Lanny Jaya, nirmeke.com — Forum Peduli Wilayah Lanny Jaya menyampaikan keprihatinan atas penambahan pasukan non-organik TNI di beberapa distrik di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, setelah aksi tarik pasukan yang dilakukan pada 20 Agustus 2025 lalu.
Berdasarkan laporan masyarakat, sejak 21 hingga 23 Agustus 2025, sejumlah kendaraan taktis dan mobil pengangkut personel TNI terlihat memasuki Distrik Melagai, Kwiyawagi, hingga Wobiragi. Pada 21 Agustus sekitar pukul 09.00 WIT, 9–10 mobil melintas di Jalan Baru Kwiyawagi. Keesokan harinya, 15 mobil menuju Distrik Melagai Neri Pinimbur.
Peningkatan jumlah pasukan juga terjadi pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Sekitar pukul 12.00 WIT, 10 unit mobil Strada penuh peralatan perang melintas menuju Jalan Baru Kwiyawagi, diikuti 12 mobil lainnya yang memasuki Kampung Wobiragi sekitar pukul 15.00 WIT.
Masyarakat mempertanyakan alasan penambahan pasukan tersebut. “Isu yang beredar di Tiom menyebutkan ini pergantian pasukan. Tapi kendaraan yang masuk tidak terlihat membawa pasukan lama untuk ditarik keluar,” demikian laporan Forum Peduli Wilayah Lanny Jaya.
Forum menilai kehadiran pasukan dalam jumlah besar menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan dan kenyamanan warga di Distrik Melagai, Kwiyawagi, Wano Barat, Goa Balim, dan sekitarnya. Mereka mendesak pemerintah daerah, DPRD, dan perwakilan legislatif Papua Pegunungan di tingkat provinsi maupun pusat segera mengambil sikap.
Selain itu, Forum juga menyerukan mahasiswa asal Lanny Jaya di seluruh Indonesia untuk menggalang komunikasi dan menyikapi situasi ini melalui diskusi bersama tokoh masyarakat dan perwakilan pemerintah.
“Jika pemerintah daerah dan parlemen tidak merespons, mahasiswa diminta mengambil langkah-langkah tegas sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan rakyat,” tegas Forum Peduli Wilayah Lanny Jaya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak TNI dan pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait penambahan pasukan di wilayah tersebut.(*)
Pewarta: Grace Amelia
