Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Pemuda Pendobrak Perubahan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Pemuda Pendobrak Perubahan
Catatan Aktivis PapuaPendidikan

Pemuda Pendobrak Perubahan

admin
Last updated: May 9, 2025 14:29
By
admin
Byadmin
Follow:
888 Views
2 years ago
Share
Pemuda Pendobrak Perubahan - Dok
SHARE

Oleh: Maiton Gurik

Iklan Nirmeke

DEWASA ini, kita sedang mendapatkan anugerah dari Tuhan berupa bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif ada dalam puncak piramida dalam sejarah demografi dunia. Di puncak paramida tersebut bertengger pemuda pemuda hebat dengan karakteristik unik dan langka. Generasi ini sering disebut generasi milenial atau generasi jaman baru (new).

Generasi ini ingin semuanya serba cepat dan cenderung instan. Mereka generasi yang mudah bosan. Anti-kemapaman dan anti-mainstream. Selalu ingin hal-hal baru. Loyalitas mereka pada perubahan itu sendiri. Meski begitu, mereka generasi yang suka bekerja sama. Watak umum mereka berkumpul dan berkolaborasi dalam kerja-kerja kolaborasi. Mereka bukan tipologi ‘RONIN’, yang suka bertarung sendiri. Mereka lebih suka berkolaborasi dalam sebuah tim, yang masing-masing mereka membagi diri dalam unit-unit tugas yang saling menopang dan menguatkan.

Generasi milenial suka menghasilkan karya bersama dan menjadi juara bersama dari pada menjadi juara kesepian. Ada yang atas nama organisasi kepemudaan, ada juga yang atas nama paguyuban sosial, ada juga yang atas nama tim mahasiswa perakit dan lain-lain. Sedikit sekali yang atas nama pribadi atau perorangan. Hal ini melegitimasi tesis tentang karakteristik generasi milenial dengan berbagai fenomena dan dinamika saat ini.

Bonus demografi penduduk dunia pada awal millenium ini membesar di tengah, mengindikasikan besarnya jumlah pemuda berusia kerja. Katakan, jumlah penduduk berusia 16 sampai 30 tahun tak kurang dari 65 atau 70 juta. Jumlah besar penduduk usia produktif ini jika benar kelola bisa menjadi bonus demografi. Sebaliknya, jika salah kelola, bisa berubah menjadi bencana demografi. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya pemuda merupakan prioritas penting yang harus menjadi kepedulian semua pihak jika bangsa ini ingin kembali bangkit dari keterpurukan dan kemiskinan.

Isu utamanya di sini bukanlah pengembangan sumber daya manusia dalam arti konvensional yang semata-mata diukur berdasarkan pendidikan formal, melainkan pada kemuliaan daya-daya (etos) kreatif dan inovatif, kerja-kerja sederhana yang berdampak sesuai potensi kecerdasan manusia masing-masing.

Kreativitas adalah segala tindakan, ide, atau produk yang mengubah domain yang ada, atau transformasikan domain yang ada, menjadi sesuatu yang baru. Orang-orang berbakat hanya akan menjadi pribadi kreatif apabila menemukan ekosistem kreativitas yang dihasilkan oleh interaksi dari suatu sistem yang berdiri atas beberapa elemen. Berikut menurut beberapa sumber diantaranya.

Baca Juga:  Masyarakat Jadi Minoritas di Tanah Mereka Sendiri

Pertama, domain simbolik yang berisi seperangkat aturan prosedur pengetahuan dan informasi sebagai titik tolak sekaligus titik ubah dari kreativitas.

Kedua, bidang pendukung (field) yang meliputi segala orang, institusi, dan jaringan yang bertindak sebagai gate keepers yang mendukung, menyaring, dan menvalidasi setiap inovasi untuk bisa masuk dan membawa perubahan dalam domain budaya.

