Jayapura, nirmeke.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cenderawasih bersama Komunitas Jaga Laut menggelar diskusi publik dan nonton bareng film bertema “Ancaman Biodiversity Papua”, di sekretariat BEM FMIPA, Prunmas III Waena, Kelurahan Heram Jabansai, Kota Jayapura, Jumat (19/9/2025).
Kegiatan ini dihadiri pimpinan mahasiswa fakultas maupun universitas, BEM-MPM, BEM-DPM dari sembilan fakultas, serta sejumlah penggiat lingkungan. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi lintas mahasiswa dan komunitas untuk membangkitkan kepedulian terhadap ancaman serius yang dihadapi biodiversitas Papua.
Diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, di antaranya:
- Mendesak DPR dan Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk mengesahkan regulasi terkait perampasan lahan masyarakat adat sebagai bentuk perlindungan hak-hak adat di Tanah Papua.
- Menuntut MRP bekerja sesuai amanat Undang-Undang Otonomi Khusus.
- Meminta pemerintah daerah membuka transparansi data dan perizinan investasi pertambangan.
- Mendesak Presiden Republik Indonesia menarik aparat militer dari wilayah pertambangan dan proyek strategis nasional (PSN) di Tanah Papua.
Para peserta menegaskan, keanekaragaman hayati Papua adalah aset penting yang harus dijaga bersama. Eksploitasi yang tidak terkendali dikhawatirkan akan merusak ekosistem, mengancam masyarakat adat, dan memperburuk konflik sosial di Papua.
Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat gerakan kolektif mahasiswa dan penggiat lingkungan dalam mendorong perlindungan lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat adat Papua. (*)
Pewarta: Agus Wilil
