Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Pertama Kali Tiket Masuk FBLB Diberlakukan, Warga: Ini Festival Budaya atau Ajang Bisnis?
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Ekonomi & Bisnis > Pertama Kali Tiket Masuk FBLB Diberlakukan, Warga: Ini Festival Budaya atau Ajang Bisnis?
Ekonomi & BisnisPariwisataTanah Papua

Pertama Kali Tiket Masuk FBLB Diberlakukan, Warga: Ini Festival Budaya atau Ajang Bisnis?

admin
Last updated: August 6, 2025 15:36
By
admin
Byadmin
Follow:
2.2k Views
10 months ago
Share
tiket masuk di FBLB 2025 di Usilimo - Dok
SHARE

Wamena, Nirmeke.com – Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-33 yang digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, tahun ini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan, panitia memberlakukan tiket masuk berbayar, sebuah kebijakan yang memicu kebingungan dan kritik dari berbagai kalangan.

Iklan Nirmeke

Pantauan Nirmeke.com menunjukkan bahwa tiket FBLB 2025 dijual dalam tiga kategori: Rp25.000 untuk pengunjung umum, Rp100.000 untuk fotografer, dan Rp250.000 untuk turis asing. Tiket tersebut juga mencantumkan informasi mengenai hadiah doorprize serta logo sejumlah sponsor, termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemda Jayawijaya, serta unsur TNI dan Polri.

Namun, tidak ada penjelasan resmi dari panitia mengenai peruntukan tiap kategori tiket, siapa saja yang wajib membelinya, dan apakah masyarakat lokal juga harus membayar tarif yang sama seperti wisatawan.

Kebijakan ini memicu reaksi publik. Warga mempertanyakan urgensi penarikan tiket, terutama mengingat festival ini disebut-sebut menerima alokasi dana dari APBD hingga miliaran rupiah.

Baca Juga:  Sebulan Lebih Pasca Banjir di Wamena, Warga Masih Butuh Makanan dan Bibit Tanaman

“Ini festival rakyat atau ajang bisnis? Kalau benar dananya dari APBD Rp5 miliar, kenapa masyarakat lokal harus bayar sampai ratusan ribu?” tulis Sony Lokobal, warga Wamena, melalui unggahan di media sosial yang disertai foto tiket beredar.

Keluhan serupa disampaikan oleh aktivis dan pemuda adat. Mereka menilai pemberlakuan tiket masuk sebagai bentuk komersialisasi budaya yang mengabaikan nilai-nilai dasar festival sebagai ruang ekspresi rakyat.

“Kami mendukung pelestarian budaya. Tapi kalau sampai jual tiket seperti ini, artinya panitia lebih utamakan uang daripada makna budaya itu sendiri,” ujar seorang pemuda dari Jayawijaya.

Tak hanya soal tiket, warga juga mengeluhkan tidak adanya transparansi terkait biaya parkir kendaraan, serta dampaknya terhadap pelaku UMKM, khususnya mama-mama Papua yang menjajakan produk lokal di arena festival. Mereka khawatir pengunjung akan enggan datang karena harus membayar tiket dan parkir, yang pada akhirnya menurunkan potensi transaksi di lapak masyarakat.

Baca Juga:  Kopi Keerom Go International, Bupati Piter Gusbager Promosikan di Eropa

Sebelumnya, FBLB selalu dibuka secara gratis untuk umum. Tahun 2025 menjadi tonggak perubahan yang disebut warga sebagai “sejarah baru”—namun bukan dalam arti positif.

“Jangan sampai panitia kehilangan arah. Ini festival budaya, bukan festival bisnis,” kata seorang tokoh adat setempat yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, panitia penyelenggara belum memberikan keterangan resmi terkait dasar hukum penarikan tiket, tujuan pengumpulan dana, maupun transparansi penggunaan anggaran dari sponsor dan pemerintah.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan panitia FBLB membuka ruang dialog dan klarifikasi secara terbuka, agar kepercayaan publik terhadap festival tahunan ini tidak hilang.(*)

Related

You Might Also Like

Gereja Main Tambang?

Bupati Jayawijaya Serahkan Bansos Rp20,2 Miliar: Pastikan Tepat Sasaran dan Transparan

Serah Terima Jabatan Plt. Kepala Kampung Itlay Halitopo Digelar di Walelagama

YLBHI Papua Pertanyakan Peran KemenkumHAM di Tengah Konflik Bersenjata di Papua

Perkuat Jiwa Kebangsaan, Lis Tabuni Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Kaum Muda Papua Progresif

TAGGED:Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-33

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Beli Bensin, Dituduh TPNPB: Son Balingga Ditahan Tanpa Dasar Hukum di Koramil Yahukimo
Next Article Jelang Sinode 2026, Umat Katolik Tanam Pohon dan Kebun Sinode di Wesaput
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Kepala Distrik Bugukgona Salurkan Bibit Kelinci dan Ikan, Dorong Kemandirian Ekonomi Kampung
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
7 hours ago
KNPI Yahukimo Bentuk Panitia Verifikasi OKP, Dorong Persatuan Pemuda dan Pemulihan Kondisi Daerah
Papua Pegunungan
7 hours ago
Masyarakat Adat Yahukimo Tolak Pembangunan Pos TNI di Dekai, Sebut Abaikan Aspirasi Warga
Papua Pegunungan Polhukam
7 hours ago
HIPMA-LANI Korwil Bandung Desak Perlindungan Warga Sipil di Lanny Jaya dan Pembentukan Tim Independen
Pendidikan Polhukam Tanah Papua
7 hours ago
Baca juga
Tanah Papua

Mahasiswa, OKP Cipayung dan Masyarakat Papua Pegunungan Tolak Program Transmigrasi

2 years ago
ArtikelEkonomi & Bisnis

Dinan Adii, Mekanik Otodidak Asal Meepago

5 years ago
Tanah Papua

Ini 10 Nama Calon Anggota KPU Papua Pegunungan, 5 Bukan Dari Lapago

3 years ago
PolhukamSiaran PersTanah Papua

LBH Papua Merauke Resmi Didirikan untuk Berikan Bantuan Hukum Gratis di Selatan Papua

1 year ago
EditorialTanah Papua

Senator Paul Finsen Mayor: Sosok Menonjol dalam Perjuangan Hak-Hak Masyarakat Papua

1 year ago
PolhukamTanah Papua

Warga Sipil di Yahukimo Diduga Disiksa dengan Aliran Listrik Sebelum Dibebaskan

12 months ago
Papua PegununganPolhukamTanah Papua

Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini

2 months ago
Tanah Papua

MRP Papua Pegunungan Minta Penyelenggara Pemilu di Papua Pegunungan Komitmen Dukung Caleg Putra Daerah

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?