Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Lebih dari 500 Warga Lanny Jaya Nobar Film Dokumenter Pesta Babi, Serukan Jaga Tanah dan Masa Depan Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Lingkungan > Lebih dari 500 Warga Lanny Jaya Nobar Film Dokumenter Pesta Babi, Serukan Jaga Tanah dan Masa Depan Papua
LingkunganTanah Papua

Lebih dari 500 Warga Lanny Jaya Nobar Film Dokumenter Pesta Babi, Serukan Jaga Tanah dan Masa Depan Papua

admin
Last updated: June 13, 2026 14:00
By
admin
Byadmin
Follow:
145 Views
3 months ago
Share
Lebih dari 500 Warga Lanny Jaya Nobar Film Dokumenter Pesta Babi, Serukan Jaga Tanah dan Masa Depan Papua - Istimewa
SHARE

Tiom, nirmeke.com – Lebih dari 500 warga Kabupaten Lanny Jaya menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang berlangsung di Terminal Kwiyawagi, Tiom Kota, Rabu (10/6/2026) malam.

Iklan Nirmeke

Kegiatan yang diprakarsai oleh intelektual Lanny Jaya, Vincent Jigibalom, bersama sejumlah intelektual lainnya itu menjadi ruang refleksi bersama tentang situasi kemanusiaan, tanah adat, dan masa depan Papua.

Rangkaian kegiatan diawali dengan konvoi kendaraan pada pukul 15.23–16.00 WIT yang dikemas dalam suasana menyambut perhelatan Piala Dunia 2026. Setelah itu, masyarakat berkumpul di Terminal Kwiyawagi untuk mengikuti diskusi publik sebelum pemutaran film dimulai.

Dua pemantik diskusi, Yefta Lengka selaku aktivis kemanusiaan dan Angginak Sepi Wanimbo sebagai pegiat literasi Papua, menyampaikan pandangan mereka terkait berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Papua.

Dalam pemaparannya, Yefta Lengka menyoroti dampak operasi militer di sejumlah wilayah Papua, termasuk di Merauke dan Papua Pegunungan. Ia menyebut konflik bersenjata telah menyebabkan pengungsian dalam jumlah besar serta menghadirkan persoalan sosial lain seperti peredaran minuman keras, narkoba, perjudian, dan perang suku yang menurutnya mengancam masa depan generasi Papua.

“Tanah, air, batu, emas, hutan, dan seluruh kekayaan alam Papua adalah milik orang asli Papua. Kita memiliki hak untuk hidup bebas di atas tanah ini tanpa tekanan dari pihak mana pun,” ujarnya dalam pernyataan penutup.

Baca Juga:  KNPB Konsulat Makassar Gelar Pendidikan Politik Terbuka di Asrama Cenderawasih

Sementara itu, Angginak Sepi Wanimbo menyoroti penderitaan masyarakat adat Merauke yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN). Ia mengingatkan pentingnya menjaga tanah sebagai warisan yang dipercayakan Tuhan kepada masyarakat adat.

Menurutnya, pemerintah di Papua harus memastikan setiap kebijakan pembangunan lahir dari kebutuhan masyarakat dan tidak memberikan persetujuan terhadap investasi tanpa sepengetahuan masyarakat adat.

Ia juga mengajak para guru, gembala jemaat, intelektual, dan generasi muda untuk aktif mendokumentasikan berbagai peristiwa yang terjadi di Papua.

“Kita harus mendidik bangsa ini dengan data, fakta, dan kejujuran agar keadilan dapat diperjuangkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Angginak Sepi Wanimbo turut menyerahkan dua buku, yakni Tanah Kami–Masa Depan Kami karya Angginak Sepi Wanimbo dan Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Papua karya Dr. Socrates Yoman kepada tokoh agama Pdt. Nauluk Kogoya, perwakilan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya Maikel Alom, serta Vincent Jigibalom.

Sebagai penanggung jawab kegiatan, Vincent Jigibalom mengajak masyarakat menjadikan pemutaran film tersebut sebagai ruang belajar bersama.

“Setelah pulang dari tempat ini, diskusikan kembali apa yang telah ditonton. Jaga tanah dan kampung kita masing-masing. Tidak ada orang luar yang akan datang menyelamatkan kita. Kitalah yang harus menjaga tanah kita sendiri,” ujarnya.

Pemutaran film dimulai sekitar pukul 19.32 WIT dan disambut antusias warga. Anak-anak, pemuda, orang dewasa hingga lansia memadati Terminal Kwiyawagi. Turut hadir intelektual, anggota DPRD, hamba Tuhan, aparatur sipil negara (ASN), pemuda gereja, serta para pelajar.

