indah. Tinggal tergantung penghuninya, mau diapakan tanah ini,” ujar Bupati Atenius Murip sambil memandang lembah Aitok.

Menurutnya, Aitok adalah contoh nyata bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari bantuan pemerintah, melainkan dari keberanian masyarakat untuk mencoba.

“Dalam bahasa daerah, Aitok itu dianggap daerah yang tidak bisa dikembangkan. Tapi hari ini kita lihat sendiri, pemilik lahan dan masyarakat bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang menarik dan bermanfaat,” katanya.

Cerita Aitok adalah cerita tentang membalik anggapan. Lahan kering disulap menjadi kolam ikan. Kebun sederhana berkembang menjadi kebun kopi. Alam yang dulu dipandang biasa kini menjadi daya tarik wisata. Semua tumbuh dari tangan-tangan warga kampung.

Bupati menegaskan, pemerintah hadir bukan sebagai pemula, tetapi sebagai pendamping.

“Jangan menunggu bantuan proposal dari pemerintah. Ketika ada kemauan dan aksi nyata, pemerintah pasti datang melihat dan membantu sesuai kemampuan,” tegasnya.

Ia mencontohkan beberapa kelompok masyarakat di Distrik Wolo yang lebih dulu bergerak mengelola wisata alam secara mandiri. Setelah melihat hasil nyata, pemerintah kemudian hadir memberi dukungan berupa fasilitas dasar seperti listrik dan air.

Baca Juga:  Bupati Yalimo Bagikan Bibit Ikan dan Tinjau Panen di Kampung Hobakma

Di Kampung Aitok, pesan itu terasa hidup. Alam tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai peluang. Tanah tidak lagi dianggap kering, tetapi subur oleh ide dan kemauan.

Di akhir kunjungan, Bupati Atenius Murip mengajak generasi muda Pegunungan Papua untuk belajar dari Aitok—bahwa perubahan tidak harus menunggu orang luar datang.

“Jangan menunggu orang lain mengubah kita. Dari diri kita sendiri, potensi alam yang ada kita kembangkan untuk kehidupan keluarga yang lebih baik,” ujarnya.

Kampung Aitok hari ini bukan sekadar kampung wisata. Ia adalah cermin bahwa di Pegunungan Jayawijaya, harapan bisa tumbuh bahkan dari tanah yang dulu dianggap tak bernilai.(*)

Pewarta: Grace Amelia

Related

You Might Also Like

Banjir Rendam Kebun Warga di Empat Kampung Jayawijaya, Masyarakat Terancam Krisis Pangan

Sampah dan Owasi-owasika

Mama-Mama Pasar Potikelek Tolak Bantuan Sembako Wapres, Minta Modal Usaha Sesuai Janji

Pj Gubernur Kondomo Lantik Pengurus Himpunan Pengusaha OAP Papua Pegunungan 

Pertama Kali Tiket Masuk FBLB Diberlakukan, Warga: Ini Festival Budaya atau Ajang Bisnis?

TAGGED:Cerita Kampung Wisata Aitok di Pegunungan JayawijayaUMKM Papua Kreatif Emas di Wamena

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Interupsi Senator Papua Barat Daya di Paripurna DPD RI, Tolak Sawit dan Penambahan Markas TNI di Papua
Next Article Pemerintah Kampung Usilimo Salurkan Bibit Babi dari Dana BUMKAM
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
1 day ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
3 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Baca juga
Ekonomi & Bisnis

Pimpin KAP Papua Pegunungan, Anthonius Wetipo Targetkan Pemberdayaan Ekonomi Adat

10 months ago
Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Kampung Usilimo Salurkan Bibit Babi dari Dana BUMKAM

3 months ago
Ekonomi & Bisnis

Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo Resmikan Kolam Pemancingan & Wisata Deneru di Dekai

9 months ago
PariwisataTravel

5 Hal Ini Yang Kamu Harus Tahu Sebelum Berkunjung ke Objek Wisata Owasi-owasika

5 years ago
PariwisataSeni & Budaya

Dibalik ketertingalan, Korowai menjadi ikon parawisata dunia

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaEkonomi & Bisnis

Satukan Para Sarjana, Bangun Kampung

3 years ago
Ekonomi & Bisnis

Dari Petinju ke Peternak: Langkah Kecil Nelson Bangun Usaha di Jayawijaya

9 months ago
Ekonomi & Bisnis

Memanfaatkan Hasil Bumi, Moses Mulai Angkat Kopi Lani Mendek

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?