Ketiga, barulah faktor kehadiran orang kreatif; yakni seseorang yang pikiran dan tindakan nya mengubah suatu domain atau membentuk domain baru (baca: Mihaly Csikszentmihalyi, 2013). Kurang berkembangnya kreativitas di negeri ini, karena kurangnya dukungan politik terhadap reproduksi pengetahuan dan pengembangan minat bakat, pemulihan warisan budaya, serta kegiatan riset dan pengembangan. Kegiatan riset berhenti sebagai kertas laporan penelitian yang dilakukan lembaga-lembaga riset negara tanpa kemampuan membangun budaya riset dan inovasi ditengah masyarakat. (baca: Kompas: Yudi Latif, 2016).

Di negeri ini peradaban sangat rentan robek setiap saat. Para perobek peradaban bisa pengutil duit negara, pemburu rental politik/kekuasaan, penjual regulasi, pemasok narkoba, pedagang undang-undang, kedangkalan di televisi, penceger pasal-pasal hukum, para komprador, hingga mereka yang suka mereproduksi kekerasan demi memaksakan egoisme kebenarannya secara radikal. (baca: Tranggono, 2016).

Disaat kondisi bangsa seperti ini peranan pemuda sebagai penggerak dan pendobrak dalam pembangunan bangsa sangatlah diharapkan dengan membentuk suatu organisasi yang tentunya harus positif yang dapat membangun dan peran yang lebih besar. Pada zaman perjuangan bangsa Indonesia, misalkan gerakan pemuda dan mahasiswa sering menjadi tombak perjuangan nasional. Beberapa gerakan pemuda dan mahasiswa yang dicatat dalam sejarah adalah budi utomo, sumpah pemuda dan sebagainya. (baca: sejarah Indonesia).

Namun, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah banyak di kalangan pemuda yang melakukan hal-hal yang negatif, cuek, tidak mau belajar, tidak suka diskusi dan acapkali tidak peka terhadap lingkungan. Padahal, melalui gerakan pemuda terlahir inspirasi untuk mengatasi berbagai kondisi dan permasalahan yang ada, dan sudah saatnya pemuda menempatkan diri sebagai generasi muda yang aktif, kreaktif dan produktif untuk memimpin proses perubahan bangsa ini yang dicita-citakan para pemuda pendahulu. Jadi pada intinya peran pemuda sekarang ini sangat diharapkan seperti banyak pemuda yang jalan bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat sekitar. Tetapi sebenarnya peran pemuda dalam masyarakat dapat ditingkatkan dengan mengadakan acara berupa bakti sosial, gerakan bangun Literasi, pelatihan dengan sesama pemuda dan sebagainya.

Baca Juga:  Nies Words dan Gerakan Literasi di Papua: Membangun Masa Depan dengan Pendidikan yang Inklusif dan Berkualitas

Kebangkitan suatu peradaban manusia di manapun tempatnya dan kapanpun waktunya tidak dapat terlepas dari peran pemuda di dalamnya. Dalam sejarah berbagai peradaban tidak bisa dipungkiri pemuda merupakan rahasia kebangkitan yang mengibarkan panci panci kemenangannya. Maka peradaban bangsa ini akan kembali bangkit dengan pemuda sebagai tonggak pembangkit dan pendobrak perubahan.

Akan tetapi semua menjadi tidak berarti jika pemuda dalam hal ini masih berpikiran pragmatis, sibuk dengan diri sendiri, angkuh, apatis, tidak peduli dengan keadaan bangsa ini, minimal dengan masyarakat disekitar rumahnya dan sombongnya dengan titel mahasiswa yang menghiasi hatinya. Bangsa ini bak kehilangan nakhoda muda yang seharusnya menjadi pilar keadilan dan perjuangan kebenaran.

Tidak berlebihan kiranya bila dikatakan pemuda adalah masa depan bangsa dan negara, setelah generasi tua yang tidak produktif, rakus akan kekuasaan, mental korup, suka makan puji, gila hormat dan perampok uang negara.

