Korowai, nirmeke.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB–OPM) wilayah Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas insiden penembakan pesawat sipil Smart Air yang menewaskan dua pilot di Bandara Korowai Batu, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (11/2/2026).
Klaim tersebut disampaikan melalui pesan dan cuplikan video yang beredar pada 11 Februari 2026.
Dalam pernyataan yang beredar, seseorang yang mengaku sebagai Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Kopi Tua Heluka, bersama Komandan Batalion Kanibal Peres Marom, menyatakan bahwa sejumlah aksi kekerasan di wilayah tersebut merupakan bagian dari perintah operasi mereka.
Ia menyebut wilayah Korowai dan sekitarnya sebagai zona operasi atau “medan perang” versi kelompoknya. Dalam video tersebut juga disampaikan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab atas tindakan pasukan mereka dan meminta aparat keamanan tidak menyasar masyarakat sipil.
“Kalau mau cari pelaku, cari saya dan pasukan saya. Jangan cari masyarakat dan orang tua yang tidak tahu apa-apa,” demikian pernyataan yang beredar.
Selain itu, dalam pesan yang sama, kelompok tersebut menyampaikan sikap politik mereka yang, menurut klaimnya, tidak berkaitan dengan program pembangunan pemerintah. Mereka menyebut tidak meminta pembangunan infrastruktur maupun bantuan ekonomi, melainkan menuntut pengakuan politik.
Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian belum mengonfirmasi secara resmi keterkaitan langsung antara klaim tersebut dengan insiden penembakan pesawat Smart Air.
Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukamito, membenarkan insiden penembakan terhadap pesawat sipil Smart Air jenis Cessna Grand Caravan dengan registrasi PK-SNR.
Pesawat tersebut melayani rute Bandar Udara Tanah Merah menuju Korowai Batu. Saat proses pendaratan sekitar pukul 11.00–11.05 WIT, tembakan dilepaskan ke arah pesawat.
“Pesawat ditembaki saat mendarat sehingga menimbulkan kepanikan di dalam kabin,” ujar Cahyo dalam keterangannya.
Akibat insiden tersebut, pilot Kapten Egon Irawan dan co-pilot Baskoro dilaporkan meninggal dunia. Sementara 13 penumpang, termasuk seorang bayi, dilaporkan selamat setelah menyelamatkan diri ke area sekitar lapangan terbang dan hutan di sekitar lokasi.
Penyelidikan dan Pengamanan
Polda Papua bersama Satgas Damai Cartenz 2026 telah bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban, pengamanan area, serta penyelidikan lebih lanjut.
“Kami menerima laporan adanya penembakan terhadap pesawat sipil Smart Air saat mendarat di Bandara Korowai Batu. Aparat fokus pada evakuasi korban, pengamanan lokasi, dan pengejaran pelaku,” kata Cahyo.
Menurutnya, identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan. Sejumlah laporan awal dari masyarakat menyebut kemungkinan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata, namun kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi terkait kelompok maupun motif penyerangan.
Aparat juga menyampaikan bahwa kondisi geografis yang sulit dan akses terbatas menjadi tantangan dalam proses evakuasi dan pengamanan lokasi kejadian. (red)
