Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Kasus Penembakan Tobias Silak: “Tangkap, Pecat, dan Adili Pelaku Seberat-beratnya”
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Kasus Penembakan Tobias Silak: “Tangkap, Pecat, dan Adili Pelaku Seberat-beratnya”
Polhukam

Kasus Penembakan Tobias Silak: “Tangkap, Pecat, dan Adili Pelaku Seberat-beratnya”

admin
Last updated: August 19, 2025 13:27
By
admin
Byadmin
Follow:
12 months ago
Share
3 Min Read
Front Justice For Tobias Silak Minta Penembak Tobias Dihukum - Dok
SHARE

Jakarta, nirmeke.com – Kasus penembakan yang menewaskan Tobias Silak dan menyebabkan Naro Dapla mengalami kritis di Dekai, Yahukimo, pada 20 Agustus 2024, tengah mendapat perhatian luas dari masyarakat Papua. Kejadian tersebut melibatkan anggota Brimob Satuan Ops Damai Cartenz, yang hingga kini masih terus diselidiki.

Iklan Nirmeke

Herlina Sobolim, Koordinator Umum Front, menjelaskan bahwa Polda Papua telah membentuk tim penyidik segera setelah laporan polisi diterima pada malam hari kejadian. Tim ini telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan dari lebih dari 30 saksi, dan menyita barang bukti baik dari pelaku maupun korban. Selanjutnya, tim penyidik juga menggelar perkara untuk mendalami bukti yang ada.

“Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia juga turun tangan dengan melakukan investigasi di Kabupaten Yahukimo pada 23-26 Agustus 2024. Hasil investigasi tersebut, yang dikeluarkan pada 16 Desember 2024, menyebutkan ada empat oknum anggota Satuan Ops Damai Cartenz yang terlibat dalam peristiwa penembakan ini. Bahkan, dalam laporan tersebut, Komnas HAM menyebutkan inisial pelaku yang seharusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Papua,” ujarnya.

Baca Juga:  Gruduk PN Wamena, Front Justice Desak Sidang Adil untuk Kasus Penembakan Tobias Silak

Namun, meski ada bukti yang cukup kuat, Polda Papua baru menetapkan dua pelaku sebagai tersangka pada 13 Januari 2025 melalui Surat Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Padahal, hasil investigasi Komnas HAM mengungkapkan bahwa ada empat oknum yang terlibat dalam kejadian tersebut.

“Seiring dengan perkembangan ini, masyarakat Papua, terutama mereka yang terdampak langsung oleh pelanggaran HAM, mendesak agar pemerintah segera mengambil tindakan tegas. Rakyat Papua menuntut keadilan untuk Tobias Silak dan mengingatkan bahwa jika kasus ini dibiarkan begitu saja, tidak ada jaminan bahwa pelanggaran HAM lainnya di Papua akan diselesaikan dengan adil,” ujarnya.

Baca Juga:  Sidang Keempat Kasus Alm. Thobias Silak Digelar di PN Wamena, Hanya Satu Saksi Hadir

Herlina mengatakan masyarakat Papua kini mulai bersatu, melakukan aksi damai, diskusi, dan mimbar bebas untuk menuntut keadilan. Mereka menegaskan bahwa hanya dengan tekad kuat dan perjuangan bersama, keadilan dan kepastian hukum dapat ditegakkan.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan ini, mahasiswa dan organisasi daerah mengajak masyarakat untuk bergabung dalam aksi damai di Mabes Polri, Kuningan Jakarta,” ujarnya.

Gerakan ini diharapkan dapat memberikan tekanan kepada aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus ini dan memberikan keadilan yang layak bagi Tobias Silak dan keluarganya.(*)

Related

You Might Also Like

AMP mendukung mahasiswa Uncen tolak MoU

Hari Rekonsiliasi Tak Menenangkan Warga Ibele: Jejak Militer dan Amunisi Ditemukan

Sidang Ke-8 Kasus Penembakan Thobias Silak Digelar di PN Wamena, Empat Anggota Brimob Diperiksa sebagai Saksi

Mahasiswa Nduga dan Lani Jaya Se Jawa Bali Minta Pemerintah Mediasi Konflik Horizontal di Wamena

Sebelas Aktivis Katolik Ditangkap Usai Aksi Damai di Katedral Merauke

TAGGED:Brimob Satuan Ops Damai CartenzKasus Penembakan Tobias Silak

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pilkada Kabupaten Lanny Jaya Tahun 2024 Telah Selesai: Saatnya Bersatu Bangun Lanny Jaya
Next Article Ribuan Masyarakat Lapago Sambut Gubernur dan Wakil Gubernur Pertama Papua Pegunungan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
15 hours ago
12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
2 days ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
3 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
3 days ago
Baca juga
PolhukamTanah Papua

KNPB Wilayah Balim Peringati Perjanjian New York 1962, Sampaikan Lima Tuntutan dan Soroti Pelanggaran HAM di Papua

6 months ago
PolhukamTanah Papua

Keluarga dan Warga Yahukimo Desak Polisi Tegakkan Keadilan untuk Vicktor Deyal

5 months ago
Polhukam

Rentetan Peristiwa Pemukulan dan Penangkapan Masa Aksi FRPHAMP di Nabire oleh Polisi

2 years ago
HeadlinePolhukam

MRP Sampaikan Situasi HAM  di Papua Pegunungan ke Komnas HAM RI

1 year ago
PolhukamTanah Papua

Negara Abai, 23 Warga Tewas dan Hilang di Meborok Nduga Akibat Banjir Bandang

3 months ago
PolhukamTanah Papua

Kuasa Hukum Nilai Tuntutan 15 Tahun terhadap Lyogtogi Telenggen Tidak Berdasar dan Tidak Proporsional

4 months ago
PendidikanPolhukamTanah Papua

Polisi Tangkap Empat Mahasiswa Uncen Saat Aksi Peringati New York Agreement

4 months ago
KerjasamaPolhukam

Masyarakat Adat Kwiyawagi Tolak Kehadiran TNI Non-Organik, Minta Presiden Tarik Pasukan

4 days ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?