Wamena, nirmeke.com — Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Pegunungan, Antonius Wetipo, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang menggelar pameran UMKM selama kurang lebih tiga hari di lingkungan Kantor Gubernur Papua Pegunungan.
Menurut Antonius, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM lokal, khususnya mama-mama Papua yang selama ini menjalankan usaha dengan keterbatasan akses pasar.
Hal itu disampaikan Antonius saat mengunjungi sejumlah stan UMKM milik mama-mama Papua dalam pameran di Kantor Gubernur Papua Pegunungan, Kamis (13/8/2026).
Ia mengatakan pameran menjadi ruang penting bagi pelaku UMKM untuk bertemu langsung dengan konsumen dan meningkatkan penjualan produk lokal.
“Dengan adanya pameran seperti ini, banyak pengunjung yang datang secara langsung dan bisa membeli hasil produk lokal. Ini membuat UMKM bisa tetap hidup,” kata Antonius.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi semakin penting di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, termasuk kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran yang berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Antonius menilai pemerintah perlu memperbanyak kegiatan yang memberikan ruang bagi UMKM untuk memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat.
“Kami mendorong pemerintah provinsi supaya bisa memproteksi UMKM yang menjual produk-produk lokal, terutama mama-mama, untuk mengatasi masalah ekonomi sekarang ini,” ujarnya.
Pameran Jangan Hanya Sekali
Antonius berharap kegiatan seperti pameran UMKM tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu, tetapi dapat digelar secara rutin.
Menurutnya, semakin sering UMKM diberikan ruang untuk memasarkan produknya, semakin besar peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini harus dilakukan sesering mungkin supaya pendapatan masyarakat bisa bertambah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal bisa tumbuh dengan baik,” katanya.
Ia mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam menopang kehidupan keluarga di Papua Pegunungan.
Sebagian besar pelaku usaha lokal, kata dia, masih menjalankan usaha dalam skala kecil dengan tujuan utama memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Kami lebih menekankan kepada pengusaha-pengusaha lokal supaya mereka bisa bertumbuh. Nilai tambah yang mereka dapat pertama-tama untuk mencukupi kehidupan mereka dulu,” ujar Antonius.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan UMKM tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kehidupan keluarga pelaku usaha.
Dorong Modal Usaha
Karena itu, Antonius mendorong pemerintah memberikan dukungan yang lebih konkret kepada pelaku UMKM, terutama dalam bentuk kredit lunak maupun tambahan modal usaha.
Ia menilai keterbatasan modal masih menjadi salah satu kendala utama bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan usahanya.
“Kalau untuk mendapatkan keuntungan dalam skala besar, pemerintah juga harus berani memberikan kredit atau modal usaha bagi UMKM,” katanya.
Antonius juga mendorong agar pelaku UMKM yang telah terdata melalui kegiatan seperti pameran mendapatkan perhatian lanjutan dari pemerintah.
Ia berharap program bantuan modal usaha yang pernah diberikan pemerintah daerah sebelumnya dapat kembali dilanjutkan.
“Kami mendorong supaya ke depan UMKM yang terdata seperti ini bisa mendapatkan perhatian. Seperti yang dilakukan Gubernur tahun kemarin, beliau memberikan modal usaha kepada UMKM. Kalau bisa tahun ini juga dilaksanakan supaya UMKM bisa hidup dengan baik,” ujarnya.
Ekonomi Lokal Harus Tumbuh
Antonius menilai keberpihakan terhadap UMKM lokal harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi Papua Pegunungan.
Menurutnya, mama-mama Papua yang selama ini menjalankan usaha kecil perlu diberikan ruang, pasar dan modal agar usaha mereka dapat berkembang secara bertahap.
Pameran UMKM, kata dia, menjadi salah satu contoh bahwa ketika pemerintah menyediakan ruang pemasaran, masyarakat dapat langsung merasakan manfaatnya.
Ia berharap ke depan pemerintah tidak hanya membantu dari sisi promosi dan pemasaran, tetapi juga memberikan pendampingan usaha, akses permodalan serta membuka pasar yang lebih luas.
“Harapan kita, UMKM ini bisa terus hidup dan berkembang. Pemerintah perlu memberikan ruang, modal dan perlindungan supaya pengusaha lokal bisa bertumbuh,” katanya.
Antonius menegaskan HIPMI Papua Pegunungan siap mendorong penguatan pelaku usaha lokal agar mampu berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Baginya, membangun ekonomi Papua Pegunungan tidak cukup hanya mengandalkan sektor pemerintahan. Pengusaha lokal dan UMKM harus diberi ruang untuk menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi.
“Ini mimpi kita, supaya pengusaha-pengusaha lokal bisa tumbuh dan ekonomi masyarakat Papua Pegunungan bisa berkembang dari kekuatan masyarakat sendiri,” pungkasnya.(Red)*

