Dekai, nirmeke.com — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Yahukimo menggelar aksi mimbar bebas dan unjuk rasa damai di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Senin (3/8/2026). Aksi tersebut merupakan bagian dari aksi nasional KNPB dengan tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan.”
Sekretaris KNPB Wilayah Yahukimo, Nifal Enggalim, dalam orasinya menyampaikan pandangan organisasi terkait situasi keamanan, konflik bersenjata, dan kondisi kemanusiaan di sejumlah wilayah Papua.
Menurut Nifal, KNPB merupakan gerakan yang mengedepankan penyampaian aspirasi tanpa kekerasan. Ia mengatakan aksi 3 Agustus digelar sebagai bagian dari seruan nasional yang dilakukan KNPB di sejumlah wilayah Papua.
Dalam orasinya, Nifal menilai kondisi di sejumlah wilayah, termasuk Yahukimo dan Korowai, berada dalam situasi yang disebutnya sebagai darurat militer dan kemanusiaan. Ia menyebut konflik bersenjata antara TPNPB dan aparat TNI-Polri berdampak terhadap masyarakat sipil, termasuk menyebabkan pengungsian dan terganggunya aktivitas sehari-hari.
KNPB juga menyoroti kondisi warga yang mengungsi dari sejumlah wilayah. Menurut mereka, sebagian warga mengalami kesulitan menjalankan aktivitas normal, termasuk mengakses pelayanan keagamaan, pendidikan, serta memenuhi kebutuhan hidup melalui aktivitas berkebun.
Khusus wilayah Korowai, KNPB menyatakan masih terdapat warga yang mengungsi ke kawasan hutan akibat situasi keamanan. Organisasi tersebut meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat sipil yang terdampak konflik dan memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar mereka.
Serukan Gencatan Senjata dan Dialog
Dalam aksi tersebut, KNPB Yahukimo juga menyerukan kepada TPNPB dan TNI-Polri untuk menghentikan kekerasan dan membuka ruang dialog sebagai upaya mengurangi dampak konflik terhadap masyarakat sipil.
Menurut Nifal, gencatan senjata dan dialog diperlukan agar korban dari kalangan masyarakat sipil tidak terus berjatuhan.
“Kami menyerukan agar kedua pihak menghentikan kekerasan dan membuka ruang dialog untuk mencari penyelesaian konflik,” ujarnya dalam orasi.
KNPB juga mengajak masyarakat Papua untuk membangun kesadaran politik, menjaga persatuan, serta menyampaikan aspirasi secara damai tanpa kekerasan.
Menjelang pertengahan Agustus, organisasi tersebut juga menyatakan akan memperingati sejumlah peristiwa yang dinilai memiliki nilai historis bagi masyarakat Papua, termasuk Perjanjian New York 15 Agustus serta mengenang warga sipil yang menjadi korban konflik.
Aksi di Dekai berlangsung di bawah pengawasan aparat keamanan. Hingga kegiatan berakhir, massa menyampaikan aspirasi melalui mimbar bebas dan orasi secara bergantian.(*)
Pewarta: Vaksin Aliknoe