Baca Juga:  KNPB Terdaftar di Tanah Papua, Tuduh Lenis Kogoya "Boneka Jakarta"

Di akhir kegiatan, sejumlah tokoh masyarakat turut menyampaikan refleksi mereka. Ambruwa Wanimbo, mewakili tokoh masyarakat, mengajak generasi muda meninggalkan minuman keras dan ganja serta kembali kepada nilai-nilai Injil.

“Tolong lepas panah dan parang, mari bersatu untuk mendukung pembangunan,” pesannya.

Perwakilan perempuan, Elsi Wandik, mengaku terharu menyaksikan kisah yang ditampilkan dalam film tersebut.

“Saya membayangkan jika hal yang sama terjadi di Lanny Jaya. Masyarakat sering tidak tahu apa-apa, sementara keputusan diambil tanpa melibatkan mereka. Karena itu, pemerintah perlu berkoordinasi dengan masyarakat adat,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh agama Pdt. Nauluk Kogoya berharap generasi muda mampu mengambil pelajaran dari film tersebut.

“Saya melihat anak-anak yang sudah berpendidikan inilah yang akan menyelamatkan tanah ini. Gereja-gereja juga perlu melakukan pemutaran film dokumenter Pesta Babi agar semakin banyak orang memahami situasi yang sedang dihadapi masyarakat Papua,” katanya.

Kegiatan nobar ini bukan sekadar pemutaran film, melainkan menjadi ruang konsolidasi warga untuk berdiskusi tentang tanah adat, kemanusiaan, pendidikan, serta tanggung jawab generasi Papua dalam menjaga masa depan negerinya.(*)

Related

You Might Also Like

KNPB Sentani Serukan Aksi 15 Agustus, Angkat Isu HAM dan Kemanusiaan di Papua

Mediasi Cepat Pemerintah Redam Ketegangan Yali–Lani di Wamena

Kekerasan Seksual di Yahukimo Dampak Dari Krisis Pangan di Tempat Pengungsian

Satu Tahun Kasus Penembakan Tobias Silak: Teriakan Keadilan dari Seorang Ayah

Warga Distrik Kuli Lanny Sampaikan Tiga Aspirasi Pembangunan ke DPR Papua Pegunungan

TAGGED:Proyek Strategis Nasional (PSN)Serukan Jaga Tanah dan Masa Depan PapuaWarga Lanny Jaya Nobar Film Dokumenter Pesta Babi

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Wakil Bupati Yahukimo Tinjau Lokasi Longsor di Holuwon, Salurkan Bantuan dan Beri Penguatan kepada Warga
Next Article Usai Nonton Bareng Film Pesta Babi, Pegiat Literasi Sepi Wanimbo Salurkan Dua Buku Karya Anak Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Solidaritas Merauke Desak Kapolda Papua Hentikan Proses Hukum terhadap Masyarakat Adat Moiwend
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
17 hours ago
KPA Tolikara Tempuh Jalan Darat ke Jayapura, Terima Penghargaan Edukasi HIV/AIDS
Kesehatan
17 hours ago
30 Atlet Taekwondo Jayawijaya Dipersiapkan Hadapi Papua Open dan Pra-PON
Olaraga
2 days ago
HUT HMPT ke-22, KPA Tolikara Edukasi Mahasiswa tentang HIV/AIDS
Kesehatan Pendidikan
2 days ago
Baca juga
PendidikanSastraTanah Papua

Mas Yewen Hadir di Dogiyai, Perkuat Literasi Humor Lewat Mop dan Stand Up Comedy

10 months ago
LingkunganTanah Papua

Sinergi Warga dan Pemerintah: Wamena Bergerak Wujudkan Kota DANI yang Bersih dan Indah

1 year ago
NasionalPendidikanTanah Papua

HMPJ Peringati Hari HAM Sedunia dengan Aksi Pemasangan Lilin di Jayapura

10 months ago
Tanah Papua

Pemuda Baptis Tiga Wilayah Gelar Seminar Sehari di Wilayah Karu, Soroti Lima Isu Strategis

1 year ago
PolhukamSiaran PersTanah Papua

Koalisi HAM Papua Minta Yonif TP 817/Aoba Tidak Intervensi Konflik Tanah Marga Kwipalo

8 months ago
PolhukamTanah Papua

Agus Kossay Apresiasi Kapolres Jayawijaya Buka Ruang Demokrasi bagi Massa KNPB

1 month ago
Tanah Papua

DPW Partai GEMA Bangsa Papua Perkuat Struktur Hingga ke Tingkat Kampung

1 year ago
Tanah Papua

Wakil Gubernur dan Bupati Jayawijaya Hadiri Yubelium 50 Tahun GKII Hitigima: “Iman Jangan Pecah, Gereja Harus Bersatu

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?