WAMENA, NIRMEKE.COM — Sebanyak 30 atlet Taekwondo Kabupaten Jayawijaya dari sembilan dojang dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Papua Open di Jayapura pada Oktober 2026, sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Pra-PON 2027 dan PON XVIII 2028.
Pengurus dan pelatih Cabor Taekwondo Kabupaten Jayawijaya menyatakan kesiapan mempersiapkan para atlet tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat pemberian dana pembinaan kepada atlet berprestasi di Lapangan Stadion Pendidikan Itlai–Ikinia, Wamena, Senin (21/9/2026).
Ketua Harian Cabor Taekwondo Kabupaten Jayawijaya, Menahem Halitopo, mengatakan 30 atlet yang dipersiapkan berasal dari sembilan dojang se-Kabupaten Jayawijaya.
Pada Oktober 2026, tim Taekwondo Jayawijaya akan mengikuti Kejuaraan Papua Open di Jayapura yang melibatkan enam provinsi. Ajang tersebut menjadi salah satu tahapan persiapan atlet sebelum menghadapi Pra-PON 2027 dan PON XVIII 2028.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pelatih, pengurus tingkat provinsi, maupun dari 8 kabupaten, terlebih khusus Kabupaten Jayawijaya. Sepanjang tahun ini, atlet kita sudah dua kali mengangkat nama Kabupaten Jayawijaya, sekaligus nama Provinsi Papua Pegunungan,” ujar Halitopo.
Meski belum memiliki tempat latihan yang memadai, para atlet tetap berlatih secara mandiri di masing-masing dojang.
“Kondisi kami memang masih terbatas, namun semangat anak-anak luar biasa. Mereka terus berjuang demi prestasi. Kami sudah siap turun bertanding,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus Taekwondo Jayawijaya juga menyerahkan dana pembinaan kepada para atlet yang meraih Juara I Umum pada Pentas Karnaval Lembah Baliem pekan lalu.
Kegiatan tersebut dihadiri Halitopo bersama seluruh pengurus dan pelatih dari sembilan dojang se-Kabupaten Jayawijaya.
Pihaknya juga meminta perhatian dan dukungan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Bupati Jayawijaya, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta KONI Jayawijaya untuk mendukung pembinaan atlet.
“Kami berharap pemerintah dapat membantu kami di masa persiapan ini, agar anak-anak daerah ini dapat membuktikan kemampuan mereka di kancah nasional,” pungkas Halitopo.(*)