Karena itu, ada beberapa peran mahasiswa yang harus dilakukan saat ini, pertama mahasiswa memiliki peran sebagai intelektual akademisi. Ini memang tugas mahasiswa yang harusnya dimiliki. Seorang mahasiswa intelektual akademisi selayaknya tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual saja, tapi juga kecerdasan spiritual.

Kedua, mahasiswa berperan sebagai agen perubahan (agent of change). Mahasiswa berpendidikan baik akan menjadi faktor perubah dalam masyarakat ke depan. Apa yang dilakukan mahasiswa saat ini akan menjadi cerminan bangsa di masa yang akan datang. Jika saat ini mahasiswa berleha-leha, malas, dan urung belajar maka hasilnya akan berakibat buruk pada masa depan bangsa. Sebaliknya jika mahasiswa rajin, terus belajar, tiada henti berjuang membela keadilan dan kebenaran maka dapat ditembak kemudian, bangsa ini akan menjadi bangsa yang jaya.

Ketiga, mahasiswa berperan sebagai calon pemimpin masa depan. Demi waktu yang terus-menerus menerjang tanpa ada yang mampu menghentikannya, maka regenerasi merupakan keniscayaan kehidupan. Demikian pula dengan kelangsungan kehidupan bangsa dan negara. Semoga!

Jayapura, 02 April 2024.

Penulis: Maiton Gurik, Salah Satu Pengiat Literasi Papua. Laki-Laki Lani Asli, Suka Makan Kacang Tanah. Hobi Baca dan Suka Otak Atik Status Quo.

Related

You Might Also Like

Mahasiswa Ubahak Dapat Materi Jurnalis Dari Komunitas Papuansphoto

Pilot Muda Papua Aben Salak Disambut Syukuran Tiga Gereja dan Delapan Kampung di Waniok

Kuota IPDN Provinsi PP Tidak Ada Keterwakilan OAP, Pj Kondomo Diminta Copot Kepala BKD

Sekolah Adat “Santo Yohanes Pembaptis II” Resmi Dibuka di Sumunikama, Papua Pegunungan

Mahasiswa STT Walter Post Jayapura Angkat Isu Rasisme Papua dalam Skripsi, Serukan Suara Keras Gereja dan Teolog

TAGGED:Gerakan Literasi di PapuaMaiton Gurik Pengiat Literasi PapuaPemuda Pendobrak Perubahan

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Menolak Kehadiran Korem di Muliama, Mahasiswa: Kehadiran Aparat Identik Dengan Teror dan Intimidasi Warga Sipil
Next Article Mahasiswa Ber-Literasi Melalui Demonstrasi
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

KNPB Yahukimo Sebut Penangkapan Aktivis Kemanusiaan Cederai Hukum, Kone Kobak Akhirnya Dibebaskan
Tanah Papua
5 days ago
Mahasiswa Papua Demo soal Kasus Dogiyai di Kementerian HAM
Berita Foto Nasional Papua Tengah Polhukam
2 weeks ago
Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
3 weeks ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
3 weeks ago
Baca juga
PendidikanTanah Papua

Aksi Mahasiswa di Jayapura Kecam Kekerasan Aparat dan Penahanan 4 Pimpinan NRFB di Sorong

9 months ago
Pendidikan

LDK AMPJ Jayapura Perkuat Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa Jayawijaya

3 months ago
PendidikanTanah Papua

Sekolah Adat Siap Kolaborasi dengan Program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo

11 months ago
PendidikanSastra

Literasi Dan Konflik Di Papua

2 years ago
Pendidikan

Puluhan Maba IPPM PROPIL-PON di Jayapura Dibekali Materi Fotografi dan Jurnalistik

3 years ago
Pendidikan

Pelatihan Metode GASING bagi Guru dan Siswa Sekolah Adat Hugulama, Anak-anak Mulai Kuasai Angka

3 months ago
Catatan Aktivis PapuaPendidikanSastra

Sastra Sebagai Gerakan Politik di Papua

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Orang Papua Terjebak Dalam Skenario Kolonial Dan Kapitalis Untuk Kepentingan Investasi

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?