Wamena, nirmeke.com — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menegaskan komitmennya untuk membangun kemitraan bersama penggiat dan petani kopi lokal dalam rangka meningkatkan daya saing serta nilai ekonomi komoditas unggulan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat kerja bertema “Kemitraan dan Kolaborasi dalam rangka Optimalisasi Potensi Kopi Lokal Papua Pegunungan” yang digelar di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan di Hom-Hom, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Biro Perekonomian Pemprov Papua Pegunungan, perwakilan Bank Papua Wamena, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, asosiasi kopi, para penggiat kopi, serta petani dari delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan, di antaranya Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, Yalimo, Mamberamo Tengah, dan Nduga.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, mengatakan pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi nyata antara pemerintah dan pelaku usaha kopi di daerah.
“Kami ingin mengarahkan dan menggiring anak-anak muda Papua Pegunungan untuk kembali ke kebun. Kopi adalah potensi besar yang harus kita kelola bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam diskusi yang berlangsung selama hampir empat jam, para peserta menyampaikan berbagai persoalan, pengalaman, serta harapan dalam pengembangan kopi. Dari dialog tersebut, pemerintah menemukan bahwa tantangan utama tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada penanganan pascapanen dan akses pasar.
Karena itu, pemerintah menegaskan tidak lagi sebatas berbicara pada aspek perencanaan, melainkan mulai mengambil langkah konkret.
“Saya tidak mau hanya bicara soal tanam atau peralatan. Kami ingin langsung eksekusi, bagaimana hasil kopi petani bisa ditampung dan memiliki nilai ekonomi,” tegas Alpius.
Sebagai bentuk komitmen, Dinas Koperasi dan UKM akan memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta membangun komunikasi dengan lembaga terkait, termasuk sektor perbankan dan pelaku usaha, guna memastikan rantai produksi hingga pemasaran berjalan efektif.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pembentukan wadah usaha atau koperasi yang akan menampung hasil produksi petani kopi di Papua Pegunungan.
“Kami sudah mulai merumuskan langkah-langkah ke depan, termasuk membentuk wadah yang akan menindaklanjuti kebijakan pemerintah dan menampung potensi hasil perkebunan, khususnya kopi,” katanya.
Alpius berharap, komitmen yang dibangun dalam pertemuan ini mampu membangkitkan semangat generasi muda untuk kembali mengelola kebun sebagai sumber ekonomi berkelanjutan.
“Saya mengajak anak-anak muda, mari kembali ke kebun. Bagi yang punya kopi, jaga, bersihkan, petik, dan bawa hasilnya. Hari ini kami siap menampung,” ujarnya.
Dengan kolaborasi yang diperkuat antara pemerintah, petani, dan penggiat kopi, diharapkan kopi Papua Pegunungan dapat berkembang sebagai komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperluas akses pasar hingga tingkat nasional maupun internasional.(*)
Pewarta: Aguz Pabika
